Dunia Kerja

Tanda-tanda Bekerja Terlalu Keras

Tired BusinesswomanSegala sesuatu yang berlebihan tidak baik—termasuk bekerja yang berlebihan. Selain bisa merusak kesehatan, Anda juga jadi tidak menikmati hasil pekerjaan Anda tersebut. Menyebabkan stres yang berakibat juga pada pekerjaan Anda.

Merasa stuck, tidak ada ide—karena semua isi kepala Anda sudah terkuras tanpa adanya refreshing. Perusahaan tentunya tidak mau juga kalau karyawan-karyawannya stres yang mengurangi performa mereka kelak.

Bisa jadi karena sudah menjadi kebiasaan dan pola lama yang terus diulang Anda tidak menyadari kalau selama ini Anda sudah terlalu keras bekerja. Anda masih tidak menyadarinya? Berikut tanda-tanda orang yang bekerja terlalu keras.

  1. Lupa Kapan Terakhir Cuti

Anda lupa kapan terakhir cuti—tentu saja saking lamanya tidak mengambil hari libur. Jangan-jangan malah Anda tidak pernah menghabiskan jatah cuti Anda. Keasyikan bekerja terlalu melarutkan diri dengan rutinitas kantor membuat Anda lupa kalau Anda juga manusia biasa yang butuh istirahat.

  1. Datang Cepat Pulang Lama

Apakah dua hal ini menjadi keseharian Anda? Seringkali Anda datang ke kantor sebelum pintu dibuka ataupun datang ke kantor saat rekan-rekan yang lain belum datang. Namun Anda jugalah yang pulang paling lama. Apakah Anda merasa demikian? Jika hal ini terjadi pada Anda sudah saatnya Anda menurunkan gigi kendaraan Anda dan rehat sejenak.

  1. Gampang Marah

Orang-orang yang gampang marah adalah orang yang sudah kelelahan dengan rutinitasnya. Bisa dibilang kurang libur dan refreshing membuat seseorang gampang naik darah. Kadar emosi tinggi, sedikit kesalahan rasanya mau meledak. Sepertinya Anda betul-betul memerlukan istirahat.

  1. Monoton

Apa yang Anda kerjakan terasa monoton. Tidak ada tantangan yang lain. semua berjalan dengan datar tidak ada kejutan ataupun hal-hal yang menyenangkan buat Anda. Padahal sebelum-sebelumnya Anda sangat bergairah mengerjakan semua tugas-tugas Anda. Kini Anda kehilangan gairah dan greget itu.

  1. Minim Interaksi

Interaksi Anda kepada pasangan, keluarga ataupun teman semakin berkurang. Anda semakin jarang melewatkan malam-malam ceria bersama mereka. Bahkan tak jarang mereka mengeluhkan pekerjaan Anda dan perlahan Anda mulai kehilangan perhatian orang-orang yang dulu dekat dengan Anda.

Waktunya mengistirahatkan diri….