Dunia Kerja

Tips Menghadapi Bos yang Sedang Marah

angry-bossPernah menghadapi atasan yang sedang marah atau dalam mood yang benar-benar tidak baik? Ya, kalau atasan sedang emosi pasti serba salah rasanya menjadi karyawan. Setiap apa yang dikatakan tidak ada yang benar malah memperburuk keadaan. Lantas apa yang harus dilakukan untuk menenangkan bos yang sedang emosi tinggi?

  1. Menjadi “Tong Sampah”

Maksudnya adalah mendengarkan setiap tumpahan kekesalannya. Sebenarnya ketika bos sedang marah, itu karena dia tidak punya tempat untuk menuangkan semua hal yang mengganjal di hatinya. Jadi sebagai karyawa yang baik—dan tidak mau terkena masalah lebih pelik daripada kemarahan bos, yang harus dilakukan adalah mendengarkan setiap keluhan dan amarah bos tersebut.

  1. “Iya Pak”

Iya, iyakan saja setiap apa yang dikatakannya. Jangan berusaha menjelaskan apalagi mencoba membela diri sebelum dia menyelesaikan apa yang dikatakannya. Kalau itu yang Anda lakukan, atasan akan semakin kesal dan marahnya akan kian lama. Situasi Anda sulit di sini, jadi harus lebih banyak bersabar saja dan menahan-nahankan telinga mendengar jeritan hati si bos.

  1. Jelaskan Perlahan

Nah, jika atasan berbalik marah karena Anda hanya diam saja dan berkata, “Iya” di sinilah momen Anda untuk menjelaskan duduk persoalannya. Biar atasan mengerti dan memahami situasi. Seandainya kemarahan ini terjadi karena kesalahan komunikasi. Bila tidak Anda harus menyabar-nyabarkan atasan bahwa kondisi ini di luar rencana dan katakan pada atasan kalau ke depannya akan lebih baik.

  1. Minta Maaf

Jika ini terjadi karena kesilapan Anda, janganlah meninggikan diri untuk tidka minta maaf. Mintalah maaf, akui kesalahan Anda dan katakan tak akan terulang lagi. Namun terkadang walaupun bukan salah Anda, Anda harus minta maaf juga karena ketidaknyamanan yang dialami atasan supaya atasan sedikit ringan hatinya. Mau bagaimana lagi terkadang itulah yang harus dilakukan kepada atasan.

  1. Jauhi

Kalau atasan sedang dalam mood yang tidak baik, ada baiknya Anda menghindari untuk berbincang ataupun berkomunikasi dengannya. Jangan membahas hal-hal yang rumit dulu, nanti ini hanya akan jadi pemicu emosinya lagi. Tunggu sampai atasan tenang baru memulai kembali pembicaraan dengannya.