Dunia Kerja

Hal yang Perlu Dirahasikan ke Atasan

dont-say-bosPunya atasan asyik dan bisa diajak mengobrol bebas dan memiliki kemauan untuk dekat dengan karyawan-karyawannya tentu menyenangkan. Meskipun seolah tidak ada jarak antara Anda dan atasan—Anda bisa mengatakan dengan bebas apa yang di kepala Anda, tetap saja ada beberapa hal tabu yang dilarang untuk dikatakan kepada atasan.

  1. Olokan Untuk Atasan

Sudah umum terjadi terkadang para karyawan memberikan julukan kepada atasannya. Demikian juga yang terjadi kepada bos Anda ini. Tetapi seberapa menyenangkannya atasan, jangan sampai apa yang menjadi candaan sesama rekan kerja selevel mengenainya sampai ke telinga atasan. Anda tidak mau’kan timbul masalah ke depannya?

Lagian dengan menginformasikan hal tersebut hanya akan mengesanka kalau Anda “menjilat” dan Anda juga akan kehilangan teman-teman di kantor.

  1. Perpanjangan Atasan

Demikian juga sebaliknya, jangan juga menceritakan apa-apa yang diceritakan atasan kepada Anda ke rekan-rekan kerja yang lain. Atasan sudah memercayai ceritanya kepada Anda, masakan dengan semena-mena Anda menceritakan semuanya kepada rekan-rekan? Bisa-bisa atasan kehilangan muka.

  1. Alasan Resign

Jangan terlalu jujur. Jika memang Anda sudah berencana resign sejak enam bulan lalu, jangan mengatakan secara blak-blakkan dengan atasa mengenai rencana tersebut. Seberapa asyiknya dia, tetaplah atasan Anda yang menilai kinerja Anda. Tidak ada yang tahu apakah dia akan mengganjal Anda untuk pindah atau apapun itu.

  1. Cuti

Kalau Anda ingin mengajukan cuti, ajukan saja secara sewajarnya. Tidak perlu menjelaskan dengan jelas dan detail Anda bakal kemana dan apa saja kegiatan Anda. Penting buat Anda untuk tetap menjaga jarak ke atasan, sehingga tetap berada di garis netral dan bisa lebih bersikap objektif.

  1. Terlalu Jujur

Jika suatu masa dia menanyakan pendapat Anda mengenai pola kepemimpinannya, Anda tidak perlu menjelaskan secara blak-blakkan dan mengatakan dengan lugas pandangan-pandangan rekan lain mengenai kepemimpinannya. Tidak perlulah dia tahu kalau ternyata tidak semua karyawan menyukainya. Karena secara tak sadar dia seharusnya dia bisa membacanya. Anda bisa menjawab dengan memulainya dengan hal-hal positif darinya baru kemudian masukan yang disampaikan dengan halus tidak menyudutkan.