Peksi Cahyo: Dinamika Profesi Fotografer dari Era Cetak ke Digital

Bagaimana Anda memulai karier sebagai fotografer di era cetak? Apa yang menjadi motivasi utama Anda saat itu?
Apa tantangan terbesar yang Anda hadapi saat bekerja dengan media cetak?
Bagaimana Anda pertama kali mengenal teknologi digital dalam fotografi? Apa yang membuat Anda tertarik untuk beralih?
Sejak bekerja di media cetak, saya sudah mengenal teknologi digital dalam fotografi. Perubahan sejatinya mestinya diadaptasi karena hal tersebut cepat atau lamban akan jadi sebuah keseharian bagi siapapun yang berkecimpung di situ. Digital mengubah hampir semua yang ada di industri media. Saya amat tertarik dengan fleksibilitas, akurasi dan kecepatan yang diberikan oleh kamera digital.

Apa perubahan paling signifikan yang Anda rasakan saat beralih dari era cetak ke digital?
Bagaimana Anda belajar dan beradaptasi dengan teknologi baru tersebut?
Mana yang lebih Anda sukai proses kerja antara fotografi cetak dan digital dan mengapa?

Bagaimana teknologi digital telah memperluas cakrawala kreativitas Anda sebagai seorang fotografer?
1. Platform digital seperti media sosial dan website bisa jadi mempermudah sarana promosi seorang fotografer dalam memasarkan karyanya.
2. Platform digital seperti media sosial membuat jangkauan seorang fotografer mendapatkan job-job dari perusahaan luar negeri menjadi lebih memungkinkan dan dipermudah.
3. Beberapa hal teknis di fotografi digital membuat segala sesuatunya menjadi lebih praktis misal yang paling sederhana adalah set up ISO disesuaikan dengan kebutuhan kondisi pencahyaan hingga ISO 32.000 atau lebih. Sementara di era sebelumnya, enggak kebayang fotografer mesti beberapa jenis rol film dengan beragam jenis ISO.
Bagaimana Anda melihat persaingan di dunia fotografi saat ini? Bagaimana menurut Anda perkembangan dunia kreatif fotografi saat ini?
Teknologi apa yang menurut Anda akan paling berdampak pada dunia fotografi di masa depan?
Setelah teknologi digital merevolusi semua hal dalam kehidupan manusia. Di masa depan, mungkin nanoteknologi sebagai ilmu dan rekayasa yang berfokus pada manipulasi dan penggunaan material dalam skala nanometer. Contoh terakhir adalah CMOS Sensor yang ada pada kamera digital berhasil direkayasa dan digunakan ke dalam handphone. Di mana sekarang banyak merk handphone menjual fitur-fitur fotografi sebagai nilai jual untuk menarik calon pembeli.
Menurut Anda, apa peran seorang fotografer di era digital ini? Apakah masih relevan dengan apa yang Anda jalani/ketahui sebelumnya di era cetak?
Justru makin relevan karena dunia makin visual. Cara pandang kita sebagai fotografer atau fotografi yang perlu bergeser. Bila dulu fotografer hanya cukup "take picture" maka sekarang kemampuan "making picturesnya" yang harus kian diperdalam.
Making pictures ini bentuknya beragam bisa dengan lebih mengasah kemampuan sebagai pencerita "Visual Storyteller" sehingga fotografer juga memiliki kemampuan untuk terlibat dalam segala jenis dan tingkatan produk komunikasi. Mulai dari dokumentasi hingga narasi.
Apa saran Anda untuk para fotografer muda yang ingin berkarier di bidang ini?
Saat saya memulai dulu sekitar 1999, referensi foto untuk belajar amatlah terbatas beda dengan sekarang. Kebalikan dengan era sekarang di mana terjadi tsunami informasi hingga audiens tidak mampu memilah atau mengkurasi hal yang dia butuhkan. Saran saya: Segera mulai Just Do It, perkuat fundamental dari sisi teknis, perluas wawasan dengan banyak membaca dan belajar tentang hal lainnya serta yang terakhir pintar-pintar membawa diri.
Jangan lupa untuk terus membaca Rubrik Profil Loker ID untuk mendapatkan perspektif menarik lainnya dari para expert!