Roy Wicaksono : Tentang Berburu Waktu dan Terbuka dengan Hal Baru

"Kalau dulu kultur customer journey kita bermula dari sebuah iklan di TV atau majalah, sekarang customer journey kita bisa berawal dari apa yang kita lihat di media sosial," kata Roy Wicaksono mengomentari perkembangan dunia digital marketing masa kini. Berkaries di dunia konten sejak 12 tahun lalu, dan saat ini menjabat sebagai Head Marketing - Content Editor di Plus62 Creative Agency.
Bersama Loker ID, Roy membagi perjalanan karier, suka duka, dan pengalaman tidak terlupakan selama bergelut di dunia perkontenan!
Ceritakan tentang perjalanan Anda di dunia marketing dan content creation. Bagaimana Anda memulai karir di bidang ini?
Awal perjalanan saya dimulai dari menjadi reporter tulis (jurnalis) di majalah MNC Network (TV Guide Indovision). Saya pegang desk lifestyle & travel. Kebetulan, saya memang kuliah di jurusan mass communication di LSPR. Jadi, bidang media ini memang sudah mendarah daging banget. Dulu, hari-hari saya diisi dengan ragam liputan, interview narsum, review tempat baru (cafe atau hotel), dan tentu saja menulis artikel feature. Seru banget. Sampai akhirnya saya ditarik untuk jadi Jr. Editor lalu Head Editor di Majalah Travel360 Indonesia (AirAsia Indonesia Inflight Magazine). Di sini saya bertugas menyunting semua konten yang akan di-publish di majalah, walau sesekali ikut membantu tim untuk menulis beberapa artikel, terlebih jika diharuskan bertemu narsum berkategori A-list.
Pandemi datang, dan dunia pun mulai bergerak ke era digital, saya pun bergabung di Plus62 Creative Agency sebagai Head Marketing, specialist di Content Editor. Jadi, sudah lebih dari 12 tahun saya bekerja dan berkutat dalam memproduksi konten.
Bisa diceritakan perbedaan jobdesk dan tantangan bekerja di AirAsia Indonesia Inflight Magazine dengan di Plus62 Creative Agency seperti apa?
Tantangannya tuh, kalau dulu saya produksi konten dalam bentuk fisik dan deadline-nya bulanan, sedangkan sekarang harus produksi konten dalam bentuk digital dan deadline-nya bisa mingguan, bahkan harian. Cara proses kerjanya sih hampir sama, tapi output-nya yang berbeda. Dulu produksi di majalah fisik, sekarang mainannya lebih ke media digital atau media sosial. Otomatis, ada perubahan yang signifikan dari cara menulis, bertutur, menyampaikan pesan, dan sebagainya.
Apa hal yang paling Anda sukai selama bekerja di AirAsia Indonesia Inflight Magazine?
Bekerja di Majalah Travel 360 Indonesia (AirAsia Indonesia Inflight Magazine), bisa diibaratkan seperti kita digaji untuk keliling dunia. Kita digaji untuk mencoba makan-makanan enak di cafe populer. Kita digaji untuk nonton konser musisi idola. Kita digaji untuk staycation di hotel berbintang. Kita digaji untuk interview one on one dengan narsum yang kece dan inspiratif. Konsekuensinya apa? Ya kita membuat konten artikel yang bisa dibaca oleh para penumpang setia AirAsia Indonesia. Seru banget. Hari ini saya bisa ketemu Didik Nini Thowok untuk membahas seni tari kontemporer, lalu besok saya bisa bertemu dengan Kaka Slank untuk membahas dunia rock n’roll, lusa saya bisa saja ditugaskan ke Jepang untuk liputan jalan-jalan atau staycation di Karma Kandara. Banyak pengalaman baru dan bertemu orang-orang baru. Life as a journalist, you never know what you’re gonna get.
Nah, kalau di Plus62 kesehariannya seperti apa?
Di Plus62 Creative Agency, saya support tim marketing memproduksi konten untuk akun perusahaan dan akun klien (salah satu servis yang kita tawarkan ialah social media management). Hari-hari saya dipenuhi oleh proses kreatif pembuatan konten, baik dari concepting, pembuatan editorial plan, copy/script writing, kadang juga dituntut untuk menjadi talent baik inframe atau voice over. Jika konten sudah dalam proses editing layout, saya yang akan supervisi terlebih dahulu, lalu terakhir pembuatan copy caption dan konten siap di-publish atau di-deliver ke klien. Kira-kira seperti itu.
Bagaimana Anda memimpin dan memotivasi tim marketing dan konten di digital agency?
Komunikasi jadi faktor yang penting. Saling update dengan tim mengenai hal-hal apa saja yang terjadi di media sosial sambil membuka obrolan ringan di pagi hari. Saya terbuka dengan adanya ide-ide segar dari tim. Semua boleh memberikan opini dan masukan. Saya menuntut tim untuk terus terbuka dengan update berita kekinian. Di kantor juga memiliki program mingguan seperti main badminton bareng bersama lintas divisi, agar bisa lebih bonding.
Bagaimana Anda memastikan kolaborasi yang efektif antara tim content dengan tim marketing di departemen yang Anda pimpin?
Balik lagi jawabannya ada di komunikasi. Jika ada kendala, bisa langsung dibicarakan dan dicari solusinya. Biasanya di dalam ruangan, kita akan bahas apapun yang sedang menjadi trending topic. Nanti sambil berjalan, pasti ada saja ide-ide yang mengalir. Berawal dari celetukan, yang akhirnya bisa menjadi konten.
Seperti apa tantangan bekerja di dunia digital marketing saat ini, terutama di departemen konten dan marketing?
Sekarang pelaku di industri digital marketing sudah banyak di mana-mana. Kompetisi makin ketat. Membuat konten pun kadang harus berburu waktu. Kalau saya pribadi, tantangannya lebih ke harus selalu refresh setiap harinya, untuk menentukan apalagi yang akan kita produksi. Harus aware terhadap berita-berita baru. Apapun itu, bisa dari politik, berita yang sedang trending, bahkan gosip murahan sekalipun, atau sedikit info mengenai dunia digital marketing itu sendiri. Terkadang, algoritma di media sosial juga ikut berkembang. Jadi harus selalu terbuka dengan berbagai hal baru.
Apa yang biasanya orang awam sering salah kaprah seputar dunia digital marketing?
Apa ya? Mungkin orang awam belum banyak yang tahu kalau digital marketing itu the next level dari apa yang sudah ada. Kalau dulu kultur customer journey kita bermula dari sebuah iklan di TV atau majalah, sekarang customer journey kita bisa berawal dari apa yang kita lihat di media sosial. Tanpa kita sadar, beberapa akun influencer/KOL yang kita follow, sering melakukan aktivitas campaign marketing dari produk tertentu di tiap kontennya. Ini juga sebenarnya salah satu servis kita di Plus62 Creative Agency, untuk mempertemukan brand dengan Influencer/KOL untuk menjalankan campaign marketing tertentu.
Apa saran Anda profesional muda yang ingin memulai karir mereka di digital agency?
Selalu mau belajar jika ada sesuatu yang baru. Banyak sabar menghadapi klien dan pahami apa yang mereka mau, karena di dunia creative/digital agency ini kita bakal bertemu dengan banyak karakter orang. Selalu berpedoman untuk jadi seorang yang profesional.
Bisa berbagi tips untuk meningkatkan skill dan pengetahuan di bidang digital agency/marketing?
Banyak-banyak membaca tentang studi kasus mengenai digital marketing atau ikut webinar yang sering banget diadakan via online. Ini membantu kita untuk kenal dengan beberapa istilah asing yang sebelumnya tidak pernah kita tahu. Bahkan Google juga sering bikin pelatihan online yang bisa diakses gratis untuk upskill di dunia digital marketing.