Viona Daisy: Ilustrasi yang Bercerita Layaknya Buku Itu Sendiri

Sejatinya sebuah buku tidak hanya tentang isinya saja, melainkan juga cover yang menjadi ilustrasi buku tersebut. Apakah cukup menggambarkan isi buku atau tidak. Percaya atau tidak, cover buku menjadi penentu apakah calon pembeli akan membeli atau membaca suatu buku. Dan untuk level yang lebih serius, tak jarang lho, kolektor buku bisa membeli buku yang sama dengan cover yang berbeda.
Karenanya, menerjemahkan isi buku ke dalam suatu ilustrasi adalah sesuatu yang spesial. Seorang ilustrator membutuhkan sense dan taste terhadap naskah yang akan dibuat cover-nya. Dan itu pertimbangannya tidak semata tarikan garis, rupa gambar, melainkan juga warna, tone, nuansa dan suasana yang dapat benar-benar menggambarkan isi buku.
Enggak perlu bingung gaes, Viona Daisy akan bercerita lengkap mengenai pengalaman dan passion-nya di dunia ilustrasi buku. Dari hobi membaca, senang menggambar, tapi belakangan kalau ada chance mau mencoba menjadi pengrajin keramik. Gas langsung obrolan kami ya!
Bagaimana Anda pertama kali tertarik dengan ilustrasi?
Waktu kecil, di rumah ada beberapa buku anak yang dilengkapi dengan ilustrasi yang bagus-bagus. Selain memanjakan mata, ilustrasi-ilustrasi tersebut juga mampu membuatku lebih memahami jalan cerita. Ilustrasi membuat pengalaman membaca menjadi semakin menyenangkan, membuatku jadi ingin bisa membuatnya juga.
Selain membuat ilustrasi, apakah ada kegiatan/profesi lain yang Anda tekuni? Boleh diceritakan
Selain membuat ilustrasi, aku juga cukup sering bermain dengan air dry clay. Awalnya gara-gara aku ingin menggunakan anting. Karena telingaku tidak ditindik, yang bisa dipakai cuma anting jepit. Pilihan anting jepit di pasaran saat itu relatif sedikit, jadi aku pikir, kenapa tidak bikin sendiri aja? Setelah mencari-cari informasi, kira-kira bahan apa yang cocok, akhirnya aku mencoba untuk berkreasi dengan air dry clay. Selain relatif mudah diolah, proses pengeringannya pun mudah, tinggal diangin-anginkan. Beberapa kenalan melihat hasil karyaku, dan kemudian memintaku membuatkan replika makanan untuk pajangan ataupun properti foto.
Apa latar belakang pendidikan Anda? Apakah Anda memiliki pendidikan formal dalam bidang seni rupa atau desain?
Aku memiliki keinginan untuk mengambil jurusan yang memungkinkan aku untuk sering menggambar. Aku sempat kuliah di jurusan arsitektur, namun setelah menjalani selama 1 tahun, aku menyadari bahwa ini bukan jurusan yang tepat untukku. Karena itu aku kemudian pindah ke jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV). Jadi, bisa dibilang memiliki pendidikan formal di bidang desain.
Bagaimana Anda memulai karier sebagai ilustrator buku? Apa proyek pertama Anda?
Selain menggambar, hobiku yang lain adalah membaca buku. Dalam bayanganku, pasti menyenangkan kalau bisa punya pekerjaan yang memungkinkan untuk sekaligus melakukan kedua hobi ini. Menjadi ilustrator sampul buku adalah profesi yang memungkinkan aku untuk melakukan kedua hobiku tersebut.
Saat itu, aku tidak memiliki kenalan dalam dunia penerbit, karena itu aku kemudian membuat ilustrasi-ilustrasi yang sekiranya bisa memberi gambaran hasil karya seperti apa yang bisa kuhasilkan. Disertai perkenalan diri, karya-karya tersebut kukirimkan kepada penerbit-penerbit. Dari sekian banyak, untungnya ada beberapa penerbit yang menyambut baik dan menunjukkan ketertarikan untuk bekerja sama. Proyek pertamaku adalah buku terbitan Marjin Kiri, judulnya "Kenang-Kenangan Mengejutkan Si Beruang Kutub", karangan Claudio Orrego Vicuña.

Dari mana Anda biasanya mendapatkan inspirasi untuk membuat ilustrasi cover? Apakah ada buku atau ilustrator yang sangat Anda kagumi?
Karena yang kulakukan adalah membuat wajah dari buku, maka inspirasi muncul dari naskah buku itu sendiri. Dari tulisan di dalam naskah, aku kemudian mengembangkan bentuk, warna, tekstur visual yang sekiranya bisa mewakili. Beberapa ilustrator dan desainer sampul buku yang kukagumi karyanya: Carson Ellis, Rebecca Green, Isabelle Arsenault, Julia Sarda, Chip Kidd, Peter Mendelsund.
Bisa jelaskan secara singkat proses kerja Anda dari awal konsep hingga hasil akhir? Apakah Anda menggunakan teknik digital atau tradisional, atau kombinasi keduanya?
Awalnya aku akan membaca dulu brief dan naskah dari buku yang hendak dibuat ilustrasi sampulnya. Kemudian aku akan mengumpulkan ide-ide yang menarik diangkat, bisa berupa kejadian, buah pemikiran, atau obyek yang penting dalam buku. Setelahnya aku akan membuat beberapa alternatif sketsa untuk melihat mana yang paling cocok. Sketsa yang disetujui kemudian diberi warna dan difinalisasi.
Untuk saat ini aku kebanyakan menggunakan teknik digital, tapi tidak menutup kemungkinan di masa depan untuk menggunakan kombinasi teknik digital dan tradisional.
Apa tantangan terbesar yang pernah Anda hadapi sebagai ilustrator cover buku? Bagaimana Anda mengatasinya?
Tantangan yang sering kuhadapi hingga saat ini adalah ketika membuat ilustrasi sampul buku dengan tema tertentu yang tidak kukuasai ataupun dengan isu sensitif. Ilustrasi sampul buku-buku tersebut harus menarik dan tepat sasaran, namun tidak menyinggung ataupun memberi informasi yang salah. Untuk mengatasinya, aku akan melakukan riset dan berdiskusi dengan pihak penulis maupun penerbit.
Alat dan perangkat lunak apa yang paling sering Anda gunakan dalam proses pembuatan ilustrasi?
Aku menggunakan laptop dan graphic tablet untuk membuat ilustrasi, sedangkan untuk perangkat, aku biasanya menggunakan photoshop.
Lebih suka mengilustrasikan cover buku fiksi atau non-fiksi?
Dua-duanya menyenangkan, dan memiliki kelebihan serta kekurangannya masing-masing. Tapi karena pada dasarnya aku suka membaca cerita, membaca naskah dalam proses pembuatan ilustrasi buku fiksi terasa sebagai nilai tambah. Selain itu, biasanya ilustrasi untuk sampul buku fiksi juga bisa lebih bermain.
Menurut Anda, apa yang membuat sebuah ilustrasi cover buku menjadi bagus dan efektif?
Sampul buku perlu bisa membuat pembaca mendapat gambaran, pengalaman seperti apa yang kira-kira akan mereka dapatkan ketika membaca buku tersebut. Karena itu, selain visual yang menarik, sebuah ilustrasi juga harus mampu menampilkan nuansa buku tersebut. Kecuali memang sengaja dirancang dengan konsep khusus, akan bagus kalau ilustrasi bisa membuat pembaca tahu bahwa itu buku cerita fantasi anak atau buku horor, misalnya, sebelum membaca sinopsisnya.

Bagaimana biasanya Anda berkolaborasi dengan penulis atau penerbit dalam membuat ilustrasi cover? Apakah ada kendala yang sering muncul?
Dalam pembuatan ilustrasi sampul buku, semua proses kreatif dilewati dan dibahas bersama-sama supaya ilustrasi bisa mewakili buah pemikiran penulis maupun penerbit untuk buku tersebut.
Agar ilustrasi yang dihasilkan bisa maksimal, ketika ada yang perlu dipahami lebih lanjut, aku akan menanyakannya. Sangatlah penting untuk mendengarkan masukan dan tanggapan penulis maupun penerbit, karena merekalah yang paling tahu soal buku yang akan dibuat ilustrasi sampulnya tersebut. Untungnya hingga saat ini tidak ada kendala yang berarti.
Apakah ada cover buku yang pernah Anda buat yang paling Anda sukai?
Yang paling kusukai adalah ilustrasi sampul buku pertama yang pernah kubuat untuk penerbit Marjin Kiri, "Kenang-Kenangan Mengejutkan si Beruang Kutub". Aku masih ingat, waktu kirim ilustrasi ke penerbit, rasanya sungguh dag dig dug. Karena saat itu merupakan pertama kalinya aku membuat ilustrasi untuk sampul buku. Aku tidak tahu bagaimana tanggapan yang akan kudapat. Apakah ilustrasi sampul tersebut bisa menggambarkan isi buku dengan baik, dan apakah bisa memenuhi harapan. Ketika diterima dan ternyata hampir tanpa revisi, rasanya lega dan senang sekali. Perasaan senang ini masih aku rasakan setiap aku menerima tanggapan yang positif dari penerbit maupun penulis.
Bagaimana Anda melihat perkembangan industri ilustrasi buku di Indonesia saat ini?
Ilustrasi buku sekarang semakin beragam dan berani bereksperimen. Selain itu, apreasiasi orang-orang terhadap ilustrasi buku juga semakin meningkat.
Seberapa penting peran ilustrasi cover dalam menarik minat pembaca?
Ketika di toko buku, biasanya sebuah buku akan diletakkan berdampingan dengan banyak buku-buku lainnya. Waktu yang dimiliki tiap buku untuk masuk dalam pandangan calon pembaca sangatlah singkat. Dalam waktu yang hanya sebentar itu, sebagai hal yang biasanya pertama kali dilihat oleh pembaca, ilustrasi sampul buku merupakan salah satu elemen yang berpengaruh dalam keputusan calon pembaca. Apakah membuat penasaran dan kemudian tergerak meraih buku tersebut, atau malah melewatinya begitu saja.
Jika diberi kesempatan, ilustrasi cover buku seperti apa yang ingin Anda buat?
Aku ingin membuat ilustrasi sampul buku mix media, yang menggabungkan berbagai teknik dan material untuk menciptakan sebuah ilustrasi konseptual yang utuh.
Apakah budaya atau lingkungan sekitar Anda memengaruhi gaya ilustrasi Anda? Boleh diceritakan sejauh mana pengaruhnya?
Aku tumbuh besar dengan membaca berbagai buku dengan berbagai gaya ilustrasi. Meskipun gaya ilustrasinya berbeda-beda, saat itu rasanya kebanyakan adalah ilustrasi dengan media cat air atau teknik manual lainnya, dan memiliki banyak detail yang indah. Ketika membaca ulang, terkadang aku melihat detail baru yang tidak disadari sebelumnya. Rasanya seperti sedang berpetualang dan menemukan harta karun tersembunyi. Mungkin itu yang menyebabkan hingga saat ini aku menyukai gaya gambar yang detail dan memiliki tekstur layaknya ilustrasi dengan teknik manual.
Adakah profesi lain yang ingin Anda jajal? Kalau iya apa dan mengapa?
Aku ingin menjadi pengrajin keramik. Karena selama ini seringkali hanya membuat ilustrasi dalam bentuk dua dimensi saja, dan produk air dry clay memiliki batasan dalam penggunaannya, seperti tidak bisa digunakan untuk menaruh makanan. Aku ingin membuat dalam bentuk yang lebih bisa digunakan dalam kegiatan sehari-hari, seperti perhiasan dan alat makan dari keramik.
Dalam dunia penerbitan, ada beragam profesi. Mulai dari ilustrator buku, editor buku, sampai penerjemah. Yuk, baca profesi-profesi menarik lainnya di Rubrik Profil Loker ID!