Nia Janiar: Pentingnya Menjaga Integritas dan Kreativitas sebagai Penulis di Era AI

Author
Ditulis olehTim Loker • Update 9 Desember 2024
Rubrik Profil

nia-janiar-sebagai-lead-writer-tahun-2024

Katanya semua orang bisa menulis--apalagi sekarang sudah zaman AI--tapi apakah semua orang bisa menulis dengan baik, runut dan menggugah? Tak hanya itu, apakah semua orang bisa menyampaikan pesan dengan semestinya lewat tulisan yang dibuatnya? Ini adalah beberapa hal yang perlu kita renungkan di era kepraktisan kreativitas saat ini.

Obrolan mengenai AI kali ini Loker ID bahas bersama Nia Janiar seorang Lead Writer di B/NDL Studios sebuah agensi kreatif yang menawarkan jasa kepenulisan, design, dan training ke client. Dengan siapa lagi coba membahas dunia menulis kreatif kalau bukan dengan praktisinya langsung!

Bagaimana Anda melihat perkembangan dunia kepenulisan di era digital yang semakin pesat ini, terutama dengan adanya teknologi AI? Apakah Anda melihat adanya perubahan signifikan dalam dinamika profesi penulis?

Teknologi AI telah mengubah dunia kepenulisan dengan membuat proses menulis jadi lebih mudah dan cepat. AI bisa membantu di banyak tahap, seperti memberikan ide, menyusun pertanyaan wawancara, hingga membuat kerangka tulisan. Untuk editing, AI juga cukup andal dalam mendeteksi salah ketik dan memperbaiki tata bahasa.

Dengan adanya AI, menulis menjadi lebih mudah diakses oleh siapa saja. Namun, hal ini juga membuat persaingan di dunia kepenulisan semakin ketat. Meski begitu, penulis yang menguasai teknik dasar tetap punya keunggulan. Tulisan berbasis AI sering terasa kaku, kurang personal, tidak terstruktur, atau sulit dipahami. Itulah kenapa sentuhan akhir dari penulis masih sangat dibutuhkan untuk menghasilkan karya yang berkualitas.

Belum lama ini dikabarkan ada seleb TikTok yang membuat buku dengan bantuan AI? Apakah hal ini memunculkan pertanyaan tentang etika dalam penulisan dan sejauh mana peran kreativitas manusia dalam proses tersebut?

Menurut saya, menggunakan AI untuk membuat karya yang akan diterbitkan itu tidak masalah, selama AI hanya digunakan sebagai alat bantu, bukan untuk menghasilkan tulisan yang langsung disalin-tempel tanpa editing.

Kreativitas manusia tetap menjadi faktor utama dalam menciptakan karya yang berkualitas. Penulislah yang menentukan ide cerita, pesan yang ingin disampaikan, tujuan yang ingin dicapai, hingga elemen-elemen kreatif lainnya seperti gaya bahasa, penggambaran latar, dialog, dan sebagainya.

Contohnya, AI mungkin sering menggunakan kata seperti "tapestry" atau frasa "in the realm of". Di sinilah kreativitas penulis dibutuhkan untuk memilih ungkapan yang lebih relevan dengan gaya tulisannya, konteks ceritanya, maupun pembacanya.

AI memang bisa mempercepat proses dengan memberikan referensi atau saran, tetapi sentuhan manusia tetap penting untuk menjaga orisinalitas, emosi, dan makna tulisan. Tanpa keterlibatan aktif penulis, sebuah karya berisiko kehilangan keunikan dan daya tariknya.

pandangan-nia-janiar-soal-ai-tahun-2024

Menurut Anda, apakah tren ini akan berdampak signifikan terhadap industri penerbitan? Bagaimana dengan nilai jual sebuah buku yang dibuat dengan bantuan AI?

Sekarang, banyak orang yang bisa menulis, mengedit, bahkan mempublikasikan karyanya sendiri. Akibatnya, permintaan untuk jasa penulis dan editor profesional mungkin menurun. Untuk tetap relevan, pelaku industri penerbitan perlu mencari nilai tambah agar klien tertarik menggunakan jasa mereka.

Misalnya, ada agensi storytelling di London yang membantu klien membuat gambar menggunakan AI, tetapi dengan prompt yang mereka rancang sendiri. Pendekatan kreatif seperti ini bisa menjadi cara untuk tetap bersaing di tengah perubahan industri.

Selain itu, penting juga untuk mengedukasi masyarakat bahwa AI hanyalah alat bantu, dan dasar keterampilan menulis tetap sangat diperlukan. Terutama jika karya tersebut akan diterbitkan dan dijual, kualitas tulisan harus menjadi prioritas. Bagaimanapun, pembaca berhak mendapatkan karya yang bermutu dan layak.

Bagaimana kita dapat memastikan kualitas sebuah karya tulis yang melibatkan AI? Apakah ada standar tertentu yang perlu ditetapkan?

Bagi saya, karya tulis yang berkualitas adalah karya memberi dampak pada pembacanya. Untuk bisa memberikan dampak, tulisan harus mudah dipahami terlebih dahulu, dan ini dapat dicapai dengan menerapkan penulisan yang efektif, yaitu mencakup tiga elemen utama: clear, concise, dan coherent.

Clear berarti tulisan menggunakan bahasa yang mudah dimengerti, sehingga pesan yang disampaikan jelas dan tidak ambigu. Concise artinya tulisan bebas dari pengulangan atau kata-kata yang tidak perlu, hanya memuat detail yang relevan dengan ide utama. Coherent menunjukkan tulisan yang terstruktur dengan baik, sehingga alur dan logikanya mudah diikuti pembaca. Dengan memperhatikan ketiga elemen ini, tulisan yang menggunakan bantuan AI akan lebih efektif.

Menurut Anda, apa saja perbedaan paling mencolok antara peran seorang penulis di masa lalu dan sekarang? Bagaimana teknologi telah mengubah cara kita berkarya dan berinteraksi dengan pembaca?

Dulu, penulis hanya bisa menerbitkan karyanya lewat media cetak. Sekarang, mereka punya banyak pilihan—menulis untuk blog, membuat narasi video, atau bahkan podcast yang bisa diakses oleh siapa saja. Dampaknya, karya mereka bisa menjangkau lebih banyak orang, dan kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan pembaca atau audiens juga jadi lebih besar.

Ditambah lagi, teknologi memudahkan penulis untuk melihat tren atau topik yang sedang hangat. Ini membantu mereka membuat karya yang lebih relevan dan sesuai dengan minat masyarakat.

Apa saja tantangan terbesar yang dihadapi oleh penulis di era digital? Di sisi lain, apa saja peluang baru yang terbuka bagi penulis?

Di era digital, penulis memiliki akses luas ke berbagai referensi dan informasi. Misalnya, untuk belajar menulis artikel feature, kita bisa mengunjungi situs seperti The New Yorker atau Harvard Business Review. Banyak juga berita, jurnal, dan penelitian yang tersedia secara online, yang dapat dijadikan sumber informasi untuk tulisan. Namun, dengan melimpahnya informasi, penulis harus bijak dalam memilih sumber yang akurat dan kredibel untuk memastikan kualitas tulisan tetap terjaga.

Selain itu, era digital memungkinkan penulis mengeksplorasi berbagai jenis tulisan, seperti UX writing, manual writing, report writing, atau newsletter. Hal ini membuka peluang untuk mengembangkan keahlian di bidang lain dan tidak terpaku pada satu jenis tulisan saja.

entingnya-integritas-di-era-ai-tahun-2024

Sebagai seorang penulis, seberapa penting bagi Anda untuk memberikan sentuhan pribadi dalam setiap karya yang Anda buat?

Sebagai pembaca, kita pasti punya penulis favorit karena cara mereka mengolah kata atau menggunakan frasa khas yang menjadi ciri unik mereka, kan? Itulah mengapa sentuhan pribadi sangat penting dalam menulis—karena hal inilah yang membuat tulisan kita lebih orisinal dan membedakannya dari karya penulis lain.

Menurut Anda, apa yang sebenarnya mendefinisikan seorang penulis? Apakah seseorang yang menggunakan AI untuk menulis masih bisa disebut sebagai penulis?

Penulis adalah orang yang mengubah ide, pemikiran, dan perasaan menjadi tulisan yang bisa dinikmati atau dipahami oleh orang lain. Karya mereka biasanya sudah diterbitkan, baik dalam bentuk cetak maupun digital.

Menurut saya, selama seseorang menggunakan AI hanya sebagai alat bantu dan tetap menjalani proses kreatif serta memahami teknik dasar menulis, mereka masih bisa disebut sebagai penulis.

Tertarik membaca insight berbeda dari profesional lainnya? Baca di Rubrik Profil Loker ID!