Dyah Ayu Anggara: Mengasah Skill Negosiasi dan Presentasi dengan Menjadi Editor Akuisisi PTU

Author
Ditulis olehTim Loker • Update 20 Mei 2025
Rubrik Profil

dyah-editor-akuisisi-tahun-2024

Pernah mendengar istilah editor akuisisi perguruan tinggi umum (PTU)? Editor Akuisisi PTU adalah seorang profesional yang memiliki peran penting dalam proses penerbitan buku atau karya ilmiah di lingkungan perguruan tinggi. Tugas utama mereka adalah mencari, mengevaluasi, dan merekrut penulis potensial untuk menghasilkan karya yang sesuai dengan visi dan misi lembaga.

Selain itu, editor akuisisi juga bertanggung jawab untuk menjalin hubungan baik dengan penulis, memberikan masukan terkait pengembangan naskah, serta memastikan bahwa proses produksi berjalan lancar hingga buku siap diterbitkan. Singkatnya, editor akuisisi berperan sebagai jembatan antara penulis dan penerbit, dengan tujuan akhir menghasilkan publikasi berkualitas yang dapat memberikan kontribusi bagi dunia akademik.

Tantangan sebagai editor akuisisi di perguruan tinggi umum sangat beragam dan kompleks. Selain harus memiliki pemahaman mendalam tentang bidang akademik yang luas, editor juga dihadapkan pada tantangan seperti: menilai kualitas naskah yang beragam dari berbagai disiplin ilmu, menjaga keseimbangan antara kepentingan akademik dan komersial, menghadapi tenggat waktu yang ketat, serta mengelola hubungan dengan penulis dan reviewer. Selain itu, persaingan yang ketat di dunia penerbitan juga menjadi tantangan tersendiri, di mana editor harus terus berinovasi untuk menarik minat pembaca dan meningkatkan reputasi penerbitan.

Profesi editor akuisisi perguruan tinggi umum menawarkan pengalaman yang "kaya". Soalnya Anda tidak hanya sekadar mengedit tulisan, tetapi juga berperan aktif dalam melahirkan karya-karya intelektual yang bernilai. Anda akan berinteraksi dengan berbagai penulis dari berbagai disiplin ilmu, sehingga wawasan Anda akan terus berkembang. Selain itu, Anda memiliki peluang untuk memberikan kontribusi nyata bagi dunia akademik dan masyarakat luas melalui buku-buku yang Anda bantu terbitkan. Dengan kata lain, Anda tidak hanya bekerja, tetapi juga belajar dan berkontribusi secara langsung dalam memajukan ilmu pengetahuan.

Penasaran seperti apa detail jobdesc profesi ini? Langsung simak saja faktual pengalamannya lewat obrolan Loker ID dengan Dyah Ayu Anggara yang saat ini bekerja sebagai Editorial Staff di Bumi Aksara Group!

Apa yang membuat Anda tertarik untuk menjadi  Editor Akuisisi PTU (Perguruan Tinggi Umum)?

Sejak awal melamar, alasan tertarik menjadi Editor Akuisisi karena bisa bertemu dengan calon-calon penulis dari berbagai latar belakang dan antar generasi, sekaligus mengasah kemampuan negosiasi dan presentasi saat membawakan proposal-proposal naskah buku di rapat redaksi.

Seberapa lama Anda telah bekerja di bidang ini dan apa yang paling Anda sukai dari pekerjaan ini?

Kurang lebih 6 sampai 7 bulan, dan yang paling saya suka dari pekerjaan ini; melakukan riset target market dari buku yang akan disidangkan. Jadi merasa tertantang karena hasil riset ini yang akan mendukung sebuah naskah lolos sidang.

pengalaman-dyah-sebagai-editor-akuisisi-tahun-2024

Apa tantangan terbesar yang pernah Anda hadapi sebagai Editor Akuisisi PTU (Perguruan Tinggi Umum)?

Tantangan terbesar adalah time management dan financial management, diri sendiri sih ingin sekali akuisisi ke 3 universitas dalam sebulan untuk menambah stok buku-buku PTU, tapi kadang ongkos transportasi keburu habis dan akhirnya nunggu reimburse turun dulu, hehe. Ini juga kekurangan diri yang masih harus diperbaiki.

Bagaimana Anda melihat perkembangan dunia penerbitan buku sekolah dalam beberapa tahun terakhir?

Kalau untuk kategori PTU, saya pernah ngobrol juga sama salah satu dosen universitas negeri. Jujur katanya beliau merasa tidak enak pada penerbit saya, dan overthinking, apakah bisa buku ajar yang dicetak memenuhi prospek penjualan. Dikarenakan anak-anak zaman sekarang suka gampang aja, menduplikasi (fotocopy) setelah beli satu buku aja untuk satu kelas. Namun, senang juga melihat makin ke sini, banyak sekali buku-buku non fiksi bergenre self improvement yang diminati banyak orang.

Baca: Ester Lianawati: Dari Serigala Betina sampai Rahim yang Berbicara.

Bisakah Anda menjelaskan secara singkat proses editing sebuah buku sekolah dari awal hingga akhir?

Pertama, naskah mentah diberikan ke editor akuisisi untuk dipresentasikan di sidang redaksi untuk penentuan lolos atau tidak lolos) -> Kedua, setelah naskah lolos/diterima para pimpinan penerbit, naskah diberikan ke copy editor (yang tugasnya merevisi isi buku) -> Ketiga, isi naskah disesuaikan dengan ukuran per halaman oleh layouter dan cover diurus oleh tim graphic design -> Keempat, pengurusan ISBN -> Kelima, Pracetak (Quality Control) -> Keenam, produksi/buku dicetak -> Ketujuh, buku-buku disalurkan ke distribusi dan penjualan.

Apa kriteria utama yang Anda pertimbangkan saat mengedit sebuah naskah?

Untuk kategori PTU, isi buku ajarnya harus sesuai dengan Rencana Pembelajaran Semester suatu mata kuliah dari berbagai kampus, karena buku tersebut akan dijual dalam skala nasional.

Bagaimana Anda berkolaborasi dengan penulis, ilustrator, dan pihak-pihak terkait lainnya dalam proses editing?

Cara berkolaborasi dengan penulis diawali dengan saya yang berkunjung ke universitas dan memberikan surat penawaran kolaborasi, atau bisa juga melalui email, sedangkan untuk ilustrator dan pihak lain (seperti layouter dan QC) biasanya langsung berkomunikasinya dengan copy editor yang mengedit isi buku, tetapi ketika sudah tahap QC copy editor juga tetap minta pendapat editor akuisisi untuk mengecek lagi isi bukunya.

dyah-dan-pengalaman-editor-akuisisi-tahun-2024

Menurut Anda, apa peran paling penting seorang editor dalam proses pembuatan buku PTU (Perguruan Tinggi Umum)?

Memastikan materi di dalamnya sudah mengikuti perkembangan ilmu dan keinginan pasar (target market).

Bagaimana Anda memastikan bahwa bahasa yang digunakan dalam buku mudah dipahami oleh siswa?

Berdasarkan informasi dari salah satu teman copy editor, mahasiswa akan lebih tertarik membaca materi jika pembahasan dimulai dengan menyebutkan contoh kasus terkini yang relevan dengan materi buku.

Bagaimana Anda menjaga agar isi buku tetap relevan dan menarik bagi siswa?

Melakukan riset jika minim contoh kasus di sebuah naskah, atau bertanya dulu ke penulisnya kira-kira beliau ada contoh-contoh kasus yang relevan atau tidak.

Apa tren terbaru dalam penerbitan buku PTU yang perlu diperhatikan?

Kalau PTU masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya, paling buku-buku non fiksi yang bertema self improvement, di mana tidak hanya dalam bentuk kumpulan esai, tetapi isi buku self improvement yang praktikal (ada journaling prompt atau kuis di setiap akhir chapter) juga digemari pembaca zaman sekarang.

Bagaimana teknologi telah mengubah cara Anda bekerja sebagai editor buku PTU?

Saya biasanya menggunakan chatgpt untuk mencari variasi penjelasan untuk presentasi di sidang redaksi, tentunya saya pilih dan parafrase lagi, teknologi cukup membantu tapi saya tidak ingin selalu bergantung pada teknologi tsb.

Apa saran Anda bagi orang-orang yang ingin berkarir sebagai editor buku PTU? Kualitas apa yang harus dimiliki oleh seorang editor yang baik?

Fleksibel dan sering-sering merefleksi kekurangan dari usaha yang sudah dilakukan, karena terkadang rencana yang kita kira akan menghasilkan tingkat konsumsi produktif, ternyata menurut atasan bisa jadi kurang memenuhi standar kebutuhan pasar, serta kemampuan teliti saat melakukan riset dan menyusun proposal naskah untuk sidang.

Baca terus Rubrik Profil di Loker ID untuk mendapatkan perspektif menarik lainnya dari expert lainnya!