Ngomongin Benci dan Cinta untuk Pinjol Bareng Arlyz Savan Religa

Author
Ditulis olehTim Loker • Update 20 Maret 2025
Rubrik Profil

content-manager-arlyz-tahun-2024

Persepsi negatif terhadap fintech P2P lending atau awam dikenal sebagai layanan peminjaman online seringkali muncul karena beberapa faktor. Salah satunya adalah pengalaman buruk yang dialami oleh sebagia orang akibat penyalahgunaan layanan pinjol. Selain itu, adanya oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab dalam industri ini juga turut memperburuk citra pinjol. Faktor lainnya adalah kurangnya edukasi mengenai produk dan layanan pinjol yang sebenarnya. Hal ini menyebabkan masyarakat seringkali salah kaprah dan memiliki anggapan yang negatif terhadap pinjol.

"Kalau saya lihat ada benci tapi butuh dengan layanan ini," kata Arlyz Savan Religa, profesional yang berprofesi sebagai Content Manger di sebuah perusahaan fintech P2P lending.  Bagi content creator di perusahaan pinjol, tantangan terbesar adalah mengubah persepsi negatif masyarakat. Mereka harus mampu menyajikan informasi yang objektif, akurat, dan mudah dipahami mengenai produk dan layanan pinjol. Selain itu, content creator juga perlu membangun kepercayaan publik dengan menunjukkan sisi positif dari pinjol, seperti kemudahan akses, fleksibilitas, dan manfaatnya bagi masyarakat. Tantangan lainnya adalah bersaing dengan banyaknya informasi negatif yang beredar di media sosial. Content creator harus kreatif dan inovatif dalam menyusun konten yang menarik dan relevan sehingga dapat menjangkau target audiens yang lebih luas.

Bagaimana menurut Anda perkembangan industri konten kreatif di sektor fintech dalam beberapa tahun terakhir? Apa tren yang paling menonjol?

Industri konten kreatif di Industri fintech menurut saya masih belum ada gebrakan yang signifikan, karena industri fintech sendiri sebenarnya enggak jauh beda sama finance, bank, asuransi, atau korporasi formal konfensional. Karena kita harus menjaga kredibilitas dan trust dari customer.

Apa tantangan terbesar yang dihadapi oleh content creator di industri fintech saat ini?

Mendapatkan engagement. Orang-orang pada umumnya cenderung lebih malu dan segan kalau komen di akun fintech terutama P2P. Sehingga ini menjadi tantangan gimana kita terus bikin konten yang kreatif supaya orang mau interaksi sama kita.

Seberapa penting peran konten dalam membangun brand image dan reputasi perusahaan fintech?

Sangat penting, meski jenis konten sangat banyak dan beragam, akun fintech harus bisa menyesuaikan dan menyampaikan message “Trusted”, “Empowering”, “Clean”, “Finance Literacy” dan sebagainya pada tiap konten. 

Bagaimana konten dapat digunakan untuk menarik minat calon pengguna dan meningkatkan engagement?

Selama ini menggunakan konten yang inspiring, berbumbu komedi, tetap nyeleneh dan entertaint namun tetap menjaga peraturan dan rules dari otoritas, asosiasi dan dari brand image perusahaan. Sehingga walaupun agak lucu, tetap harus terasa brand finansialnya.

tantangan-sebagai-content-manager-fintech-tahun-2024

Apa saja metrik utama yang Anda gunakan untuk mengukur keberhasilan konten yang diproduksi?

1.Engagement rate, seberapa interaktifnya konten kita dengan followers dan non followers.

2.Komentar, tujuan pembuatan konten yang lebih fun yang saya lakukan adalah mengurangi komentar komplain, dan meningkatkan komentar organik terkait konten.

Bagaimana Anda melihat persepsi publik terhadap industri fintech, terutama terkait dengan isu pinjaman online (pinjol)?

Fintech atau P2P sekarang dianggap industri abu-abu, sebagian masyarakat banyak benci sebagian banyak yang butuh. Namun lebih banyak lagi yang “malu” mengakui kalau mereka daftar dan pakai. 

Padahal kalau masyarakat pakainya benar dan bijak seperti bayar tepat waktu, pakainya untuk kebutuhan produktif seperti modal usaha, P2P ini akan sangat membantu.

Apa faktor-faktor yang menurut Anda berkontribusi pada terbentuknya imej negatif tersebut?

Banyaknya oknum Pinjol Ilegal di awal-awal maraknya berdiri fintech P2P membuat citra industri fintech P2P jadi buruk. Para pinjol ilegal itu sudah banyak beritanya terkenal kejam, bunga tinggi dan mencekik, dan Debt Collector yang “jahat”.

Hal ini yang bikin orang-orang ter-brainwash sampai sekarang. Padahal kalau fintech & P2P yang legal seperti kantor saya sekarang, selalu mengikuti peraturan dari OJK dan asosiasi dan tidak akan menyalahi aturan. Alangkah lebih baik pilih-pilih platform yang tepat dan yang legal sebelum daftar dan pengajuan.

Strategi konten seperti apa yang menurut Anda efektif untuk mengubah persepsi negatif publik terhadap fintech?

Strategi yang saya pribadi lakukan adalah humanization, membuat fintech yang terkenal kaku dan abu-abu bisa menjadi fun dan bisa mengundang interaksi yang bervariasi. Bisa lebih memeable namun tetap educate, bisa pakai sketsa komedi yang relate dengan masalah orang banyak dan sebagainya.

Bagaimana Anda menyeimbangkan antara kebutuhan untuk mempromosikan produk dengan membangun kepercayaan publik?

Lebih ke pembagian content pillar dan topik aja, cari hal yang relate kepada target audience, bikin storytelling yang kuat, dan angkat case yang sering terjadi di masyarakat menjadi sebuah story yang menghibur namun tetap mengedukasi.

pengalaman-arlyz-sebagai-content-manager-di-perusahaan-fintech-tahun-2024

Topik-topik edukasi apa yang menurut Anda paling relevan untuk disampaikan kepada masyarakat terkait fintech?

Topik yang mengedukasi gimana cara bedain fintech ilegal dan legal. Konten edukasi yang memberi informasi terkait tindak penipuan dan cara penanggulangan dan pengaduan. Edukasi gimana cara kelola uang dan utang yang benar sesuai kaidah keuangan, bagaimana menabung yang benar sehingga bisa menghindari utang.

Tantangan terbesar apa yang Anda hadapi sebagai content manager di perusahaan fintech? Bagaimana Anda mengatasi tantangan tersebut dan terus menghasilkan konten yang berkualitas?

Iklan P2P / Fintech yang marak beredar kan iklan-iklan yang “annoying” dan bener-bener hardsell kayak contoh: 

A: “Wah aku ada kebutuhan mendadak nih…”

B: “Ya ampun, daftar xxxx aja, limitnya sampai 200 juta, tenornya sampai 24 Bulan”

A: “Baiklah aku akan coba daftar”

Bayangkan dari liat iklannya aja orang males gak sih?

Naahh saat saya join ke perusahaan sekarang sebagai content manager, misi utama saya adalah membuat iklan atau konten fintech tempat bekerja saya sekarang menjadi beda dibanding iklan konten kompetitor lain. Sehingga orang enggak males duluan lihatnya dan lebih terhibur. Ciri khas yang saya buat adalah harus punya storytelling yang kuat, bumbu komedi yang lebih ngena, akting yang lebih bagus, punya value iklan dan message yang berbeda dibanding iklan kompetitor lain. Sehingga gak kerasa ini tuh iklan fintech.

Menurut Anda, ke mana arah perkembangan konten kreatif di industri fintech dalam beberapa tahun ke depan?

Menurut saya konten kreatif di industri fintech bakal lebih tap in trend lebih cepat dan dinamis. Akan mengarah ke konten yang lebih fun dan lebih receh. Karena mau enggak mau harus beradaptasi dengan gen z  sebagai customer baru mereka.

Bagaimana Anda terus mengembangkan kemampuan dan pengetahuan Anda sebagai content manager di era digital yang terus berubah?

Tetap scrolling sosmed dengan rajin, update terkait hal apapun sosial media di luar sana, buka wawasan dan open minded seluas-luasanya. Dan pastinya selalu melihat refereni di akun brand lain di luar industri fintech supaya perspektif konten lebih terbuka. Dan yang utama Pastinya tetap meningkatkan skill content creation, copy, scriptwriting dan visual desain.

Insight menarik lainnya dari beragam profesi bisa Anda dapatkan di Rubrik Profil Loker ID!