Farah Afriani: Menjadikan Pound Fit Ruang Aman Berolahraga dan Menyebarkan Positive Vibes

Sebaik-baiknya passion adalah passion yang bisa memberikan manfaat untuk orang lain. Itulah yang dialami oleh Farah Afriani yang dulunya lebih dikenal sebagai aktivis perempuan yang memperjuangkan isu-isu marginal sekaligus penerjemah Bahasa Inggris ini, kini memperluas passion dan kebermanfaatannya untuk masyarakat luas dengan cara menjadi instruktur Pound Fit atau kerap disebut Pound Pro. Menurutnya, menjadi Pound Pro tidak hanya bermanfaat untuk dirinya secara pribadi--menjaga kesehatan fisik dan mental--lebih dari itu bisa menyebarkan positive vibes dan mematahkan stigma mengenai definisi bentuk badan "ideal" untuk praktisi olahraga.
Pound Pro yang juga bekerja formal sebagai Project Manager di perusahaan penerjemahan di Yogyakarta ini juga bercerita sejak menjadi pengajar Pound, ia mendapati kalau kebanyakan partisipan Pound Fit tidak hanya mencari pelepasan fisik melainkan juga "pelepasan emosi". Mengetahui hal tersebut, membuat penulis buku Kelam Kelamin (2020) ini berikhtiar untuk menjadikan komunitas olahraga Pound Fit yang digalangnya sebagai ruang aman untuk perempuan dan kelompok marginal lainnya. Bahkan, ia bercita-cita bisa membawa Pound Fit menjadi olahraga yang bisa dinikmati oleh teman-teman disabilitas serta kelompok orang yang memiliki keterbatasan akses terhadap olahraga.
Menjadi aktivitas perempuan/penerjemah/project manager dan saat ini Poud Pro seolah merupakan profesi yang berbeda sama sekali. Meski titelnya berbeda, Farah membawa energi dan semangat yang sama sehingga membuat setiap pesan yang ingin ia sampaikan dalam pekerjaannya tersampaikan tepat sasaran.
Seperti apa Farah memaknai "profesi" barunya ini? Langsung tancap gas membaca obrolan kami!
Apa yang awalnya menarik Anda untuk mencoba Pound Fit?
Aku pribadi memang sebetulnya suka olahraga dengan musik. Awalnya dulu ikut Zumba dan Street Dance, tapi karena nggak nemu sisterhood-nya, jadi nggak rutin ikutan.
Apa yang membuat Anda memutuskan untuk mengambil sertifikasi instruktur Pound Fit?
Alasan utamanya adalah karena aku suka Poundfit, dan banyak manfaat yang kudapat dari sana. Sehingga, aku ingin orang lain merasakan apa yang aku rasakan. Selain itu, di Pound aku mendapatkan stress relief, yang kuanggap ini bisa jadi manfaat untuk perempuan (utamanya), mumpung sama2 tertindas kan kita.
Apakah ada momen tertentu yang menjadi titik balik dalam keputusan Anda untuk menjadi instruktur Pound Fit?
Ada tentunya, karena aku merasa bahwa olahraga lekat dengan stigma orang dengan badan bagus. Tapi, di Pound aku merasa orang boleh jadi dirinya sendiri, jadi, dengan badan besar sepertiku dan aku mampu, kenapa tidak?

Bagaimana proses mengikuti pelatihan menjadi instruktur Pound Fit? Apa saja tantangan yang Anda hadapi selama proses tersebut?
Proses training sangat melelahkan karena emang practice-nya hampir seharian. Besoknya langsung doms (delayed onset muscles sore). Abis 1.200 kcal ada kayaknya, saking rapet-nya frekuensi praktik dan teori. Namun, Master Training-nya, Mbak Tari Wirtjes ini memang hebat! Energinya 200%, nyetrum banget ke para Pound Pro Trainees.
Apa yang paling Anda sukai dari menjadi instruktur Poundfit?
Aku senang bisa melihat para perempuan bebas untuk menjadi dirinya sendiri—sesuatu yang HAMPIR nggak pernah ada kemungkinannya karena berbagai stigma dan tuntutan yang ada. Sehingga, di kelas, aku selalu berusaha menciptakan ambience tanpa penghakiman alias no judgment at alllll!
Bagaimana Anda membandingkan pengalaman menjadi instruktur Pound Fit dengan pengalaman Anda sebagai penerjemah dan project manager? Apakah ada kesamaan atau perbedaan yang signifikan?
Yang jelas, menjadi seorang Pound Pro dan pekerja korporat/freelancer membutuhkan satu hal yang sama, yaitu: profesionalitas. Dalam menjadi sebuah project manager/penerjemah lepas, aku harus berani luwes dan adaptif dalam bekerja sama dengan orang lain. Di dalam Pound pun sama, aku tidak bisa melulu memikirkan diri sendiri, semacam hanya melulu peduli pada performaku saat mengajar, tapi juga peduli pada bagaimana Pound Posses (peserta) juga menikmati kelas yang tersaji.

Apakah ada keterampilan atau pengetahuan yang Anda dapatkan dari pekerjaan sebelumnya yang berguna dalam menjadi instruktur Pound Fit?
Yap, jelas ada. Aku jadi bisa lebih mengatur waktu dan memiliki kemampuan multitasking yang baik.
Bagaimana Anda mengatur waktu dan energi untuk menjalankan ketiga peran tersebut? Belum lagi menjadi aktivis perempuan...
Aku pribadi menjalankan sesuai dengan schedule saja dengan ritme yang sudah aku perkiraan sebelumnya—seperti yang kubilang, bahwa time management yang terasah dari kantor membantu banyaaak dalam hal ini. Semuanya kujalani dengan hati lapang dan senang, meski ada saja kadang yang membuatku kecil hati, tapi yaaah c’est la vie, hidup harus tetap diusahakan supaya baik-baik saja.
Balik lagi pound fit, bagaimana menjadi instruktur Pound Fit telah mengubah gaya hidup Anda? Apakah ada manfaat lain yang Anda dapatkan dari menjadi instruktur Pound Fit selain penghasilan?
Jelas sekali, bahwa setelah menjadi Pound Pro, aku jadi lebih bisa mengenal orang banyak yang datang ke kelasku. Di balik keceriaan-keceriaan mereka saat di kelas, ternyata ada banyaaak cerita tersimpan yang menjadi pangkal mengapa olahraga menjadi katarsis terbaik untuk mereka. Singkatnya, aku lebih bisa berempati kepada orang lain.
Apa tantangan terbesar yang Anda hadapi sebagai instruktur Pound Fit, terutama saat memulai?
Aku selalu takut jika keinginanku untuk belajar tiba2 berhenti. Oleh karena itu, setiap ada perasaan puas, aku selalu mengevaluasi diriku, dengan berbagai pertanyaan, salah satunya: apakah aku sudah memberikan versi terbaikku saat aku mengajar?

Bagaimana Anda melihat masa depan karier Anda sebagai instruktur Pound Fit? Apakah ada rencana untuk mengembangkan diri lebih lanjut di bidang ini?
Aku percaya bahwa dengan segenap upaya untuk menciptakan lingkungan yang baik, inklusif, dan kondusif dalam Pound, segala hal akan menjadi lebih bermanfaat, tak hanya untuk diri sendiri, tapi juga orang lain. Rencana selanjutnya, aku dan teman-teman akan membuat Pound lebih inklusif dengan melibatkan teman-teman disabilitas dan para golongan yang tidak punya akses dalam berolahraga.
Dilansir dari Media Indonesia, olahraga Pound sudah hadir di Indonesia sejak 2016. Disebut-sebut, Pound Fit menarik banyak minat publik karena memadukan elemen menyenangkan dan bermanfaat dalam satu aktivitas. Olahraga ini menggabungkan gerakan kardio yang intens dengan ritme musik yang energik, sehingga memberikan pengalaman berolahraga yang seru dan tidak membosankan.
Selain itu, Pound Fit juga menawarkan berbagai manfaat kesehatan seperti membakar kalori, meningkatkan kekuatan otot, memperbaiki koordinasi tubuh, dan mengurangi stres. Kombinasi antara kesenangan, manfaat kesehatan, dan suasana komunitas yang terbentuk dalam kelas pound fit membuat olahraga ini semakin populer dan diminati oleh berbagai kalangan usia.
Itu tadi adalah pengalaman Farah menemukan passion baru yang kemudian menjadi profesi menyenangkan buatnya. Selain cerita Farah sebagai Pound Pro, Anda juga bisa membaca kisah inspiratif lain dari profesional lain yang menjadikan olahraga sebagai salah satu kariernya, di tulisan Robby Kowira: Ketika Profesi Dancer dan Video Editor saling Melengkapi.