Perjalanan Karier Ratih Fitrinaka Berpindah Profesi sampai Akhirnya Menemukan Karier Impiannya

Mungkin, kalau diibaratkan, perjalanan karier Ratih Fitrinaka seperti makan permen nano-nano yang memiliki bermacam-macam rasa. Mengapa begitu, soalnya, alumni Atma Jaya Yogyakarta ini sudah beberapa kali berganti profesi, sampai akhirnya menjabat sebagai Senior Project Officer di Female Daily Network. Diakuinya, perpindahannya dari satu profesi ke profesi lain membantunya menemukan apa yang selama ini ia cari dari suatu pekerjaan.
"Ternyata saya suka membuat event dan merasakan kepuasan dan kebahagiaan dalam bekerja ketika event yang saya buat berhasil," terangnya. Selain itu berpindah-pindah profesi membuat Ratih menjadi profesional yang lebih mudah beradaptasi dengan segala situasi dan berjejaring. Bekerja lintas departemen membuatnya mengenal banyak orang dan memahami berbagai macam jobdesk.
Menurut penelitian yang pernah dilakukan oleh Hoppe (2015), ada tiga faktor utama yang membuat seseorang melakukan switch career, yaitu benefit dari pekerjaan, aspirasi karier, dan efikasi diri secara umum. Lebih dari itu, keinginan untuk menantang kemampuan diri apakah bisa lebih baik dari sebelumnya atau tidak.
Pandemi COVID-19 bisa dibilang menjadi salah satu penyebab saat ini banyak orang melakukan switch career. Pembatasan sosial dan perubahan drastis dalam dinamika pekerjaan juga memaksa orang-orang untuk mengevaluasi kembali prioritas mereka dalam hidup dan karier. Selain itu, pandemi juga memicu percepatan adopsi teknologi, yang membuka peluang baru di berbagai sektor, sehingga mendorong orang untuk mengembangkan keterampilan baru dan mencari peluang karier yang berbeda.
Nah setelah pandemi COVID-19, PHK dan layoff massal juga membuat orang tidak bisa menjalani kariernya yang dulu lagi. Bisa jadi karena peluang kerja yang kian terbatas sementara kompetitor semakin banyak yang salah satunya didorong oleh lulusan muda. Kondisi ini pada akhirnya juga membuat orang mulai mencari peluang pekerjaan berbeda.
Walaupun terkesan penuh tantangan, sebenarnya ada banyak kisah sukses dari perjalanan switch career yang membuktikan kalau pekerjaan tidak harus selalu linear dengan latar belakang pendidikan, dan tidak masalah kok mencoba jalur karier berbeda dari sebelumnya. Intinya, kita tidak akan pernah tahu kalau belum mencoba. Dan siapa yang bisa menduga kalau ternyata kita bisa melampaui apa yang selama ini tidak terpikirkan atau menjadi batasan diri.
Itulah yang dibagikan Ratih kepada Loker ID terkait switch career yang dilakukannya berulang. "Malahan sebenarnya kalau dipikir-pikir, tiap pengalaman di pekerjaan yang berbeda itu bisa saling melengkapi dan mendukung. Enggak ada yang sia-sia sih.." tambah Ratih. Seperti apa perpindahan karier Ratih dari satu profesi ke profesi lainnya membentuk profesionalitas dan skill-nya? Baca ceritanya di sini!
Anda memiliki perjalanan karier yang sangat beragam, mulai dari redaktur feature hingga Senior Project Officer. Apa yang mendorong Anda untuk terus beralih ke berbagai peran yang berbeda?
Awalnya karena lulusan Ilmu Komunikasi Jurnalistik di Atma Jaya Yogyakarta, jadi saya mencoba profesi sebagai redaktur di majalah. Sempat juga menjadi social media spesialist, untuk handle content di social media online travel agent. Lalu, beralih menjadi marketing creative off air di stasiun televisi RCTI. Kemudian menjadi event spesialist di Female Daily Network. Lalu, senior event strategist di Narasi. Sekarang, kembali lagi ke Female Daily Network sebagai Senior Project Officer.
Pendorong saya switch career karena ketika di awal karier saya mencoba segala profesi yang saya sukai, namun akhirnya saya menemukan jalan dan nyaman dengan profesi yang meng-create sebuah event dan mengeksekusinya dengan sukses menjadi kepuasaan tersendiri buat aku. Dan rasanya bahagia!
Bagaimana pengalaman Anda sebagai redaktur feature, social media officer, marketing creative, event specialist, dan event strategist membantu Anda dalam menjalankan peran sebagai Senior Project Officer?
Di tiap profesi tersebut saya jadi mendalami sebuah skill yang beragam. Di redaktur feature belajar mengasah skill menulis dan mewawancarai narasumber untuk sebuah artikel. Di social media officer, saya belajar membuat planning scheduling konten yang menarik target audiens. Ketika bekerja di sebagai marketing creative, saya belajar mengasah skill kreativitas dan concepting proposal. Kemudian di event specialist, saya belajar menjadi project manager dengan mengurus A to Z kebutuhan event. Di event strategist, saya belajar riset market dan evaluating sebuah event. Nah, pekerjaan terakhir saat ini senior project officer, saya mengasah kemampuan leadership dan create event signature dengan baik dan menarik.
Keterampilan apa saja yang paling Anda anggap penting untuk berhasil dalam berbagai peran yang pernah Anda jalani?
Kemampuan beradaptasi, bernegosiasi, dan team work. Serta saling respect antar tim.

Apa tantangan terbesar yang Anda hadapi saat beralih dari satu peran ke peran lainnya? Bagaimana Anda mengatasinya?
Challenge-nya saya memperoleh banyak tugas yang baru yang berlainan dari yang biasanya dikerjakan. Mengatasinya dengan belajar terus, learning by doing, brainstorming bareng rekan kerja dan atasan.
Apa yang membuat Anda tertarik untuk fokus pada peran sebagai Senior Project Officer?
Challenge di pekerjaannya membuat saya tertantang untuk selalu mengerjakannya dengan baik. Saya menyukai jenis pekerjaannya, dari mulai persiapan, acara dan setelah acara sangat menyenangkan. Lelah pasti ada, tapi rasanya sangat sebanding dengan hasilnya jika event tersebut sukses. Suatu pencapaian yang menyenangkan dalam hidupku.
Seperti apa perbedaan antara peran event specialist, event strategist, dan project officer?
Kurang lebih hampir sama, sama-sama menciptakan event. Perbedaannya, hanya jika di event strategist, lebih ke bagian fokus ke planning dan concepting. Kalau event specialist dan project officer adalah pengeksekusi show event di lapangan
Proyek apa yang paling kompleks yang pernah Anda kelola sebagai Senior Project Officer? Apa yang membuat proyek tersebut menantang?
Event untuk kids & moms, event tersebut meliputi kompetisi anak-anak yang mana ternyata ibu-ibunya ambisius sehingga cukup challenging untuk mengatasinya.

Keterampilan soft skill apa yang menurut Anda paling penting bagi seorang Senior Project Officer?
Fast respond, inisiatif dan komunikatif.
Mau tahu skill apa saja yang dibutuhkan di era sekarang? Baca rekomendasinya di artikel 5 Skill yang Diperlukan untuk Bersaing di Dunia Karier Masa Kini.
Bagaimana Anda mengelola tim yang beragam dalam proyek yang Anda jalankan?
Dengan sering brainstorming untuk diskusi kebutuhan project, briefing yang jelas dan berusaha memahami masukan tim
Apa yang menjadi motivasi terbesar Anda dalam bekerja?
Kerja untuk ibadah dan bermanfaat untuk keluarga, diri sendiri dan orang terdekat. Kerja untuk mencari keberkahan
Jika Anda bisa kembali ke masa lalu, satu hal apa yang ingin Anda ubah dalam perjalanan karier Anda?
Lebih berani salah, lebih berani ambil resiko dan terus memperbaiki kesalahan tersebut. Sehingga belajar dan menjadi lebih baik ke depannya.
Jika Anda sedang mempertimbangkan untuk melakukan switch career, baca tipsnya di artikel Mau Career Switch? Wajib Perhatikan 7 Hal Ini.