Azizah A Dwarte: Membangun Mental Biji Ketapel

Mungkin Anda bingung, mental biji ketapel, maksudnya gimana? Maksudnya adalah kadang kehidupan membuat kita harus didorong jauh ke belakang untuk bisa melambung tinggi dan mendapatkan pencapaian yang lebih baik. "Kadang Tuhan menarik kita ke belakang dulu, supaya nanti kita bisa melambung jauh lebih tinggi," demikian kata Azizah A Dwarte yang bercerita banyak ke Loker ID seputar pengalamannya sebagai Talent Manager setelah sebelumnya terkena layoff.
Dinamika dunia kerja Indonesia saat ini memang sangat menantang. Untuk itu, Azizah menyarankan untuk tidak berpangku pada satu jalur, melainkan mencoba hal lain. "Jangan-jangan selama ini skill yang enggak pernah kepake itu justru bisa menjadi jalan buat kita," tambahnya. Tak disangkal, beberapa pengalaman bekerja sebelumnya sebagai Account Manager, Community - Seller Trainer, Government Relation, dan pengalaman kerja lainnya telah membangun skill dan perspektifnya dalam memandang peluang kerja.
Pergerakan media sosial yang super cepat telah membuka peluang dan kesempatan buat orang-orang yang memang mau menangkap kecepatan ini sebagai peluang untuk berkembang dan berkarier. Azizah salah satunya. Tidak mau menunggu terlalu lama mendapatkan panggilan kerja selanjutnya, Azizah membuka sendiri peluang kerjanya sebagai Talent Manager.
Bagaimana ia memulai dan menggeluti karier barunya? Gas langsung penuturannya di sini!
Boleh diceritakan gimana tugas dan tanggung jawab Anda sebagai talent manager untuk influencer mid-macro? Apa saja yang termasuk dalam manajemen sehari-hari seorang influencer?
Tugas utama saya memastikan influencer fokus bikin konten, sementara saya ngurus semua yang di belakang layar, mulai dari negosiasi sama brand, ngatur jadwal posting, sampai bantu mereka maintain image di media sosial. Keseharian saya itu kayak ngecek jadwal, pastiin deliverables sesuai brief, dan monitor performa kampanye. Intinya, bikin hidup mereka lebih gampang.
Bagaimana Anda membangun hubungan yang baik dan jangka panjang dengan para influencer yang Anda tangani?
Simpel sih, komunikasi terbuka dan transparan. Saya selalu berusaha jadi teman sekaligus partner profesional mereka. Paham apa yang mereka butuhkan, apa yang bikin mereka nyaman, dan sering kasih feedback yang jujur tapi konstruktif.
Strategi apa yang Anda gunakan untuk menemukan dan merekrut influencer baru yang sesuai dengan kebutuhan klien atau brand?
Saya selalu mulai dari research, cek niche yang cocok sama target brand. Lihat engagement, konten mereka relevan atau enggak, dan pastiin mereka punya attitude yang bagus. Kadang juga lewat referral dari komunitas influencer.
Bagaimana Anda mengembangkan strategi konten yang efektif untuk setiap influencer yang Anda kelola? Apa yang Anda pertimbangkan dalam menentukan jenis konten yang akan diproduksi?
Saya pelajari dulu audiens mereka—apa yang mereka suka, kapan mereka aktif. Lalu, saya gabungin sama brief dari brand, jadi konten yang dihasilkan bisa relate ke audiens tapi tetap sesuai tujuan brand.
Alat dan platform apa saja yang Anda gunakan untuk mengelola media sosial influencer? Bagaimana Anda mengukur keberhasilan kampanye yang telah dilakukan?
Biasanya saya pakai tools kayak TikTok Creator Center, Instagram Insights, Fastmoss, atau Kalodata. Untuk hasil kampanye, saya lihat ROI, engagement rate, dan apakah brand happy dengan hasilnya.

Bagaimana Anda menangani krisis atau komentar negatif yang muncul di media sosial influencer?
Kalau ada krisis, yang pertama saya lakukan adalah tetap tenang. Saya bantu influencer bikin sesuatu yang fokus ke solusi, bukan drama.
Tantangan apa yang sering Anda hadapi saat bekerja sama dengan klien, terutama dalam hal mengelola ekspektasi mereka terkait dengan kinerja influencer?
Kadang klien ekspektasinya terlalu tinggi, pengen semuanya viral. Saya selalu coba edukasi mereka bahwa hasil kampanye itu proses, dan fokus ke metrik yang lebih realistis kayak engagement atau awareness.
Bagaimana Anda melihat perkembangan industri influencer marketing dalam beberapa tahun terakhir? Apa tren terbaru yang perlu diperhatikan?
Industri ini makin besar, tapi juga makin spesifik. Sekarang banyak brand yang mulai lirik nano-influencer karena lebih personal. Tren lain, konten live shopping lagi hype banget.
Menurut Anda, apa dampak dari algoritma media sosial yang terus berubah terhadap strategi influencer marketing?
Algoritma yang berubah bikin kita harus lebih fleksibel. Influencer juga harus terus eksperimen dengan konten baru biar tetap relevan dan engagement-nya stabil.

Keterampilan apa saja yang menurut Anda paling penting bagi seorang talent manager di era digital saat ini?
Kemampuan komunikasi, negosiasi, dan melek data itu kunci banget. Plus, harus paham tren digital dan bisa multitasking karena dunia ini bergeraknya cepat banget.
Bagaimana Anda melihat peluang kerja di bidang influencer marketing di masa depan?
Peluangnya besar, apalagi dengan berkembangnya platform baru. Selama brand masih butuh audiens, influencer marketing nggak akan ke mana-mana.
Menurut Anda, apa saja tantangan terbesar yang dihadapi oleh para talent manager saat ini dan di masa depan?
Tantangan terbesar itu jaga relevansi influencer yang kita manage, karena tren cepat banget berubah. Selain itu, harus pintar kelola ekspektasi dari dua sisi—klien dan influencer.
Anda menekuni profesi Talent Manager ini berangkat dari pengalaman layoff, bagaimana perspektif Anda mengenai dinamika kerja di Indonesia saat ini serta badai layoff. Apa yang harus dilakukan pekerja saat ini menghadapi krisis pekerjaan sekarang ini?
Menurut saya, dinamika kerja di Indonesia saat ini memang penuh tantangan, apalagi dengan badai layoff yang banyak terjadi. Tapi justru dari situ kita bisa belajar banyak. Hal pertama yang harus teman-teman ingat adalah pentingnya menjaga relasi yang baik. Pastikan orang-orang di sekitar kita mengenal kita sebagai sosok yang bisa bekerja dengan baik dan dapat dipercaya. Relasi yang kuat seringkali jadi jalan terbukanya peluang-peluang baru.
Baca artikel mengenai layoff : Apa yang Harus Dilakukan saat Terkena Layoff?
Selain itu, coba lihat segala potensi di dalam diri sendiri. Kadang kita hanya terpaku pada satu jalur, padahal mungkin ada keahlian atau minat lain yang bisa dikembangkan. Dan yang nggak kalah penting, terus merasa sebagai "gelas kosong" siap belajar dari mana saja dan siapa saja. Dunia kerja itu berubah terus, jadi kita juga harus adaptif dan mau terus upgrade diri.
Kalau lagi down, merasa sendiri, atau rasa takut mulai menghampiri, jangan ragu untuk berdoa. Gantungkan semua harapan kita pada Tuhan, karena itu akan membuat hati kita lebih tenang dan kembali termotivasi untuk melangkah. Kadang, manusia itu seperti biji ketapel. Kadang Tuhan menarik kita ke belakang dulu, supaya nanti kita bisa melambung jauh lebih tinggi. Jadi, tetap semangat, teman-teman! Setiap langkah kecil yang kalian ambil hari ini adalah bekal untuk hari esok yang lebih cerah. 💪✨
Biar tetap semangat dan mendapatkan perspektif yang menginspirasi, baca terus Rubrik Profil Loker ID ya!