Kolom Pencari Kerja

Yang Tak Terpikirkan Dilakukan HRD

Apa yang Anda pikirkan dilakukan jajaran HRD? Apa Anda masih berpikir bahwasanya jajaran HRD hanya sekumpulan orang cupu yang pekerjaannya hanya mengatur gajian masuk tepat waktu?

Barisan eksekutif yang menyaring Anda untuk formalitas untuk kemudian memutuskan apakah Anda diterima atau tidak? Jangan anggap sebelah mata pekerjaan para HRD karena mereka punya kebiasaan yang tak terpikirkan oleh Anda.

1. Googling

HRD mau-mau saja menekan mesin pencari Google untuk mencari segala sesuatu tentang Anda. Tak percaya? Bukan karena mereka punya rasa ingin tahu yang tinggi untuk sekadar iseng—seperti yang Anda lakukan kepada orang yang Anda sukai.

Ini dilakukan supaya HRD menilai apakah Anda cukup populer di bidang yang Anda geluti? Seberapa mumpuni kemampuan Anda untuk menghasilkan sebuah karya?

2. Menghubungi Atasan Lama

Jadi jangan sembarangan memberikan nomor kontak orang-orang yang menurut Anda bisa merekomendasikan Anda. Ketika informan yang Anda berikan salah, bisa-bisa bukan hanya tidak mendapatkan pekerjaan yang didamba tapi juga Anda kehilangan nama baik di bidang pekerjaan yang Anda geluti.

3. Jumlah Follower

Apalagi di zaman melek media seperti ini ketanggapan dalam bersosial media sangat penting. Terutama jika Anda bekerja di bidang yang disukai atau bersinggungan dengan aktivitas anak muda. Pastinya jumlah follower menjadi pertimbangan khusus buat HRD. Semakin banyak follower yang Anda miliki menunjukkan seberapa eksis Anda di dunia maya.

4. Pergaulan

Anda bergaul dengan siapa menentukan status sosial Anda yang tentunya memberikan dampak pada perusahaan juga. Jika Anda berteman dengan orang-orang penting tentu saja menunjukkan kalau Anda luwes dalam pergaulan dan bisa diandalkan.

Pun jika suatu saat memerlukan “orang-orang” tersebut, dapat dengan mudah “menggunakan” Anda sebagai jalan untuk melancarkan pekerjaan.

5. Latar Belakang Keluarga

Tentu saja memegang peranan penting. Apakah Anda sudah berkeluarga atau tidak memiliki tanggung-jawab besar yang bisa mengganggu lancarnya pekerjaan atau tidak. Ini adalah pertimbangan yang paling mendasar. Soalnya kalau Anda memiliki tanggung-jawab yang sedemikian dahsyat di luar pekerjaan yang membuat pikiran bisa terpecah-belah ini jadi penghalang buat Anda untuk menuntaskan tugas.