Prasaja Mukti : "UX Writer Penghubung Penting antara Teknologi dan Kebutuhan Manusia"

Author
Ditulis olehTim Loker • Update 31 Januari 2025
Rubrik Profil

prasaja-lead-ux-writer-tahun-2025

Ada banyak spesifikasi profesi writer saat ini dan satu yang paling menonjol, dibutuhkan, dan dicari adalah UX Writer. Belum lama ini Loker ID ngobrol dengan Prasaja Mukti, seorang Principal UX Writer dan juga Lead UX Writer yang di waktu senggangnya menjadi mentor untuk kelas UX Writing.

Menurutnya,  perusahaan dengan produk digital yang peduli customer-nya, membutuhkan UX Writer yang empatik dan jago komunikasi. "Saya optimis banget UX Writer bakal terus jadi penghubung penting antara teknologi dan kebutuhan manusia," demikian penuturannya. Seperti apa peran UX Writer di masa kini dan masa sekarang serta tantangan yang dihadapi para profesional di bidang ini? Simak langsung obrolannya di sini!

Bagaimana Anda memulai karir sebagai UX Writer? Apa yang menarik Anda ke bidang ini?

Jadi awal karir saya sebagai UX Writer itu sebenarnya keberuntungan karena iseng mengikuti tren industri digital dan sempat tidak sengaja membaca case study UX Writing yang Google rilis. Beruntung juga waktu itu pas ada tren UX Writer mulai masuk ke Indonesia dan beberapa orang merilis artikel di Medium. Pokoknya timing-nya pas, lah untuk masuk ke bidang ini. Apalagi waktu itu poin yang makin bikin tertarik adalah bahasan tentang gimana UX Writer bisa kasih impact ke bisnis secara langsung lewat tulisan.

Apa proyek UX Writing pertama yang paling berkesan bagi Anda? Apa yang Anda pelajari dari proyek tersebut?

Soal proyek yang paling berkesan, itu waktu saya handle produk inkubasi bank di bidang health and parenting. Bayangin aja, saya masih single waktu itu tapi harus ngulik konten kehamilan minggu per minggu, dan baca berbagai buku parenting! Tapi justru itu yang bikin saya jadi punya insight cukup mendalam, minimal udah punya bekal ilmu parenting dari para ahli. Sekarang ketika udah berkeluarga dan punya anak, ada beberapa momen yang membuat saya nge-recall tulisan tulisan yang pernah saya buat. Jadi yaa, proyek tersebut personal buat saya.

pengalaman-sebagai-ux-writer-prasaja-tahun-2025

Sebagai lead UX Writer, apa saja tanggung jawab utama Anda?

Untuk Lead UX Writer, tergantung kultur di perusahaannya. Ada Lead dengan tanggung jawab menjadi direct manager 1 orang, ada yang memantau dan mengelola proses penulisan copy dari awal sampai akhir, dan ada yang jadi middle manager untuk mengelola tim writer di divisinya.

Di kantor terakhir, saya memantau proses penulisan copy di semua product squad sambil jadi middle manager buat pastiin tim writer berkembang sesuai kebutuhan perusahaan dan tetap punya keterampilan yang relevan di industri.

Bagaimana Anda mengelola dan mengembangkan tim UX Writing?

Untuk pengembangan tim, saya beruntung punya tim yang komunikatif dan jago nulis. Kuncinya? Tiap pagi absen "Morning all!" haha.

Selain itu, saya percaya sepenuhnya sama tim. Plus saya suka kasih challenge buat dorong mereka explore kemampuan baru.

Menurut Anda, bagaimana peran UX Writer telah berkembang dalam beberapa tahun terakhir?

Kalau ngomongin perkembangan UX Writer di Indonesia, menurut saya perkembangannya ada meskipun sekarang terlihat pelan. Yang menarik, saya masih jarang melihat UX Writer yang secara pribadi mempromosikan expertise-nya di industri yang spesifik -- Ada sih, tapi jumlahnya makin sedikit.

Contohnya ya "UX Writer in Fintech", "UX Writer tackles problems in Healthtech", atau "Senior UX Writer for Design Tools". Kalau makin banyak spesifikasi yang terpapar ke industri, saya yakin banget perusahaan bisa makin paham role yang mereka butuhkan ada di pasar. Writer yang minat dengan spesialisasi tertentu di industri juga jadi lebih mudah cari mentor.

peluang-sebagai-ux-writer-tahun-2025

Keterampilan apa yang paling penting bagi seorang UX Writer di masa depan?

Nah, soal keterampilan masa depan, yang paling penting menurut saya adalah kemampuan menulis dengan sentuhan humanis dan emosional. Meskipun ada AI dan berbagai model LLM yang memang bisa kasih banyak pilihan copy, tapi yang punya wawasan tentang customer dengan dalam dan bisa empatik ke problem yang mereka miliki, ya tetap writer.

Bagaimana teknologi baru seperti AI dan machine learning akan mempengaruhi pekerjaan seorang UX Writer?

Bicara soal AI dan machine learning, saya lihat ini sebagai tools yang membantu proses awal seperti riset market dan analisis kompetitor. Tugas writer mengolah semua temuan itu jadi insight yang meaningful.

Yang bahaya adalah menggunakan AI untuk memproduksi banyak copy dalam waktu singkat tanpa pendalaman konteks. Mungkin terlihat efektif dengan menghasilkan banyak pilihan, tapi tidak membantu writer untuk mengasah kemampuan berpikir lebih dalam dan lebih empatik ke customer.

Apa tantangan unik yang dihadapi oleh UX Writer di industri finansial? Bagaimana Anda mengatasi tantangan dalam mengkomunikasikan konsep yang kompleks kepada pengguna dengan latar belakang yang beragam?

Di industri finansial, tantangannya unik. Kita harus bisa komunikasi dengan banyak stakeholder yang kadang punya kepentingan berbeda seperti legal, marketing, tim produk, sales, pokoknya banyak deh! Writer juga harus bisa menyederhanakan konsep rumit untuk pengguna dengan beragam latar belakang. Karena, sudah jadi tugas UX Writer untuk menemukan common pattern yang jadi preferensi komunikasi customer, dan meneruskannya menjadi bahasa yang digunakan di dalam produk.

suka-duka-ux-writer-tahun-2025

Bagaimana Anda memastikan bahwa konten yang Anda tulis sesuai dengan regulasi yang berlaku di industri finansial?

Untuk urusan regulasi, tim writer dibantu banyak stakeholder buat cross-check terminologi. Kita juga harus rajin baca pedoman OJK, ISO, dan bikin dokumentasi internal yang rapi.

Apa yang memotivasi Anda untuk menjadi mentor kelas UX Writing?

Soal mentoring, saya termotivasi karena dulu di awal karir nggak punya mentor yang lebih senior dengan role yang sama (masih jarang banget, kan). Ada sih, teman ngobrol dan diskusi yang sangat membantu. Tapi setelah mendengar beberapa permintaan writer yang ingin saya jadi mentornya, ternyata tiap sesi yang berjalan bisa jadi refleksi semua wawasan yang saya miliki. Cukup senang bisa membantu mentee sembari mengingat apa saja keterampilan dan prinsip yang saya punya. Secara umum, mentoring ini bisa ngebantu banget, dari yang masih junior sampai yang mau level up ke principal atau management.

Bagaimana Anda melihat peran kelas mentoring dalam pengembangan karir seorang UX Writer?

Peran kelas mentoring bisa sangat berarti, menyesuaikan kebutuhan mentee. Yang saya sering lihat kelas untuk junior writer atau aspiring writer sebenarnya cukup bagus. Tapi, saya sempat juga dapat mentee yang meminta mentoring untuk level up jadi senior, dan ada juga yang minta insight terkait percabangan jalur karir ke principal atau management.

Untuk UX Writer yang ingin karirnya berkembang dan butuh kelas mentoring, saya masih cukup available untuk jadi rekan ngobrol. Atau kalau ada perusahaan yang butuh konsultasi terkait role UX Writing dan jenjang karir yang ideal, saya rekomendasikan untuk ngobrol dengan Edwin atau Dirk di Warung Copy. Mereka punya spesifikasi khusus untuk ngebantu tim writer di berbagai perusahaan supaya terus berkembang.

pengalaman-mentoring-ux-writer-tahun-2025

Tren UX Writing apa yang sedang Anda ikuti saat ini?

Mungkin bukan tren ya, pendalaman expertise yang sedang saya pelajari adalah tentang aksesibilitas digital. Saya beruntung sekali sekarang sedang membantu salah satu produk yang fokus ke aksesibilitas dari sisi kepenulisan. Ternyata masih banyak istilah yang kurang inklusif yang kita pakai sehari-hari tanpa sadar.

Menurut Anda, apa peluang terbesar bagi seorang UX Writer di masa depan?

Kalau bicara peluang ke depan, saya optimis banget UX Writer bakal terus jadi penghubung penting antara teknologi dan kebutuhan manusia. Perusahaan dengan produk digital yang peduli customer-nya, tentu butuh UX Writer yang empatik dan jago komunikasi. Role ini akan lebih fokus ke strategic writing yang menggabungkan data, empati, dan kreativitas.  Jangan terlalu khawatir dengan kehadiran AI karena nanti pun yang menulis prompt untuk menjelaskan apa yang dibutuhkan, tetap writer yang jago menjelaskan, haha.

Baca terus Rubrik Profil Loker ID untuk tahu cerita karier expert lainnya!