Dunia Kerja

Tips Menghadapi Rekan Kerja yang Senang Memanfaatkan

karyawan-menyebalkanPunya rekan kerja yang hobinya menyusahkah orang lain? Senang memanfaat kemampuan dan kebaikan rekan kerja yang lain. Ada-ada saja alasannya, mulai dari dia yang masuk leboh dulu ketimbang Anda ataupun rayuannya yang susah ditolak. Bagaimana menghadapi tipe rekan kerja seperti ini?

  1. Job Desk Masing-masing

Ingatkan dia kalau kalian masing-masing memiliki job desk masing-masing. Dan hendaknya bertanggung-jawab dengan tugas dan tanggung-jawab yang dimiliki. Anda harus menyampaikannya dengan tegas, profesional tapi secara halus dan kalau bisa diselipi candaan supaya suasana tidak tegang. Tetapi Anda harus menekankan ada sindiran dibalik kalimat halus Anda tersebut.

  1. Tidak Enakan

Jangan merasa tidak enakan menolak permintaanya. Toh, dia sendiri juga merasa santai-santai saja saat meminta bantuan Anda. Lantas kenapa Anda harus tidak enak hati menolak permintaannya? Jangan terlalu sering membantunya yang hanya akan membuatnya terbiasa dan tergantung kepada Anda.

  1. Terima dan Sindir

Bisa juga sih dengan menerimanya—sesekali, kemudian saat Anda hendak memberikan tugas bantuan tersebut kepadanya, sindirlah dia secara halus. Bisa dengan kalimat, “Gampang kok, masak kamu nggak bisa buatnya?” atau “Ini, capek ah tiap hari bantu kamu terus.” Kalau dia punya pikiran pasti merasa tersindir.

  1. Tolak Tegas

Tapi sayangnya banyak orang tidak tahu malu berkeliaran dengan bebas di lingkungan kantor. Nah, untuk orang-orang yang demikian Anda tidak perlu segan menolaknya dengan tegas. Jangan menyusahkan diri sendiri dengan membantu orang lain. Apalagi kalau Anda sendiri belum menyelesaikan tugas Anda. Sama-sama digaji ya kerjakan tugas sendiri—kecuali kalau rekan kerja tersebut mau berbagi penghasilannya dengan Anda.

  1. Hindari

Salah satu upaya lain menghadapi orang yang senang memanfaatkan rekan kerjanya adalah dengan menghindarinya sebisa mungkin. Dengan menghindarinya dia pasti sadar ada sesuatu yang membuat Anda tidak mau berdekatan dengannya. Nah, kalau dia menanyakan Anda sah saja menjawab blak-blakkan, “Habis dekat kamu dimintai tolong terus..” Sekali lagi kalau pikirannya masih jalan pasti langsung sadarkan