Wawancara Kerja

Topik Terlarang Saat Wawancara

Jangan sampai wawancara Anda berubah haluan menjadi petaka hanya karena Anda salah membuka percakapan ataupun mengatakan hal-hal yang tidak semestinya dikatakan!

1. Antusias Gaji

Jangan sampai perusahaan membaca Anda sebagai orang yang money oriented. Ini sangat tidak baik untuk dilakukan, apalagi di masa awal permulaan wawancara. Biarkan user membuka percakapan mengenai hal ini, kemudian baru Anda lanjutkan dengan mengutarakan apa yang menjadi keinginan dan harapan Anda.

2. Gosip Artis

Terbawa percakapan yang tidak semestinya dilakukan hanya akan merusak citra Anda di hadapan pewawancara. Tentunya Anda tidak mau ini terjadi ‘kan? Makanya hindari percakapan-percakapan yang melantur. Anda harus memantapkan dalam hati kalau pertemuan ini ya memang untuk membicarakan masalah pekerjaan bukan yang lain-lain.

3. Curhat

Jangan juga membicarakan masalah pribadi. Apalagi sampai-sampai meminta saran kepada user mengenai masalah pribadi. Hmm…bukan hanya takjub melihat Anda, bisa-bisa nama Anda dicoret dari daftar calon karyawan yang berpotensi untuk digaet.

4. Kepastian tapi Penuh Desakan

Hal lainnya yang jangan sampai dimasukkan ke daftar “hal yang harus disampaikan” kepada user adalah kepastian kapan Anda diterima di perusahaan tersebut. Jika Anda melakukannya, Anda hanya menunjukkan harapan yang sangat besar kepada si perusahaan dan ini bisa jadi membuat perusahaan menganggap Anda tidak punya nilai lebih dan tidak ada yang mau dengan Anda sehingga Anda meminta sedemikian rupa untuk diterima.

5. Bertanya Terlalu Banyak

Bertanya ya memang sah-sah saja. Tidak ada masalah dengan itu, yang salah adalah kalau Anda terlalu banyak bertanya yang akan membuat user enek dengan Anda. Terutama bila yang Anda tanyakan tersebut berkaitan dengan lingkup pekerjaan tetapi pertanyaan umum yang seharusnya tidak perlu ditanyakan.

6. Tipikal Rekan-rekan Kerja

Pertanyaan demikian jangan sampailah keluar dari Anda. Untuk apa juga Anda perlu tahu bagaimana tipikal calon rekan-rekan kerja Anda. Toh, apakah jawaban tersebut akan memengaruhi penilaian ataupun keinginan Anda untuk bergabung di perusahaan tersebut?