Dyah Ayu Anggara: Mengasah Skill Negosiasi dan Presentasi dengan Menjadi Editor Akuisisi PTU

Apa yang membuat Anda tertarik untuk menjadi Editor Akuisisi PTU (Perguruan Tinggi Umum)?
Sejak awal melamar, alasan tertarik menjadi Editor Akuisisi karena bisa bertemu dengan calon-calon penulis dari berbagai latar belakang dan antar generasi, sekaligus mengasah kemampuan negosiasi dan presentasi saat membawakan proposal-proposal naskah buku di rapat redaksi.
Seberapa lama Anda telah bekerja di bidang ini dan apa yang paling Anda sukai dari pekerjaan ini?
Kurang lebih 6 sampai 7 bulan, dan yang paling saya suka dari pekerjaan ini; melakukan riset target market dari buku yang akan disidangkan. Jadi merasa tertantang karena hasil riset ini yang akan mendukung sebuah naskah lolos sidang.

Apa tantangan terbesar yang pernah Anda hadapi sebagai Editor Akuisisi PTU (Perguruan Tinggi Umum)?
Bagaimana Anda melihat perkembangan dunia penerbitan buku sekolah dalam beberapa tahun terakhir?
Kalau untuk kategori PTU, saya pernah ngobrol juga sama salah satu dosen universitas negeri. Jujur katanya beliau merasa tidak enak pada penerbit saya, dan overthinking, apakah bisa buku ajar yang dicetak memenuhi prospek penjualan. Dikarenakan anak-anak zaman sekarang suka gampang aja, menduplikasi (fotocopy) setelah beli satu buku aja untuk satu kelas. Namun, senang juga melihat makin ke sini, banyak sekali buku-buku non fiksi bergenre self improvement yang diminati banyak orang.
Baca: Ester Lianawati: Dari Serigala Betina sampai Rahim yang Berbicara.
Bisakah Anda menjelaskan secara singkat proses editing sebuah buku sekolah dari awal hingga akhir?
Pertama, naskah mentah diberikan ke editor akuisisi untuk dipresentasikan di sidang redaksi untuk penentuan lolos atau tidak lolos) -> Kedua, setelah naskah lolos/diterima para pimpinan penerbit, naskah diberikan ke copy editor (yang tugasnya merevisi isi buku) -> Ketiga, isi naskah disesuaikan dengan ukuran per halaman oleh layouter dan cover diurus oleh tim graphic design -> Keempat, pengurusan ISBN -> Kelima, Pracetak (Quality Control) -> Keenam, produksi/buku dicetak -> Ketujuh, buku-buku disalurkan ke distribusi dan penjualan.
Apa kriteria utama yang Anda pertimbangkan saat mengedit sebuah naskah?
Untuk kategori PTU, isi buku ajarnya harus sesuai dengan Rencana Pembelajaran Semester suatu mata kuliah dari berbagai kampus, karena buku tersebut akan dijual dalam skala nasional.
Bagaimana Anda berkolaborasi dengan penulis, ilustrator, dan pihak-pihak terkait lainnya dalam proses editing?
Cara berkolaborasi dengan penulis diawali dengan saya yang berkunjung ke universitas dan memberikan surat penawaran kolaborasi, atau bisa juga melalui email, sedangkan untuk ilustrator dan pihak lain (seperti layouter dan QC) biasanya langsung berkomunikasinya dengan copy editor yang mengedit isi buku, tetapi ketika sudah tahap QC copy editor juga tetap minta pendapat editor akuisisi untuk mengecek lagi isi bukunya.

Menurut Anda, apa peran paling penting seorang editor dalam proses pembuatan buku PTU (Perguruan Tinggi Umum)?
Memastikan materi di dalamnya sudah mengikuti perkembangan ilmu dan keinginan pasar (target market).
Bagaimana Anda memastikan bahwa bahasa yang digunakan dalam buku mudah dipahami oleh siswa?
Berdasarkan informasi dari salah satu teman copy editor, mahasiswa akan lebih tertarik membaca materi jika pembahasan dimulai dengan menyebutkan contoh kasus terkini yang relevan dengan materi buku.
Bagaimana Anda menjaga agar isi buku tetap relevan dan menarik bagi siswa?
Melakukan riset jika minim contoh kasus di sebuah naskah, atau bertanya dulu ke penulisnya kira-kira beliau ada contoh-contoh kasus yang relevan atau tidak.
Apa tren terbaru dalam penerbitan buku PTU yang perlu diperhatikan?
Kalau PTU masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya, paling buku-buku non fiksi yang bertema self improvement, di mana tidak hanya dalam bentuk kumpulan esai, tetapi isi buku self improvement yang praktikal (ada journaling prompt atau kuis di setiap akhir chapter) juga digemari pembaca zaman sekarang.
Bagaimana teknologi telah mengubah cara Anda bekerja sebagai editor buku PTU?
Saya biasanya menggunakan chatgpt untuk mencari variasi penjelasan untuk presentasi di sidang redaksi, tentunya saya pilih dan parafrase lagi, teknologi cukup membantu tapi saya tidak ingin selalu bergantung pada teknologi tsb.
Apa saran Anda bagi orang-orang yang ingin berkarir sebagai editor buku PTU? Kualitas apa yang harus dimiliki oleh seorang editor yang baik?
Fleksibel dan sering-sering merefleksi kekurangan dari usaha yang sudah dilakukan, karena terkadang rencana yang kita kira akan menghasilkan tingkat konsumsi produktif, ternyata menurut atasan bisa jadi kurang memenuhi standar kebutuhan pasar, serta kemampuan teliti saat melakukan riset dan menyusun proposal naskah untuk sidang.