Pasti Dirasakan Calon Karyawan
Anda boleh memiliki rasa percaya diri yang tinggi, membaca seribu tips soal lowongan pekerjaan dan kiat menghadapi wawancara. Namun hal-hal di bawah ini pasti akan Anda hadapi.
1. Gugup
Sudah pasti gugup! Apalagi kalau ini wawancara pertama Anda dan di perusahaan yang memang sudah lama ditaksir lagi, akan menambah rasa gugup pastinya. Hal ini sangat normal, yang perlu Anda lakukan hanyalah menguasai rasa gugup tersebut. Jangan malah Anda yang dikuasai oleh rasa gugup, bisa-bisa prosesi wawancara jadi berantakan.
2. Keringat Dingin
Apalagi kalau rasa gugup yang menggila, hal-hal seperti gugup dan keringat dingin adalah lumrah terjadi. Jangan langsung menganggap Anda sedang sakit atau menderita demam. Perasaan panas dingin saat wawancara biasa terjadi, sekali lagi Anda harus bisa menguasai perasaan ini.
3. Minder
Apalagi kalau Anda melihat saingan-saingan Anda yang ikut seleksi wawancara pada hari yang sama, bisa jadi Anda langsung keder duluan sebelum memulai prosesi wawancara. Hal ini memang wajar sih terjadi. Tekanan psikologis akan membuat Anda merasa minder. Harapan untuk diterima yang demikian besar bisa jadi membuat Anda merasa kalah duluan. Soalnya Anda sudah mereka-reka kriteria yang akan diterima perusahaan yang Anda lamar lewat saingan-saingan yang Anda lihat.
4. Belepotan
Bisa saja semua jawaban yang sudah Anda rangkai menjadi berantakan ketika berhadapan langsung dengan user-nya. Bahkan Anda bisa lupa dengan IPK, nama almamater, hobi dan hal-hal sepele lainnya. Jika berada pada situasi demikian, Anda hanya perlu menarik napas panjang dan bicara perlahan namun pasti. Jangan buru-buru yang hanya akan membuat bahasa menjadi berhamburan tidak teratur.
5. PHP
Bukan hanya soal pacaran saja yang bisa merasakan PHP alias pemberi harapan palsu, calon karyawan juga sering merasakan hal yang sama. Apalagi kalau user mengatakan akan menghubungi seminggu kemudian tetapi tidak juga menghubungi rasanya seperti menunggu jawaban “iya” dari orang yang Anda ajak pacaran. Cobalah terbiasa dengan sakitnya menunggu.