Apa Beda Hustler dengan Marketer?

Author
Ditulis olehTim Loker • Update 23 Desember 2022
Dunia Kerja

Dunia startup tidak lepas dari peran tiga fondasi yaitu hustler, hipster, dan hacker. Ketiga sama-sama memiliki peranan penting. Kalau hustler tidak ada, bisnis startup tidak bisa jalan. Hustler adalah seseorang yang memiliki naluri bisnis, dan yang akan mendorong penjualan, mengumpulkan uang, dan berbicara dengan investor, dan menyusun rencana ke depan finansial perusahaan.

Sebelum dunia startup menjadi booming seperti sekarang ini, bidang kerja yang sama sudah lama juga dikenal dengan nama yang berbeda, yaitu marketer. Marketer adalah orang yang bekerja di dunia marketing dan deskripsi pekerjaannya kurang lebih sama dengan seorang hustler. Lantas, apakah hustler dan marketer memiliki perbedaan atau justru keduanya sama?

Pada dasarnya kedua nama ini memiliki tugas yang sama. Sama halnya dengan hustler, marketer adalah individu yang bertanggung jawab untuk menciptakan rantai keterlibatan antara pelanggan dan produk atau layanan yang ditawarkan oleh perusahaan.

Keterlibatan ini diperoleh dengan mempertahankan produk, memperkenalkan produk dan menjual produk. Seorang marketer bertanggung jawab untuk apa saja dan segala sesuatu yang berkaitan dengan pemasaran.

Tanggung jawab marketer adalah memanfaatkan waktu setiap pelanggan secara optimal dan membentuk pendapat mereka mengenai produk atau layanan. Seorang marketer juga bertanggung jawab untuk memperluas pasar dan melayani semua pelanggan dengan produk yang diperlukan yang dihasilkan oleh perusahaan.

Pendekatan yang dilakukan seorang marketer biasanya bersifat individualistis dan hanya diarahkan ke satu arah pada satu waktu. Terkadang seorang marketer juga menggabungkan pendekatan yang lebih holistik untuk menghasilkan strategi pemasaran yang pas akan produk perusahaan.

Jadi sebenarnya sudah jelas di sini kalau hustler dan marketer adalah dua profesi yang sama dengan jobdesc yang tidak jauh berbeda. Hanya saja setiap mendengar kata marketer kesan yang timbul adalah sesuatu yang jadul dan “terbelakang”. Sebuah nama yang disematkan pada industri ataupun perusahaan-perusahaan lama.

Istilah hustler saat ini lebih populer dan mengena khususnya di generasi milenial dan geneasi Z sebagai fokus industri saat ini. Hustler identik dengan sesuatu yang segar, fleksibel, dan mobile, Tidak terpaku pada satu sistem saja, tetapi mengupayakan beberapa perubahan untuk kemajuan perusahaan. Tidak mengikuti perkembangan zaman tetapi menciptakan trend yang diikuti oleh zaman.