Dunia Kerja

Tips Bertahan sebagai Freelancer di Masa Pandemi

Buat Anda yang bekerja sebagai freelancer, pandemi bisa menjadi tantangan besar tidak hanya dari segi penghasilan tetapi juga peluang kerja. Mudah untuk mengatakan bahwa seseorang harus selalu memiliki dana cadangan jika terjadi keadaan darurat. Lantas, bagaimana bila Anda tidak memiliki dana darurat?

Ada baiknya setelah menerima pembayaran, Anda harus berhati-hati saat mengalokasikan dana tersebut untuk kebutuhan. Sisihkan sejumlah uang yang memang harus dikeluarkan. Ini biasanya uang yang Anda gunakan untuk membeli makanan dan kebutuhan lainnya.

Kemudian simpan sebagian lagi dari uang tersebut ke rekening tabungan. Rekening tabungan adalah sesuatu yang harus dimiliki setiap freelancer. Kemudian, jangan lupa menyisihkan sebagian dari penghasilan untuk dana darurat. Jadi urutannya adalah biaya kebutuhan – tabungan – dana darurat.

Setelah mengetahui posisi finansial Anda saat ini, ada baiknya Anda membuat list klien dari pekerjaan freelance dan menyusun strategi seperti:

1. Menjaga Komunikasi dengan Klien Setia

Namanya juga pekerjaan sampingan bisa datang dan pergi. Bahkan di saat pandemi ini bisa jadi klien yang sudah Anda pegang selama dua tahun terakhir memutuskan tidak menggunakan jasa Anda lagi karena kelesuan ekonomi. Untuk kondisi demikian Anda tidak bisa melakukan apa-apa lagi selain move on.

Tetapi, jika ada klien setia yang masih mau menggunakan jasa Anda, itulah adalah klien potensial yang perlu Anda jaga. Di masa-masa sekarang ini, dibutuhkan lebih banyak usaha untuk menemukan klien baru. Anda harus mempertimbangkan metode yang akan memungkinkan Anda untuk fokus pada klien yang sudah ada dan mempertahankan bagaimana supaya mereka tetap menggunakan jasa Anda.

2. Berinvestasilah dalam Pengembangan Keterampilan

Situasi pandemi bisa jadi membuat Anda kehilanga beberapa klien. Solusinya Anda harus mencari sumber pendapatan alternatif. Selain fokus mencari klien baru, Anda tidak boleh lupa meng-upgrade diri dengan mendapatkan keterampilan baru. Ini mungkin tidak akan langsung terbayar, tetapi dalam jangka panjang pasti akan berhasil.

3. Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental

Situasi saat ini memang sedang sulit dan kebutuhan ekonomi harus dipenuhi. Tapi hal yang tidak boleh dianggap remeh adalah menjaga kesehatan mental dan logika. Jangan karena ingin mengejar cuan, Anda mengabaikan kesehatan mental, salah satunya dengan mengambil pekerjaan yang bisa jadi malah merugikan Anda.

Misalnya Anda mengambil pekerjaan dengan beban tugas yang tidak sepadan dengan bayarannya. Kalau Anda mendapatkan fee yang tidak cukup banyak tapi tugas dan tanggung jawabnya masih masuk akal, Anda masih bisa menerima pekerjaan tersebut. Tapi, kalau ternyata bebannya lebih besar, ada baiknya Anda tidak mengambil pekerjaan itu.

Tetap semangat ya para freelancer!