Wawancara Kerja

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan untuk Posisi Supervisor

Apakah pekerjaan itu untuk supervisor penjualan, supervisor produksi, supervisor gudang atau pemimpin tim, kompetensi dasar dan keterampilan supervisor yang sama diperlukan agar berhasil melaksanakan tugas dan tanggung jawab dalam peran pengawasan terkait posisi supervisor.

Mengetahui pertanyaan wawancara mana yang akan muncul terkait posisi supervisor dapat membantu Anda melewati prosesi wawnacara dengan lebih percaya diri. Simak pertanyaan yang sering muncul dalam wawancara supervisor di sini!

1. Apa kualitas esensial seorang supervisor yang baik?

Dalam jawaban wawancara Anda, sertakan kompetensi kunci atau keterampilan pengawasan yang berlaku untuk semua pekerjaan supervisor seperti:

  • Perencanaan dan pengorganisasian
  • Penyelesaian masalah
  • Pengambilan keputusan
  • Pendelegasian
  • Motivasi
  • Komunikasi
  • Cara mengelola konflik

2. Menurut Anda, apa peran seorang supervisor?

Anda bisa memberikan jawaban seperti: “Peran utama supervisor adalah untuk merencanakan, mengkoordinasikan, dan mengawasi sekelompok atau tim orang untuk menggunakan sumber daya yang tersedia secara efisien dan memaksimalkan produktivitas untuk mencapai tujuan yang ditetapkan.”

3. Jelaskan gaya pengawasan Anda

Saat menjawab pertanyaan wawancara supervisor seputar gaya Anda mensupervisi, ingatlah bahwa tidak ada gaya supervisor yang salah atau benar. Kriteria satu-satunya adalah bahwa itu harus sesuai dengan situasi. Kemampuan Anda untuk menyesuaikan gaya Anda dengan tuntutan orang yang Anda hadapi, tugas yang ada dan keadaan adalah kunci sukses sebagai supervisor.

4. Bagaimana Anda memotivasi karyawan ataupun anggota tim Anda?

Semakin banyak karyawan atau anggota tim Anda memahami tentang pekerjaan dan tanggung jawab mereka, semakin termotivasi mereka. Tunjukkan bagaimana Anda memastikan setiap bawahan memiliki kejelasan tentang peran dan tanggung jawabnya.

Sampaikan bagaimana Anda menetapkan target yang jelas, spesifik dan realistis yang disepakati daripada yang didiktekan fokus pada bagaimana Anda melibatkan karyawan dengan meminta saran, ide, dan umpan balik.

5. Ceritakan tentang saat seorang karyawan membuat kesalahan yang signifikan. Tindakan apa yang Anda lakukan?

Ini adalah pertanyaan wawancara perilaku atau situasional. Anda diharapkan memberikan contoh bagaimana Anda berhasil mengelola karyawan atau anggota tim yang sulit. Ketika menjawab, tekankan pada kemampuan Anda:

  • untuk berkomunikasi secara terbuka untuk memahami penyebab kesalahan
  • untuk berdiskusi dengan karyawan bagaimana mencegah hal itu terjadi lagi
  • untuk melihat kesalahan sebagai kesempatan belajar untuk meningkatkan kinerja masa depan