Mengenal Lebih Jauh Profesi Arsitek Bersama Eko Soekowati Darmansyah

Author
Ditulis olehTim Loker • Update 24 Desember 2024
Rubrik Profil

 

profesi-arsitek-eko-ke-baduy-tahun-2024

Apa yang ada dalam pikiran Anda ketika mendengar istilah arsitek? Merancang gambar bangunan? Pintar menggambar? Tidak ada yang salah dengan asumsi itu. Namun, lebih dari itu, pekerjaan sebagai arsitek memiliki banyak hal yang bisa digali dan dikembangkan, sehingga tidak hanya tertahan di hal-hal umum saja.

Seperti yang diceritakan Eko Soekowati Darmansyah ke Loker.ID, membuat sketsa menjadi perluasan dari aktivitas awalnya di arsitektur. Pandemi COVID-19 membuat Eko semakin aktif membuat sketsa sehingga saat ini dia justru lebih dikenal sebagai pegiat sketsa. Tantangan buat alumni S1 Arsitektur dan Diploma Interior ini tidak lantas menjadi hambatan, melainkan jalan untuk menemukan cara lain menikmati hidup dan menjalankan passion. Seperti apa perjalanan karier Eko dalam berarsitektur? Baca penuturannya di sini!

Halo, salam kenal, boleh memperkenalkan diri, nama lengkap, latar belakang pendidikan, dan profesi saat ini?

Hallo, saya Eko Soekowati Darmansyah. Saya menempuh pendidikan S1 Arsitektur dan Diploma Interior di tahun 2001 dan lulus di 2007. Saat ini profesi utama yang saya lakukan adalah di dunia perancangan dan pembangunan arsitektur, interior. Di luar aktivitas tersebut saya juga sebagai artist dan professional illustrator.

Ceritakan tentang perjalanan Anda menjadi arsitek dan desainer interior. Apa yang memotivasi Anda untuk memilih bidang ini?

Saya menyelesaikan pendidikan SMU di tahun 2001. Saya menyadari bahwa sejak kecil saya menerima anugerah Tuhan dalam kecakapan terhadap dunia seni, lebih tepatnya adalah seni rupa, karena saya suka menggambar/melukis. Namun saya tidak ingin menjadi pelukis. Berkonsultasi dengan orang dewasa yang memiliki pandangan yang luas, dan membaca buku-buku tentang dasar-dasar desain dan perancangan bangunan, pada akhirnya saya memilih pendidikan lanjutan di arsitektur dan desain interior.

Bagaimana pandemi Covid-19 memengaruhi karir Anda? Apa yang mendorong Anda untuk menekuni sketsa?

Bersketsa khususnya pada bentuk-bentuk geometri, bangunan dan ruang dalam, sudah saya lakukan sejak semester awal saya menempuh pendidikan Diploma dan S1. Tidak ada kesulitan dalam hal tersebut karena saya suka menggambar. Sketsa dalam disiplin ilmu pengetahuan saya adalah suatu metode awal untuk membuat sebuah rancangan. Di awal-awal masa pandemi dan adanya pembatasan gerak manusia di ruang publik membuat saya tidak dapat beraktivitas secara normal. Pekerjaan pun menemui berbagai kendala dan kekurangan, hingga pembatalan proyek dalam kurun waktu tersebut. Mengisi kekosongan waktu dan berbagai halnya, pada akhirnya saya

membuat sketsa dan saya mengunggah dalam akun media sosial saya (FB : Eko Tcetihcra. IG : @eko_tectihcra). Dan sejak saat itu, kawan-kawan dan masyarakat umum mulai lebih untuk mengenal saya sebagai seorang arsitek dan penggiat sketsa.

 

arsitek-eko-dan-komunitas-sketsa-tahun-2024

Apa yang paling Anda sukai dari pekerjaan/profesi Anda?

Sebagai seorang desainer kita dituntut untuk mengutamakan rancangan yang ergonomis dan nyaman digunakan dalam aktivitas keseharian manusia. Sebagai arsitek kita diwajibkan membuat sebuah rancangan ruang yang baik dan benar, serta secara fungsi lebih diutamakan barulah aspek keindahan dan estetika dapat menyusul berikutnya.

Jika ditanya apa yang saya sukai dari pekerjaan saya jawaban yang umum adalah ketika pekerjaan itu menghasilkan uang hahaha! Karena dengan saya memiliki cukup uang, saya dan keluarga dapat terus melanjutkan kehidupan, saya dapat terus belajar dan menambah ilmu pengetahuan. Hingga saya berharap dapat menjadi kebermanfaatan bagi sesama.

Apa tantangan terbesar yang Anda hadapi dalam karir Anda? Bagaimana Anda mengatasinya?

Saya menyadari saat ini hal yang paling saya butuhkan adalah support system yang baik dan instrument kerja yang mendukung saya untuk dapat lebih berkembang, seperti studio yang lebih layak dengan pencapaian saya saat ini, memiliki team artisan in-house, workshop building dsb. Saya memiliki talenta dalam berkarya, kreativitas dalam penciptaan, namun disisi lain saya, ada kekurangan yang

saya sadar belum memilikinya. Kapital finansial alias modal usaha, karena saya tidak berada dalam lingkungan yang memiliki privilege yang mampu mendukung kreativitas saya.

Tentu saja cara mengatasinya adalah berusaha terus berkaya dengan baik, memperluas jejaring, network, juga secara personal mengajukan beberapa proposal, business deck kepada rekan-rekan dan kolega. Disini saya berjuang sangat keras untuk mendapatkan kepercayaan itu.

Bagaimana Anda mengembangkan keterampilan dan pengetahuan Anda sebagai arsitek dan desainer interior?

Banyak hal saat ini yang memudahkan kita untuk belajar. Jika dahulu saya belajar tentang ilmu, yang diawal saya menempuh masa studi adalah melalui bangku perkuliahan. Saat ini saya belajar dengan cara yang lebih fleksibel dan menyenangkan. Membaca buku adalah mutlak. Saya memiliki banyak koleksi buku tentang ilmu dan profesi saya, dan juga hingga saat ini saya masih senang mendatangi perpustakaan di kota dan sekitarnya wilayah saya tinggal.

Ilmu Arsitektur dan Desain Interior adalah ilmu pengetahuan yang tidak hanya terkait tentang teknis membangun dan kreatifitas dalam penciptaan. Ilmu dan bidang pekerjaan ini juga related dengan perkembangan teknologi bahan dan material bangunannya, hingga bersentuhan langsung dengan gaya hidup dan trend di setiap masanya. Yang demikian tersebut juga menarik untuk kita terus belajar dengan mengembangan ide dan kreatifitas dengan cara mengunjungi obyek-obyek arsitektur yang sudah ada. Menghadiri workshop, open house, pameran kesenian hingga pameran material dapat memperkaya dan mengembangkan ide kreativitas kita.

Bagaimana Anda membangun jaringan dengan profesional lain di bidang ini?

Profesi aritek dan desain interior sangatlah luas cakupannya untuk kita dapat berkolaborasi dengan disiplin keilmuan yang lain. Dalam skala kecil untuk sebuah rancangan bangunan kita dapat berkolaborasi dengan pengrajin kayu, bambu, dan logam untuk menciptakan elemen estetika. Dalam skala luas, arsitek tidak hanya mengerjakan obyek bangunan semata. Kita dapat merancang sebuah ruang luar

yang dapat menjadi pusat kegiatan masyarakat umum, menciptakaan sarana tempat untuk komunitas berkumpul dan berkolaborasi. Dengan memanfaatkan, ataupun “menghidupkan kembali” fasilitas publik di suatu wilayah daerah ataupun kota yang sudah terbengkalai, menjadi daya tarik utama untuk mengembangkan potensi daerah. Disini kita dapat dengan luas membangun jaringan dari masyarakat dengan beragam profesi, keilmuan, dan antusias.

Apa saran Anda untuk orang lain yang baru memulai karir mereka di bidang arsitektur dan desain interior?

Saran ini adalah sangat luas cakupannya. Terus belajar adalah hal yang pasti, baik Anda ingin menjadi arsitek yang independent, atau menjadi bagian dari team arsitek sebuah perusahaan, konsultan arsitektur ataupun desain interior. Idealnya adalah dimulai dari Anda bergabung pada sebuah kantor konsultan arsitektur/desain interior terlebih dahulu untuk mengetahui tentang sistem kerja, manajemen perusahaan, interaksi dengan internal team, cara presentasi dan berinteraksi yang baik dengan client hingga kordinasi dengan pihak-pihak yang terkait dengan pekerjaan yang sedang dijalankan. Dengan segala perhitungan yang tepat, berikutnya Anda dapat membangun usaha Anda sendiri, dan bukan hal yang salah pula bila Anda terus bergabung menjadi team arsitek dari sebuah kantor konsultan tempat Anda bekerja.

Di atas adalah jawaban yang diplomatis, namun saya bukan orang yang naïf. Jika Anda memiliki privilege yang bagus dari berbagai aspek, dan langsung instan atau meneruskan usaha Konsultan Arsitektur dan Desain yang sudah ada itu juga sebuah hal yang benar. Kita sudah banyak melihat dalam sudut pandang yang luas di kehidupan sekitar kita saat ini. Dari dua hal tersebut saya menyimpulkan bahwa pengalaman dan jam terbang akan membentuk Anda.

Bagaimana Anda melihat peluang dan perkembangan dunia arsitektural saat ini?

Menjadi Arsitek tidak hanya sebatas Anda tahu tentang bagaimana cara membuat bangunan yang baik, indah ataupun dalam skala luas menciptakan sebuah kawasan yang bagus dengan beragam fasilitas dan infrastruktur penunjangnya. Disiplin dari ilmu pengetahuan arsitektur sangatlah luas. Anda dapat menjadi seorang penulis arsitektur, fotografi arsitektur, melakukan penelitian dan perkembangan sejarah arsitektur baik di Indonesia ataupun sejarah arsitektur dunia.

Jika terkait pada sejarah arsitektur, Anda juga dapat menjadi Architect Consevator. Melakukan pekerjaan penelitian sekaligus terlibat dalam konservasi pada sebuah bangunan ataupun wilayah cagar budaya.

Apa saran Anda untuk arsitek dan desainer interior dalam menghadapi perubahan dan tren di bidang ini?

Tren tidak semuanya harus diikuti. Dalam perjalanan Anda berkarya, menjaga idealisme harus berbanding lurus dengan bagaimana Anda membangun usaha untuk terus berkembang dan berkelanjutan

 

Bagaimana Anda melihat peran teknologi dalam dunia arsitektur dan desain interior saat ini?

Kita tidak dapat menolak zaman, teknologi berkembang sangat pesat. Isu Artificial Intelegent (AI) adalah yang dominan saat ini dibicarakan. Terkait dengan kekhawatiran akan hilangnya lapangan kerja dengan munculnya suatu hal yang instan dalam proses penciptaan hingga penilaian terhadap kejujuran dalam berkarya. Terhadap peran teknologi, pertama adalah nikmati dan manfaatkan dengan baik.

Saya memanfaatkan teknologi adalah untuk efisiensi waktu kerja, sistematis, pendokumentasian, hingga menjadi bagian dari personal branding dalam profesi saya. Dan yang kedua adalah tetaplah berkarya dengan hati dan kejujuran. Teknologi hanyalah perangkat, instrument, tools, kitalah yang menjalankannya, manusia. Manusiawilah dalam berkarya.

Ngomong-ngomong soal sketsa, bagaimana Anda menggunakan sketsa dalam pekerjaan Anda sebagai arsitek dan desainer interior?

Sejak awal saya menempuh studi arsitektur hingga saat ini saya berkarya di dunia profesi arsitek, sketsa tidak pernah saya tinggalkan. Di proses awal perancangan, sketsa digunakan untuk menggali dan membangun ide. Di tahap pembangunan desain dan rancangan, melalui sketsa kita dapat melakukan eksekusi dan penentuan keputusan secara singkat dan aktual jika hal tersebut dilakukan di lokasi site project. Saya menyebutnya “Bahasa Gambar”. Melalui Bahasa Gambar yang baik dan komunikatif, baik client hingga pelaksana di lapangan akan lebih mudah memahami dalam menyelesaikan kendala teknis.

Punya tips buat yang ingin belajar membuat sketsa?

Sketsa adalah uraian ide awal yang berbentuk gambar yang berfungsi mewakili gambar akhir. Sketsa itu bersifat sementara, dan sketsa tidak semata-mata hanya untuk mereka yang studi desain dan perancangan. Semua orang dengan berbagai disiplin keilmuan dan antusias tentu bebas untuk bersketsa. Bersketsa adalah hal menyenangkan, Anda dapat menggunakannya sebagai stress release, hingga mengolah rasa dan meditasi yang menenangkan.

Bagi saya, tidak ada yang hal yang salah dari sebuah gambar sketsa, karena sketsa juga merupakan ekpresi dan olah rasa dari siapapun yang membuatnya tanpa melihat latar belakang, gender, dan usia. Menggambarlah, bersketsalah!

Simak cerita lain dari para profesional muda dalam menempuh kariernya di Rubrik Profil Loker ID ya!