Tips Qorry Aina Syafei Menjadi Finance Manager yang Tetap Relevan di Era Teknologi Saat Ini

Author
Ditulis olehTim Loker • Update 12 Agustus 2024
Rubrik Profil

Qorry-Aina-Syafei

Setiap profesi punya tantangannya tersendiri dan pastinya tidak semua dari kita yang paham betul mengenai jobdesc setiap profesi. Apalagi seiring dengan perkembangan zaman dan penambahan teknologi selalu ada profesi terbaru bahkan profesi yang lama juga bisa berasa baru karena adaptasi teknologi supaya pekerjaan tersebut tetap relevan di era sekarang.

Salah satu profesi yang mengalami perubahan dan adaptasi adalah Finance Manager. Kali ini Loker.ID berhasil mengulas mengenai perkembangan ter-update mengenai profesi ini dari expert-nya langsung; Qorry Aina Syafei. Seperti apa perjalanan karier alumni Ilmu Administrasi Niaga Universitas Indonesia dengan konsentrasi Finance ini? Ikuti ceritanya di sini!

Boleh diceritakan bagaimana awal perjalanan karier dari lulus kuliah hingga saat ini? 

Saya lulus kuliah pada tahun 2014, setelah lulus kuliah, saya bekerja di salah satu Big 4, yaitu EY sebagai Transfer Pricing Consultant. Transfer pricing adalah keilmuan baru yang tidak pernah saya pelajari selama kuliah. Sebagai generalist consultant, saya juga dituntut untuk dapat memberikan advise terkait isu transfer pricing untuk klien dari berbagai macam industri.

Saya banyak belajar dari rekan kerja dan mentor selama bekerja di EY. Hal ini antara lain berupa communication skills, problem solving skills, conceptual and practical thinking skills, dan collaboration skills. Kemampuan tersebut memperkaya kompetensi dan menjadi bekal saya untuk dapat berkarir di industri.

Setelah sekitar 2,5 tahun bekerja di EY, saya memutuskan untuk berkarir di industri FMCG karena tertarik dengan bisnis dan cara kerja serta merasa nyaman dengan lingkungan kerja di industri ini. Saya pernah bekerja di Danone Indonesia, Cargill Indonesia, dan saat ini di Cussons Indonesia. Walaupun saya sudah bekerja di berbagai perusahaan FMCG, namun profesi saya selalu berkaitan dengan continuous improvement.

Boleh diceritakan bagaimana awal mulanya Anda bisa menjabat profesi Finance Manager - Continuous Improvement? Tantangan apa yang paling sulit Anda hadapi sebelumnya?

Awal mula eksposur dengan bidang continuous improvement adalah saat saya bekerja di Danone Indonesia. Tanggung jawab saya adalah alignment atas people, process, technology − spesifik dalam bidang finance − untuk empat entitas Danone di Indonesia.

Selanjutnya, saya bekerja di Cargill Indonesia sebagai Regional Continuous Improvement Lead − spesifik dalam bidang trade compliance − untuk lini bisnis ekspor dan impor. Saat ini saya dipercaya sebagai salah satu Global Finance Continuous Improvement Lead di Cussons Indonesia.

Tantangan yang paling sulit saya hadapi selama bekerja di bidang continuous improvement adalah alignment dengan berbagai macam stakeholders di dalam perusahaan mulai dari tingkat lokal, regional, dan global. Setiap stakeholders tentunya memiliki kepentingan yang berbeda dalam kaitannya dengan tujuan continuous improvement. Tugas saya adalah dapat menjembatani para stakeholders agar dapat mencapai tujuan bersama yang membangun, berdampak positif, dan berkelanjutan bagi semua pihak terkait.

Oh ya, boleh dijelaskankah Continuous Improvement itu seperti apa dalam kaitannya dengan profesi Finance Manager?

Continuous improvement adalah proses berkelanjutan untuk mengidentifikasi dan mengimplementasikan best practice yang bertujuan untuk peningkatan dalam hal efisiensi, kontrol, dan nilai tambah. Continuous improvement dalam kaitannya dengan profesi saya sebagai Finance Manager mencakup aspek berikut namun tidak terbatas pada: Finance Change and Digital Transformation, Global Process Ownership Framework, Process Strategy, Process Design, Finance Change Governance / Management, and Training.

Apa saja jobdesc dari Senior Financer Manager dan dalam kaitannya dengan industri tempat Anda bekerja, apa yang membedakan jobdesc profesi ini dengan industri lainnya?

Peran saya sebagai sebagai Finance Manager − Continuous Improvement antara lain adalah mengkoordinasikan dan melaksanakan process improvement framework terkait tiga aspek yaitu: people, process, dan technology. Selain itu, saya memastikan peninjauan atas tiga aspek tersebut dilakukan secara berkala dan optimalisasi semua proses keuangan, termasuk memetakan, mendokumentasikan, dan melaksanakan transfer knowledge atas proses tersebut.

Continuous improvement kerap diasosiasikan dengan proses manufaktur di pabrik, misalnya untuk menjaga peningkatan produktivitas dan efisiensi proses manufaktur sekaligus meminimalkan limbah dan cacat produk. Profesi saya saat ini tidak mencakup proses manufaktur yang dilakukan di pabrik. Walaupun demikian, saya dapat membantu process improvement di pabrik apabila berkaitan dengan finance process, strategy, design, dan training.

Hal apa yang paling Anda senangi dari profesi ini dan mengapa?

Profesi sebagai Finance Manager - Continuous Improvement menuntut saya untuk menjalin relasi yang erat dengan seluruh kolega. Hal ini saya lakukan untuk dapat lebih mudah memahami proses bisnis, perbaikan serta optimalisasi yang dapat dilakukan atas proses tersebut. Melalui pendekatan ini, saya mendapat eksposur dan pengetahuan menyeluruh atas segala proses bisnis yang terjadi di Finance Business Unit.

Bagi saya, hal tersebut sangat valuable karena tidak semua orang memperoleh eksposur yang sama dengan saya. Di sisi lain, pengetahuan yang saya miliki sekaligus memberikan nilai tambah terhadap keilmuan saya di bidang finance dan dapat menjadi basis yang kuat dalam pengambilan keputusan khususnya terkait finance improvement.

Adakah hal-hal yang sering disalahpahami orang awam terkait profesi Finance Manager ini menurut Anda, dan apa sajakah itu?

Berdasarkan pengalaman saya, beberapa bahkan mayoritas kolega saya beranggapan bahwa Finance Manager - Continuous Improvement menjadi narahubung (PIC) jika ada segala jenis isu yang berkaitan dengan finance misalnya saja isu terkait pembayaran. Namun, perlu diperhatikan bahwa peran Finance Manager −Continuous Improvement juga disesuaikan dengan akuntabilitas dan tanggung jawab yang diberikan perusahaan atas jabatan tersebut. Sehingga, sebaiknya harus ada batasan yang jelas dari perusahaan tempat bekerja perihal peran Finance Manager − Continuous Improvement yang disampaikan kepada kolega terkait. Dalam contoh ini, bisa saja isu terkait pembayaran merupakan akuntabilitas dari Treasury.

Bagaimana perkembangan teknologi memengaruhi profesi ini?

Perkembangan teknologi tentu memiliki peran yang signifikan dalam profesi ini. Sebagai contoh, perkembangan di bidang Enterprise Content Management (ECM) menuntut perusahaan untuk dapat mengimplementasikan aplikasi teknologi yang tepat sehingga membantu kinerja karyawan dan mencapai efisiensi bisnis. Dalam hal ini, profesi saya berperan dalam hal pengembangan dan implementasi SAP yang digunakan di Finance Business Unit.

Lebih lanjut, peran saya tidak hanya berhenti saat implementasi SAP selesai dilakukan. Namun, saya juga bertanggung jawab untuk melakukan peninjauan secara berkala dan memberikan saran perbaikan yang diperlukan untuk optimalisasi proses. Oleh karena itu, saya juga perlu untuk terus memperbarui pengetahuan dari sisi teknikal dan bekerja sama dengan tim Teknologi Informasi (TI) dalam hal penerapan teknologi di perusahaan.

Skill apa saja yang diperlukan sebagai seorang Finance Manager?

Menurut saya kemampuan utama yang diperlukan sebagai Finance Manager − Continuous Improvement adalah kemampuan komunikasi dan kolaborasI. Continuous improvement tidak dapat berjalan sendirian dan perlu adanya spirit kolaborasi dengan kolega dan berbagai departemen terkait. Selain itu, sikap adaptif dan solusi praktikal juga merupakan kemampuan yang perlu dimiliki oleh seorang Finance Manager − Continuous Improvement.

Bagaimana Anda memandang potensi karier sebagai Finance Manager di masa depan?

Berdasarkan pengalaman saya di industri FMCG selama beberapa tahun terakhir, saya melihat industri ini masih merupakan salah satu industri yang stabil dan menjanjikan di masa depan. Jika dilihat dari kepentingan perusahaan dalam melakukan efisiensi dan keunggulan kompetitif di saat ini, menurut saya karir sebagai Finance − Continuous Improvement dapat menjadi pilihan karir yang banyak dicari di masa mendatang.

Punya tips untuk profesional yang sedang meniti karier di bidang finance?

Bidang Finance tentu sangat erat dengan angka dan data. Sehingga, angka dan data diharapkan menjadi basis bagi Anda untuk menganalisis secara lebih mendalam dan komprehensif. Tips dari saya bagi Anda yang sedang meniti karier di bidang finance adalah terus mengasah soft skills misalnya saja kemampuan mengoperasikan SAP dan/atau teknologi lainnya, project management, dan data interpretation skills. Kemampuan tersebut akan dapat membantu Anda dalam proses operasi bisnis sehari-hari serta dalam pengambilan keputusan strategis.