Nabilah : "PR Harus Menjadi Pendengar yang Baik dan Bertindak dengan Etika"

Seorang PR harus menjadi pendengar yang baik dan bertindak dengan etika karena hal ini merupakan fondasi dalam membangun kepercayaan dan hubungan yang kuat dengan berbagai pihak. Dengan menjadi pendengar yang baik, PR dapat memahami kebutuhan, harapan, dan kekhawatiran publik, sehingga dapat menyusun pesan yang relevan dan efektif. Selain itu, bertindak dengan etika menjamin bahwa informasi yang disampaikan akurat, jujur, dan tidak menyesatkan. Etika juga menjaga integritas profesi PR dan reputasi organisasi yang diwakilinya. Dengan demikian, PR dapat membangun citra positif, mengelola krisis dengan baik, serta mencapai tujuan komunikasi organisasi secara lebih efektif.
Ini adalah salah satu pembahasan Loker ID bersama Nabilah seorang PR expert yang sudah berpengalaman dalam bidang public relations di lintas industri. "Bangun kemampuan komunikasi yang kuat, jadilah pendengar yang baik, dan kuasai teknologi serta tren terbaru," tambah Nabilah lagi. Selengkapnya perjalanan karier dan bagaimana Nabilah memaknai pekerjaannya sebagai PR bisa dibaca di sini!
Bisa ceritakan sedikit tentang perjalanan karier Anda dari awal hingga saat ini?
Saya mengawali karier sejak bangku semester 1 sarjana sebagai penyiar dan presenter. Berawal dari ketidaksengajaan, sebab saya tidak pernah terpikirkan akan bekerja sebagai pembawa acara maupun PR. Saya hanya mengikuti alur hingga bekerja sebagai PR di tempat wisata Klenteng Sam Poo Kong dan hotel waktu sebelum saya lulus kuliah. Lalu, saya melanjutkan karier PR di berbagai industri seperti kesehatan, oil and gas, F&B, entertainment, hospitality dll saat saya memutuskan pindah ke Jakarta. Di saat yang sama saya melanjutkan pendidikan Magister / S2 Ilmu Komunikasi.
Apa yang memotivasi Anda untuk memilih bidang PR dan MC?
Di era digital saat ini, reputasi sangat penting bagi perusahaan dan individu. PR menjadi bidang yang relevan dan memiliki pengaruh besar, sehingga mereka yang tertarik untuk menjadi bagian dari perubahan ini sering memilih PR. Saya tertarik pada PR karena latar belakang saya di bidang komunikasi atau pemasaran], serta passion saya dalam membangun hubungan dan menyampaikan cerita yang bermakna.
Apa yang paling menarik Anda dari dunia PR?
Dunia PR menarik karena merupakan kombinasi seni, strategi, komunikasi, dan kreativitas. Ini adalah bidang yang memungkinkan seseorang untuk memengaruhi persepsi, menciptakan dampak positif, dan menghadapi tantangan baru setiap hari. Bagi banyak orang, kesempatan untuk bekerja di dunia yang dinamis, berorientasi pada hubungan, dan penuh inovasi ini menjadi daya tarik utamanya.
Bagaimana Anda melihat perpaduan antara peran sebagai PR dan MC, terutama dalam konteks isu-isu sosial?
Perpaduan peran PR dan MC menciptakan keseimbangan antara strategi komunikasi dan eksekusi langsung. Dalam konteks isu sosial, kolaborasi ini sangat penting untuk memastikan pesan yang disampaikan tidak hanya informatif, tetapi juga menggugah emosi dan menciptakan aksi nyata dari audiens. Seorang profesional yang mampu menguasai kedua peran ini memiliki potensi besar untuk menjadi agen perubahan sosial yang berpengaruh.

Bagaimana Anda menyeimbangkan antara tanggung jawab sebagai PR Corporate dengan kepedulian terhadap isu-isu sosial?
Dengan menyelaraskan kepentingan korporat dan nilai-nilai sosial, saya percaya bahwa seorang profesional PR tidak hanya dapat menjalankan tugasnya secara efektif, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat. Keseimbangan ini tercapai dengan pendekatan strategis, etika, dan empati.
Proyek atau kampanye sosial apa yang paling berkesan bagi Anda? Mengapa?
Pada saat saya bekerja sebagai PR disalah satu hotel tahu 2019. Saat itu, saya mencetuskan program CSR bertema “Kampanye Sadar Sarapan” bagi anak usia dini, saya senang ternyata sekarang juga menjadi salah satu program utama Pak Presiden.
Bisa Anda jelaskan secara singkat pengalaman Anda sebagai PR Corporate? Perusahaan apa yang pernah Anda dampingi dan apa saja tanggung jawab utama Anda?
Saya pernah bekerja di berbagai bidang, mulai dari media hingga multi company. Karena, saya sudah memulai bekerja saat usia 18 tahun. Radio Idola Semarang, Klenteng Agung Sam Poo Kong, Hotel Horison Pekalongan, Emirates Specialized hingga Adhya Group yang memiliki lebih dari 40 anak perusahaan.
Bagi saya, Corporate PR memiliki fungsi strategis yang bertujuan menjaga reputasi, membangun kepercayaan, dan menciptakan komunikasi yang efektif antara perusahaan dengan berbagai audiensnya. Peran ini sangat penting untuk mendukung keberhasilan jangka panjang perusahaan.
Apa tantangan terbesar yang pernah Anda hadapi selama bekerja sebagai PR Corporate? Bagaimana Anda mengatasinya?
Tantangan terbesar bagi seorang Corporate Public Relations (PR) adalah bagaimana menjaga reputasi perusahaan di tengah dunia yang terus berubah, kompleks, dan penuh tekanan dari berbagai pihak. Selain itu, seorang Corporate PR menghadapi berbagai tantangan yang membutuhkan kecepatan, ketepatan, kreativitas, dan kepemimpinan yang kuat. Dengan persiapan yang baik, pemahaman audiens, dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan, tantangan-tantangan tersebut dapat diatasi dengan efektif, sehingga reputasi perusahaan tetap terjaga dan terus berkembang.

Apa peran media sosial dalam strategi komunikasi PR Anda?
Media sosial berperan sebagai platform strategis dalam komunikasi public relations untuk membangun hubungan langsung dengan audiens, menyampaikan pesan secara cepat, memperkuat citra merek, mengelola krisis, memantau opini publik, dan meningkatkan keterlibatan melalui konten yang relevan dan interaktif.
Apa langkah-langkah penting yang harus dilakukan dalam menghadapi krisis?
Seorang Public Relations dalam menghadapi krisis harus segera mengidentifikasi masalah, mengumpulkan informasi akurat, dan membentuk tim krisis untuk koordinasi. Selanjutnya, merancang pesan komunikasi yang transparan dan relevan, serta menetapkan juru bicara resmi untuk menyampaikan informasi secara proaktif kepada media dan publik. Penting untuk memantau respons publik secara terus-menerus, memberikan solusi nyata yang menunjukkan tanggung jawab perusahaan, dan menindaklanjuti perkembangan situasi. Setelah krisis mereda, evaluasi penanganan dilakukan untuk memperbaiki strategi di masa depan.
Apa yang Anda lakukan untuk terus memperbarui pengetahuan tentang tren terbaru di bidang PR?
Untuk terus memperbarui pengetahuan tentang tren terbaru di bidang Public Relations, saya akan secara aktif mengikuti berbagai industri yang terus muncul. Saya akan amati bagaimana strategi mereka mengembangkan produk dan memasarkan. Saya juga senang menghadiri seminar, webinar, atau konferensi yang membahas tren komunikasi terbaru, seperti penggunaan teknologi AI dalam PR, manajemen krisis digital, atau strategi media sosial. Selain itu, saya akan membangun jaringan profesional dengan bergabung dalam komunitas PR, baik online maupun offline, untuk bertukar wawasan. Mengikuti pelatihan atau kursus khusus secara berkala juga penting untuk meningkatkan keterampilan teknis dan strategis yang relevan dengan perkembangan zaman.
Apa tujuan karier Anda ke depannya? Apa pesan Anda untuk para calon PR?
Pesan saya untuk para calon Public Relations: Bangun kemampuan komunikasi yang kuat, jadilah pendengar yang baik, dan kuasai teknologi serta tren terbaru. Selalu bertindak dengan etika, transparansi, dan kreativitas untuk menjaga reputasi. Terus belajar, beradaptasi, dan jadikan setiap tantangan sebagai peluang untuk berkembang. Jangan malu untuk menjaling koneksi dengan banyak pihak, sebab dunia PR sangat luas dan saling berkaitan.
Baca terus Rubrik Profil Loker ID dan dapatkan insight mencerahkan dari profesional yang berpengalaman di bidangnya.