Oktrido Asrialdi: "Poles Diri dengan Personal Branding, Tampil Beda Itu Penting!"

Author
Ditulis olehTim Loker • Update 26 Mei 2025
Rubrik Profil

pengalaman-oktrido-sebagai-career-coach-tahun-2024

Dunia kerja ibarat berlayar di lautan lepas. Kalau kita enggak punya navigasi yang tepat, kita bisa terombang-ambing tanpa pernah bisa menginjak daratan lagi. Lumayan kalau kita punya kapal oke untuk bisa terus berlayar menantang badai? Kalau kapal oleng, ambruk, terus terdampar di pulau tanpa penghuni, gimana?

Career coach adalah profesional yang expert di bidang perencanaan karier buat Anda yang masih galau dengan apa yang diinginkan dan dibutuhkan di dunia kerja. Bersama career coach, kita juga bisa mendapatkan insight mengenai dinamika dunia kerja saat ini. Mulai dari perkembangan, tantangannya seperti apa, dan bagaimana tips menghadapi situasi "gila" dunia kerja sekarang.

Loker ID sangat beruntung karena bisa menggali perspektif, pengalaman, dan pandangan seorang career coach--Oktrido Asrialdi, ngobrolin mengenai tantangan dan peluang kerja saat ini. Intinya adalah, era sekarang sangat perlu melakukan personal branding secara mandiri. Perluas network, karena dunia kerja sekarang ibarat “The Hunger Games”. Buat profil medsos bersinar, jangan hanya berhenti di "looking for opportunities" saja, temukan, dapatkan, tunjukkan sisi terbaikmu!

Yuk, dengarkan langsung insight inspiratif Oktrido di sini!

Apa yang mendorong Anda untuk beralih dari talent acquisition menjadi career coach? Bagaimana pengalaman Anda di bidang talent acquisition membentuk perspektif Anda saat ini sebagai seorang career coach?

Kenapa pindah dari talent acquisition ke career coach? Dari awal kerja sebagai Talent Acquisition, saya sering banget "ditodong" temen untuk diskusi terkait lamaran kerja mereka, baik dari CV, LinkedIn profile, interview, sampai perencanaan karier.

One day, saya ditawarin sama salah satu Digital School buat jadi Career Coach mereka. Dari situ saya mulai fokus menekuni dunia coaching sampai ambil sertifikasi yang harganya bisa dibilang enggak murah.

Dan jadi Career Coach itu kayak punya kepuasan batin tersendiri, bisa ngebantuin "coachee" untuk mikir bareng gimana buat ngasih dampak ke karir mereka. Ditambah lagi saya bisa sharing insight yang saya punya terkait dunia perekrutan ke para klien.

Apa yang menjadi alasan Anda memilih untuk mengambil magister bisnis di India? Bagaimana pengalaman belajar di sana mempengaruhi pandangan Anda terhadap dunia kerja, terutama di bidang pengembangan karir?

Kenapa milih kuliah bisnis di India? India tuh ibaratnya kayak pusat segala hal yang lagi nge-trend di teknologi dan startup. Rata-rata perusahaan teknologi global kayak Google, Meta, Microsoft dll itu punya pusat IT di India. Di sini, bisa ngerasain hustle-nya orang-orang yang ambisius banget. Plus, makanannya bikin petualangan perut setiap hari, haha. Enggak bisa kita pungkiri, di Indonesia sendiri kita banyak memiliki ekspatriat yang datang dari India. Belum lagi kalau buka tutorial atau pelatihan dari channel Youtube, pasti sering ketemu orang India kan? Hehe..

pentingnya-navigasi-karier-kata-oktrido-tahun-2024

Bagaimana menurut Anda lanskap perekrutan telah berubah secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir, terutama dengan adanya teknologi AI dan platform digital?

Nah, sekarang kalau mau apply kerja, jangan kaget kalau yang pertama baca CV kita itu mesin. Jadi, mesti pintar-pintar bikin CV yang enggak cuma indah di mata manusia, tapi juga bikin mesin langsung bilang “match found!” Tapi tenang aja, teknologi ini ngasih perekrut waktu lebih buat lihat siapa yang “punya vibe” di luar sekadar hard skills. Jadi, siapa tahu CV kita akhirnya dibaca lebih dari sekedar “scanning”.

That's why sekarang banyak perusahaan merekomendasi kandidat gunain CV-ATS Friendly which is yang mudah dibaca oleh mesin.

Keterampilan apa saja yang paling sering dicari oleh perusahaan saat ini, dan bagaimana kandidat dapat mengembangkan keterampilan tersebut?

Sekarang perusahaan butuh skill yang “lebih dari sekadar teori” kayak adaptasi secepat charger hp, kemampuan komunikasi yang enggak bikin ngantuk, dan problem-solving kayak detektif. Buat ngembangin ini? Jangan cuma baca buku atau ikut kursus, langsung aja coba di project beneran biar skill kita “jadi otot,” bukan cuma teori di atas kertas. Entah itu melalui magang ataupun self-project.

Apa tren terbaru dalam dunia perekrutan yang perlu diketahui oleh para pencari kerja saat ini? Misalnya, pentingnya personal branding, soft skills, atau pengalaman kerja yang unik.

Nih, sekarang personal branding tuh udah kayak kartu nama, beneran penting banget! Semua orang lebih suka sama yang punya “kepribadian” di luar CV. Jangan takut bikin branding sendiri di media sosial kayak LinkedIn, tunjukin skill dan minat kita yang bikin orang “Hmm... kayaknya orang ini beda!”

Mengapa personal branding sangat penting dalam dunia kerja saat ini? Bagaimana kandidat dapat membangun personal brand yang kuat?

Karena kalau kita enggak branding diri sendiri, ya siapa lagi? Dunia kerja sekarang kayak “The Hunger Games” siapa yang keliatan, dia yang dapet kesempatan duluan. Bikin personal brand yang nunjukin kita sebagai “pemain utama” di bidang yang kita geluti, bukan cuma figuran. Mulai dari LinkedIn yang isinya bukan cuma “Looking for opportunitiesaja, ya.

Bagaimana peran media sosial dalam membangun personal branding? Platform mana yang paling efektif untuk digunakan oleh para pencari kerja?

LinkedIn tuh ibaratnya jadi “Instagram” buat karier dimana kita bisa posting insight, pencapaian, atau apa pun yang bisa bikin feed orang penuh sama vibes kita yang positif. Kalau kita di bidang kreatif, mainkan juga Instagram atau Twitter. Jadi, yang penting, apa pun platform-nya, jadiin diri kita tetap relatable dan kasih hint siapa kita sebenarnya (pastinya dengan professional twist).

career-coach-si-navigator-karier-tahun-2024

Seberapa penting networking dalam membangun karir? Strategi apa yang dapat dilakukan oleh kandidat untuk memperluas jaringan mereka?

Network itu kayak “plus one” di event-event karier kita. Semakin banyak kenalan, semakin banyak juga info soal peluang yang enggak ada di job board. Ikut event, gabung komunitas, atau aktif di LinkedIn itu enggak cuma “nyepam” orang sih, tapi lebih ke nunjukin ke dunia kalau “hey, gue ada di sini!”

Strategi apa yang paling efektif bagi kandidat untuk menangkap peluang kerja di tengah persaingan yang ketat?

Lagi-lagi personal branding kita harus on point, dan minta testimoni dari orang yang tahu skill kita. Kalau bisa, pastikan orang-orang ngeliat pengalaman unik yang bikin kita lebih dari sekadar “pelamar kerja.” Ya, kayak bikin CV cerita superhero tentang diri sendiri , tapi jangan lebay ya!

Tips apa yang dapat Anda berikan kepada kandidat untuk mempersiapkan diri menghadapi wawancara kerja, terutama wawancara virtual?

Cari spot yang bebas dari drama, pastiin sinyal lancar (kalau bisa coba test video call temen dulu untuk mastiin sinyal bagus) dan ingat lihat ke kamera biar keliatan kayak kita emang engaged. Bahasa tubuh jangan kaku kayak patung, santai tapi sopan, kasih kesan interviewer kayak “Ini nih orang yang gue cari!”tantangan-menjadi-career-coach-tahun-2024

Bagaimana kandidat dapat merencanakan dan mengembangkan karir mereka secara jangka panjang?

Pertama, bayangin karir kita kayak game RPG: kita punya misi utama, tapi mesti ngambil banyak side quest buat naik level. Bikin planning yang fleksibel, jadi bisa adjust kalau tren berubah. Terus, jangan stuck di comfort zone; yang bikin “level up” itu pengalaman baru, bro!

Tantangan apa yang sering dihadapi oleh career coach dalam membantu klien mereka mencapai tujuan karir mereka?

Tantangannya tuh kadang klien enggak tahu sebenarnya mereka mau apa. Nah, tantangan buat saya, gimana bikin mereka nemu tujuan karier yang pas tanpa terkesan “jualan impian.” Jadi kayak “kamu mau jadi apa?” tapi lebih ke yang realistis dan achievable.

Bagaimana Anda melihat peran career coach akan berkembang di masa depan?

Career coach bakal lebih kayak partner hidup di dunia karier, terus ada buat bantu “find yourself” di dunia kerja yang gila ini. Di masa depan, career coach mungkin bakal kayak navigator di tengah derasnya perubahan industri, siap bantu orang untuk tetep ngapung bahkan pas angin lagi kencang-kencangnya.

Menurut Anda, apa yang akan menjadi tantangan terbesar bagi para pencari kerja di tahun 2025 mendatang?

Kayaknya kemampuan beradaptasi bakal jadi tantangan gede, apalagi tiap hari ada aja teknologi baru. Jadi, persiapkan mental buat belajar terus dan siapkan skill yang bisa jadi senjata pas ngadepin pasar kerja yang serba unpredictable. Pastikan diri kita "equipped" dengan training/ sertifikasi yang relevan dengan pekerjaan yang diincer.

Saran apa yang ingin Anda berikan kepada para fresh graduate yang baru memasuki dunia kerja?

Jangan buru-buru nyari title keren atau gaji gede. Dunia kerja tuh bukan film superhero yang kita langsung jadi “the best of the best”. Fokus dulu buat belajar, cari mentor, bangun network, dan bikin diri lo jadi “valuable.” So, siap-siap buat fase “belajar dari bawah” sebelum jadi bintang di dunia kerja.

Baca insight career coach lain di artikel Challida Hikmarani: Menata Karier dan Tujuan Karier Bersama Career Coach.