Retno Pratiwi: Pentingnya Berjejaring sebagai HR dan Update Teknologi Informasi

Apa yang membuat Anda tertarik untuk terjun ke dunia HR?
Menurut saya dunia HR sangat menantang. Berhubungan dengan berbagi macam karakter orang dan dari berbagai macam latar belakang. banyak hal yang dipelajari sebagai HR , dari menilai karakter karyawan, handling complain karyawan sampai dengan pengembangan organisasi/perusahaan.
Sebagai Human Resources Manager, apa saja tugas dan tanggung jawab utama Anda sehari-hari?
Bertugas make sure perhitungan gaji level staff up, mengawasi proses seleksi karyawan baru, dan offering gaji calon karyawan, memastikan training berjalan on time, serta memastikan hubungan harmonis antar pekerja dan hubungan perusahaan dengan pihak eskternal.
Apa perbedaan paling menonjol antara peran Anda sebagai Trainer dan HR Manager?
Perbedaan paling menonjol antara peran saya sebagai Trainer dan HR Manager terletak pada fokus dan pendekatan terhadap pengembangan sumber daya manusia. Sebagai Trainer, saya fokus langsung ke pengembangan kompetensi individu melalui pelatihan, untuk memberdayakan individu dengan keterampilan dan pengetahuan spesifik yang mereka perlukan.
Di sisi lain, sebagai HR Manager, peran saya lebih strategis dan mencakup keseluruhan siklus hidup karyawan dalam perusahaan—mulai dari rekrutmen, manajemen kinerja, hingga pengelolaan budaya perusahaan. Saya tidak hanya mendukung peningkatan kemampuan individu, tapi juga merancang kebijakan dan inisiatif yang mendukung kesejahteraan serta pertumbuhan seluruh tim, dengan pandangan jangka panjang terhadap keselarasan antara tujuan karyawan dan visi perusahaan.
Singkatnya, sebagai Trainer saya berada di “garis depan” pembelajaran, sementara sebagai HR Manager, saya lebih “di balik layar,” merancang strategi dan kebijakan untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pembelajaran dan perkembangan berkelanjutan.
Bisa ceritakan tentang pengalaman bekerja sebagai HR yang paling berkesan bagi Anda? Apa yang membuatnya menjadi susah untuk dilupakan?
Pengalaman yang tidak terlupakan adalah waktu saya jadi recruiter. Pada proses rekrutmen, saat pandemi covid, saya tidak sengaja batuk di dekat kandidat. kandidat merasa tersinggung dan mengajak saya ke pengadilan, karena rasa tersinggungnya, dikira saya batuk ada maksud tertentu terhadap yang bersangkutan . Hahaha ..

Apa yang paling Anda sukai dari pekerjaan sebagai HR? Momen apa yang membuat Anda merasa paling puas sebagai seorang HR?
Paling suka ketika bertemu dengan karakter baru dari karyawan. Ada momen dimana saya profiling dan belajar hal baru lagi untuk menghadapi karakter karyawan yang nano-nano alias sulit ditebak. Saya merasa paling puas ketika dapat mendamaikan karyawan yang sedang "tidak baik-baik saja dengan karyawan lain" dan mendapatkan win win solution atas perselisihan antara pekerja dan perusahaan.
Keterampilan apa saja yang menurut Anda paling penting untuk dimiliki oleh seorang HR Bagaimana Anda mengembangkan keterampilan-keterampilan tersebut?
Keterampilan dalam mengelola emosi, keterampilan komunikasi dan problem solving. Saya mengembangkannya , dengan learning by doing. Dulu, awal saya menjadi HR, saya masih sangat minim dalam ketiga keterampilan tersebut. Namun, seiring dengan banyaknya kejadian-kejadian dalam dunia HR yang saya hadapi, saya selalu mengevaluasi dan improve dari hasil tindakan saya.
Menurut Anda, apa saja perubahan paling signifikan dalam dunia perekrutan dalam beberapa tahun terakhir?
Perubahan yang signifikan adalah sekarang semua serba digital. psikotest bisa via online, lamar kerja via online, interview via online, dsb. Ini membuat kita sebagai HR harus melek dalam perkembangan teknologi tersebut.
Tantangan apa yang paling sering dihadapi oleh HR dalam proses perekrutan saat ini? Bagaimana cara mengatasi tantangan tersebut?
Tantangannya, kadang di-ghosting pelamar hahaha .. Kadang sudah tahap sampai nego gaji dan deal, pada hari pertama masuk kerja, tiba-tiba batal join dan nomor kami diblokir. Cara mengatasinya saat ini yang kami lakukan adalah memperlakukan kandidat dengan sebaik mungkin, clear kan semua info di awal, ketika kandidat ada keraguan. Ini dilakukan agar proses berjalan smooth sampai yang bersangkutan join dan menjadi karyawan kami.
Dalam perekrutan kandidat, kualitas apa yang paling Anda cari pada calon karyawan saat ini? Mengapa kualitas tersebut penting?
Yang tahan tekanan tentunya, yang inisiatif, percaya diri dan tidak mudah menyerah. Karena di era sekarang, kita harus bergerak cepat , dan banyak tuntutan pekerjaan yang dikerjakan dengan fast pace. Kalau tidak bisa mengikuti, maka akan gugur dengan sendirinya.

Seberapa penting membangun jaringan dalam karier HR? Bagaimana cara membangun dan menjaga jaringan yang baik?
Penting banget! Dengan banyak ikuti forum, WhatAapp group dan aktif di sosial media profesional seperti LinkedIn bisa membantu membangun dan menjaga jaringan. Kemudian memulai komunikasi lebih dulu, sharing pengalaman di tempat kerja masing-masing, dan bangun relasi dengan melakukan hobi yang sama bisa jadi cara menjaga berjejaring.
Bagaimana cara seorang HR tetap up-to-date dengan perkembangan terbaru di bidang HR?
Dengan update info-info yang ada di group Whatsapp HR, dan artikel-artikel seputar ketenagakerjaan .
Kegiatan apa yang bisa dilakukan untuk terus belajar dan mengembangkan diri sebagai HR?
Mengikuti forum, gathering HR dan mengikuti seminar serta sertifikasi yang mendukung pekerjaan sebagai HR.
Apa saran Anda untuk seseorang yang ingin memulai karier di bidang HR?
Jangan pernah berhenti belajar, selalu haus akan ilmu baru, dan terbuka dengan masukan-masukan senior HR .
Pendidikan dan sertifikasi apa yang menurut Anda penting untuk dimiliki untuk berprofesi sebagai HR?
Certified Human Resources Professional dan sertifikasi SDM dari BNSP.
Itu tadi cerita Retno. Mau tahu lebih banyak mengenai perspektif HR dalam memandang dunia kerja saat ini dan dinamika perekrutan zaman now? Salah satu perspektif menarik bisa Anda temukan di tulisan Seto Wicaksono: Dari Diskriminasi Perekrutan sampai Gembar-Gembor Kebobrokan Gen Z.