Kolom Pencari Kerja Wawancara Kerja

Terlarang diucapkan Saat Wawancara

Terlarang diucapkan Saat Wawancara

Sedikit kesalahan pada sesi wawancara bisa membuyarkan keseluruhan usaha yang Anda lakukan supaya wawancara ini bisa terjadi. Tidak mau semuanya menjadi berantakan, Anda perlu tahu hal-hal apa saja yang wajib dihindari selama wawancara berlangsung.

Jangan sampai pewawancara kehilangan minat untuk melanjutkan proses seleksi hanya karena Anda salah berbicara. Apa saja hal yang terlarang untuk diucapkan saat wawancara? Simak penjelasannya di bawah ini!
1. “Saya membutuhkan pekerjaan ini”

Tidak perlulah pewawancara tahu kalau Anda sudah tidak bekerja selama beberapa lama dan Anda sangat membutuhkan pekerjaan ini. Jangan sampai terucap kalimat ini kepada pewawancara. Hanya akan membuatnya kehilangan minat dan berpikiran Anda orang yang putus asa. Tidak ada perusahaan yang mau menerima karyawan yang putus asa dan rendah diri.

  1. “Tolong..”

Apalagi kalau Anda sampai memintanya berulangkali dengan tampang memelas. Jangan pernah menggunakan trik ini. Tidak ada perusahaan sehat dan normal yang mau mempekerjakan karyawannya hanya dengan rasa belas kasihan. Ketimbang meminta dengan cara menyedihkan lebih baik Anda mengatakan kalau Anda sangat berminat untuk mengisi posisi tersebut.

  1. “Perusahaan lama saya kelemahannya…”

Jangan pernah menjelek-jelekkan perusahaan lama tempat Anda bekerja dulu. Ini hanya menunjukkan kalau Anda pribadi yang habis manis sepah dibuang. Mungkin perusahaan baru—tempat Anda melamar sekarang tidak berkomentar panjang-lebar bahkan terdengar semangat saat mendengarnya. Namun tidak ada yang tahu penilaian yang sebenarnya dalam diri si pewawancara. Bisa jadi ini menjadi catatan jelek untuk hasil wawancara Anda tersebut.

  1. “Saya mau gaji…”

Jangan menunjukkan antusias yang terlalu besar dan harapan saat tinggi setinggi nominal yang Anda inginkan. Semua karyawan tentunya menginginkan hal yang sama tapi tetaplah harus diutarakan dengan cara yang profesional sembari Anda menunjukkan kualitas seperti apa yang Anda miliki. Sehingga Anda sangat layak untuk meminta nominal tersebut.

  1. “Terserah…”

Jangan pernah mengatakan terserah saat perusahaan memberikan penawaran ataupun menanyakan sesuatu kepada Anda. Jawaban terserah hanya menunjukkan kalau Anda orang yang tidak memiliki pendirian dan lemah kemauan. Anda harus memiliki pendapat sendiri walaupun berbeda dengan perusahaan. Jangan menyama-nyamakan diri dengan perusahaan ataupun pewawancara untuk merebut perhatian mereka.