Wawancara Kerja

Sukses di Wawancara Pertama

Anda tidak bisa hanya bermodalkan resume yang top untuk memenangkan pekerjaan yang Anda damba-dambakan. Masih ada beberapa pertimbangan yang akhrinya membuat perusahaan memutuskan kalau Andalah orangnya.

Salah satunya adalah lewat wawancara. Ada beberapa hal yang harus menjadi catatan buat Anda ketika prosesi wawancara dilakukan. Supaya Anda dengan gemilang merebut perhatian perusahaan sehingga memutuskan untuk menerima Anda.

1. Percaya Diri

Bohong kalau dibilang Anda tidak gugup saat wawancara berlangsung. Tentu saja Anda gugup ketika berhadapan langsung dengan para pembesar di perusahaan tersebut. Karenanya  Anda harus menampilkan aura percaya diri. Jangan terlihat gugup apalagi rendah diri, perusahaan tidak suka meminang calon karyawan yang minder.

2. Tatapan Mata

Ketika berbicara Anda harus berani menatap orang yang mewawancarai Anda. Menghindari tatapan mata menunjukkan kesan kalau Anda tidak mempunyai nyali dan tidak percaya diri dengan apa yang Anda miliki. Rasa percaya diri itu penting supaya perusahaan yakin kalau Anda memang yang terbaik.

3. Intonasi Suara

Mengatur intonasi suara juga sangat penting. Usahakan supaya suara Anda tidak bergetar setiap kali menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan pewawancara. Saat menjelaskan kemampuan Anda, atur agar suara Anda jelas sehingga pewawancara dapat menangkap dengan pasti dan nada yakin dari apa yang Anda utarakan.

4. Terlalu Antusias

Jangan terlalu antusias menunjukkan kalau Anda memang sangat mendambakan posisi tersebut. Bersikaplah biasa saja. Boleh kalau Anda mengatakan Anda tertarik dan bersemangat bekerja di perusahaan tersebut tapi jangan berulangkali yang hanya akan menunjukkan kalau Anda sangat berharap—dan tidak punya kesempatan lain di luar sana.

5. Berlebihan

Jangan berlebihan menjelaskan kemampuan yang Anda miliki apalagi sampai mengarang-ngarang. Akan jelas ketahuan kalau yang Anda katakan hanya cerita saja bukan fakta sebenarnya. Bersikaplah apa adanya, jelaskan dengan runut dan jelas—tidak perlu lebay.

6. Kapabilitas

Anda harus menyiapkan ending yang mantap di akhir sesi wawancara ataupun ketika pertanyaan terakhir dilontarkan. Anda harus membuat pewawancara mendapatkan semangat baru ketika berbicara dengan Anda. Semangat yang  juga bisa Anda tularkan pada rekan-rekan di perusahaan kelak.