Wawancara Kerja

Dos dan Donts Wawancara via Telepon

Wawancara telepon dapat menjadi plus sekaligus minus juga buat kandidat. Sebagai bagian dari proses wawancara yang lebih besar, wawancara telepon umumnya berarti Anda akan memiliki banyak kesempatan untuk mengesankan pewawancara.

Tetapi karena mungkin ada banyak orang lain yang disaring melalui telepon, bahkan kesalahan kecil atau satu jawaban yang buruk untuk sebuah pertanyaan dapat membuat nama Anda tercoret dari daftar kandidat.

Hanya karena Anda terbiasa mengobrol selama berjam-jam dengan teman atau keluarga melalui telepon, tidak berarti Anda secara otomatis akan berhasil dalam wawancara telepon. Anda perlu mengetahui etiket wawancara telepon Anda yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Apa sajakah itu? Simak selengkapnya di sini!

1. Siapkan Diri Anda untuk Sukses

Apa artinya? Salah satunya, Anda mungkin sebaiknya tidak menerima panggilan dengan piyama di tempat tidur. Beberapa hari sebelum panggilan telepon, persiapkan untuk wawancara dengan cara yang sama seperti Anda mempersiapkan diri untuk pertemuan langsung.

Saat hari itu tiba, kenakan pakaian yang membantu Anda merasa percaya diri, mampu, dan profesional. Kemudian, siapkan ruang yang tenang di mana Anda bisa duduk di meja dengan salinan surat lamaran dan resume Anda.

Pastikan Anda memiliki pena dan kertas, dan yang terpenting, minimalkan kebisingan latar belakang. Anda tidak ingin anjing, anak-anak, pasangan, atau orangtua Anda yang dapat menyela saat Anda berbicara di telepon. Atur privasi jika perlu.

2. Jangan Menerima Panggilan di Telepon Speaker

Bukan ide yang baik untuk menerima panggilan melalui speaker ponsel. Meskipun mungkin tampak membantu Anda membuat catatan atau dapat melihat resume Anda, itu bisa membuat pewawancara Anda sulit mendengar Anda. Jangan mengambil risiko kemungkinan disalahpahami atau kehilangan jawaban kunci statis. Pertimbangkan untuk menggunakan headset jika Anda ingin membuat catatan saat berbicara.

3. Jangan Multitask

Selama wawancara, jangan membuat (atau minum) kopi, menyalakan TV di latar belakang, makan siang, memindai feed Facebook Anda, dll. Bahkan, Anda tidak boleh menjelajahi Internet sama sekali. Meskipun akan sangat membantu jika Anda membuka browser untuk mencari fakta singkat, idealnya Anda harus membatasinya hanya pada satu jendela dan resume dan surat lamaran Anda dicetak.

Mudah-mudahan, Anda sudah melakukan riset sebelum wawancara, jadi tidak perlu mencari-cari jawaban saat Anda sedang menelepon.

4. Jangan Terlalu Banyak Bicara

Dalam wawancara tatap muka, mudah untuk membaca bahasa tubuh pewawancara Anda dan mengetahui isyarat kapan harus berhenti berbicara. Pada panggilan telepon, tanda-tanda itu tidak begitu jelas, membuat Anda terus berbicara tanpa bisa melihat respons si pewawancara.

Apakah ocehan Anda memberi nilai tambah pada percakapan atau justru tidak relevan. Karenanya jaga agar jawaban Anda tetap pendek tetapi kuat.