Monika Pandiangan: Bekerja sebagai Humanitarian adalah Tentang Komitmen dan Keberanian Melakukan Hal yang Benar

Author
Ditulis olehTim Loker • Update 3 Januari 2025
Rubrik Profil

monika-pandiangan-dan-tim-bapeda-tahun-2025

Selama ini orang mengira bekerja sebagai humanitarian atau pekerja kemanusiaan enak banget karena diiming-imingi gaji besar dan peluang untuk bisa traveling. Bekerja dengan orang asing, dan pertukaran lintas budaya yang bisa jadi jarang diperoleh jika kita bekerja di industri pada umumnya.

Namun, lebih jauh dari benefit-benefit tadi, profesi sebagai pekerja kemanusiaan adalah tentang memberikan kontribusi kepada isu-isu kemanusiaan yang bisa jadi tidak tertangkap dan tak terselesaikan oleh sektor lain termasuk pemerintah. Buat Anda yang tertarik bekerja sebagai seorang humanitarian, Anda bisa membaca perspektif dan menggali lebih jauh the real A - Z profesi ini lewat obrolan Loker ID bersama Monika Pandiangan!

Apa yang mendorong Anda untuk memilih bekerja di sektor nonprofit? Apakah ada pengalaman pribadi atau peristiwa tertentu yang menjadi pemicu?

Ketika SMA saya ingin menjadi perawat untuk medan perang. Keinginan itu tercetus begitu saja dan sangat kuat. Kemungkinan besar karena saya pernah membaca cerita tentang Florence Nightingale.

Bagaimana perjalanan karier Anda dari seorang lulusan Sastra Jepang dengan kursus PR dan Marketing menjadi seorang profesional di bidang kemanusiaan?

Setelah saya berhenti bekerja di Shin-Etsu Singapore Pte Ltd pada awal 1998, saya melamar pekerjaan di Ausaid yang membuka lowongan sebagai administrasi untuk proyek mereka yaitu Healthy Mothers Healthy Babies kalau tidak salah penempatan di Makassar. Kala itu internet tidak seperti sekarang, tetapi Ausaid memberikan balasan surat untuk mengatakan saya tidak diterima. Keinginan saya ini terwujud ketika tsunami melanda Aceh pada 26 Desember 2004.

WFP Medan, sebagai log-hub, membuka lowongan. Saya ingat betul saya langsung diterima bekerja sehari setelah interview. Saya mulai bekerja di weekend minggu pertama bulan Februari. Kalau tidak salah hari Sabtu/5 Februari. Sebagai satu-satunya badan bantuan pangan dari PBB, operasional WFP sangat dibutuhkan pada situasi emergency itu. Jadi selama 3 bulan penuh kami bekerja setiap hari, termasuk weekend. Saya sangat menikmati pekerjaan itu, meski tidak langsung berhubungan dengan masyarakat terdampak tsunami di provinsi Aceh kala itu. Tetapi supervisor saya, kepala kantor WFP Medan kala itu, mengetahui keinginan saya untuk dapat berinteraksi dengan masyarakat yang terdampak.

Di tahun ke 2 operasi WFP Medan, saya diutus untuk melakukan Joint Rapid Needs Assessment bersama Save the Children untuk 1,500 IDP dari Nias yang berlokasi di dekat Kabanjahe, kalau saya tidak salah. Lalu saya diminta untuk melakukan Rapid Needs Assessment untuk 330 keluarga, juga IDP dari Nias akibat gempa yang berlokasi di Medan. Untuk assessment yang ke-dua ini saya melakukan report dan rekomendasi yang di-approve oleh Kepala Program di Jakarta.

pengalaman-monika-pandiangan-sebagai-humanitarian-tahun-2024

Kemudian apa yang membuat Anda memutuskan untuk melanjutkan studi S1 Sosiologi dan bagaimana ilmu sosiologi membantu Anda dalam menjalankan tugas di non profit?

Terus terang saya merasa diremehkan dengan ijazah D3 saya dari Bahasa Jepang dan Diploma in Managerial Principles dari City School of Commerce di Singapore. Ketika saya bekerja di Lhokseumawe, saya melamar S2 Development Studies di Kathmandu University di Nepal. Diterima. Namun saat itu Nepal baru saja mengalami tragedi nasional karena terjadinya pembunuhan satu keluarga kerajaan yang mempengaruhi situasi nasional, mungkin pula internasional. Jadi saya memutuskan pending. Juga saya tidak mendapat beasiswa. Dari pengalaman kerja saya selama 18 tahun, tersimpulkan pendapat “percuma memiliki ijazah kalau tidak perform". Apa fungsi ijazah kalau tidak bisa menjalankan tugas dengan benar?

Pengalaman pekerjaan yang melatih kemampuan akan expertise atau bidang tertentu sudah lebih dari “ijazah”. Tapi seiring pekerjaan dan perlakuan cukup diskriminatif yang saya terima, saya akhirnya memutuskan untuk memilih Universitas Terbuka, karena bisa belajar mandiri dan online serta sangat cocok di kantong saya ketika itu. Saya juga berpikir, kuliah online sangat menguntungkan karena saya bisa melakukannya sembari bekerja.

Lalu, mengapa Sosiologi? Awalnya saya ingin mengambil S1 Administrasi Publik. Tapi ketika saya membandingkan mata kuliah di kedua jurusan tersebut, ternyata Sosiologi sangat menarik untuk dipelajari. Sosiologi bagi saya adalah Qualitative, yang turut menyertakan Quantitative. Bagi saya Sosiologi adalah Who Do What Where When How and Why dari banyak sisi dan pribadi. Mengapa pribadi? Manusia sebagai makluk social (socius) memiliki potensi, positif juga negatif dan alasan yang membuat seseorang bisa menjadi positif dan negatif. Manusia itu sifatnya saling mempengaruhi. Sosiologi mencari jawaban dengan menyisir semua aspek terkait dan kemungkinan-kemungkinan. Sosiologi berfungsi untuk menegakkan tiang keadilan dan kepatutan tanpa diskriminatif. Ini membuatnya penting sebagai dasar dalam melakukan perencanaan perubahan sosial yang tepat ditengah-tengah masyarakat.

monika-pandiangan-humanitarian-tahun-2024

Anda pernah menjabat beberapa posisi di NGO, mulai dari Budget and Administrative Assistant hingga Senior Administrative Assistant. Boleh diceritakan profesi apa yang paling menantang dan paling berkesan selama Anda berkarier?

Paling berkesan adalah saat menjadi District Facilitation Associate di Lhokseumawe, tempat saya dibesarkan. Posisi ini menuntut saya untuk bisa berinteraksi dengan berbagai kalangan yang terkait untuk proyek District Recovery Forum. Proyek ini pada dasarnya untuk memudahkan alur kolaborasi-koordinasi diantara pemerintah daerah Kota Lhoksumawe dengan para “social development suppliers” baik itu NGO, IGO termasuk private sector, yang selaras dengan kultur daerah setempat.

Paling berkesan adalah saat bekerja di Afghanistan dan Central African Republic dimana kedua tempat ini lumayan berbahaya karena masalah politik negara yang erat kaitannya dengan keamanan nasional negara tersebut. Atau negara konflik. Untuk Central African Republic, misinya masih baru ketika itu (2014) jadi saya memiliki kesempatan untuk menggunakan semua kemampuan dan keahlian saya termasuk mengembangkan pengetahuan baru. Kira-kira 2 minggu sebelum saya kembali ke Afghanistan, dua ormas besar di CAR bentrokan. Kami diperintahkan bekerja ditempat tinggal masing-masing, tidak ke kantor. Satu malam, saya dan teman kos saya harus tiarap dilantai untuk menghindari peluru nyasar dari bentrokan tersebut. Saya sempat menelepon adik saya, dan dia mendengar tembakan tersebut. Bagi saya menarik. pengalaman “humanitarian” dalam full konteks.

Keterampilan apa saja yang paling Anda manfaatkan dalam menjalankan tugas-tugas administratif dan operasional di NGO?

Perencanaan, Menganalisa, Investigasi, Kreatif, Berkomunikasi yang disertai dengan hikmat keberanian yang benar.

pengalaman-dan-suka-duka-sebagai-humanitarian-monika-pandiangan-tahun-2024

Menurut Anda, apa peran paling penting yang dimainkan oleh sektor nonprofit dalam masyarakat? Bagaimana Anda melihat perkembangan sektor NGO di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir?

Nonprofit, sejatinya mengisi kebolongan-kebolongan yang oleh aktor pembangunan utama ditengah-tengah masyarakat aka pemerintah terabaikan/diabaikan baik secara sengaja maupun tidak sengaja. Jika pemerintah melakukan segala yang perlu dengan benar dan adil, maka tidak ada nonprofit.

Dunia ini kan isinya negara-negara yang memiliki pemerintahan-pemerintahan sebagai administrasi dan pelaksana pembangunan di negara masing-masing, bukan? Kalau mau bicara gamblang, semua negara di dunia ini gagal karena masih memiliki nonprofit yang bisa mendeteksi apa yang masyarakat perlu tapi tidak terpenuhi/dipenuhi oleh pemerintahnya yang biaya pembangunannya didapat dari “forced crowdfunding” rame-rame setiap warga negara lewat pajak-pajak.

Apa yang perlu dilakukan untuk meningkatkan efektivitas dan keberlanjutan program-program yang dijalankan oleh sektor nonprofit?

Pertama, melakukan assessment kebutuhan, sebelum menyalurkan bantuan. Jangan menabur bantuan yang tidak diperlukan oleh masyarakat. Kedua, menjalin partnership terutama dengan pemerintah sebagai administrator negara/wilayah dan aktor utama yang bertanggung-jawab legal untuk melakukan perubahan sosial ditengah-tengah masyarakat, dan ber-partnership dengan semua fungsi-fungsi yang ada seperti profit, nonprofit lainnya, anggota masyarakat termasuk pemuka agama dan adat yang memiliki kekuatan dan kontrol di tengah-tengah masyarakat yang umumnya berlaku dinegara-negara ASIA.

Keterampilan interpersonal seperti apa yang paling penting bagi seorang pekerja kemanusiaan? Pramoedya Ananta Toer menulis pada novelnya yang berjudul Rumah Kaca “Kalau ahli hukum tak merasa tersinggung karena pelanggaran hukum, sebaiknya dia jadi tukang sapu jalanan". Jadi menurut saya memanusiakan manusia adalah kemampuan interpersonal paling dasar bagi mereka yang bersedia bekerja di bidang kemanusiaan. Ketika di Lhokseumawe, saya dan teman-teman sering bercanda. Fruitarian eats fruit, vegetarian eats vegetable, humanitarian eats human. Bagaimana Anda mengembangkan keterampilan tersebut?  Mencoba untuk menghargai diri sendiri dan diri orang lain.

suka-duka-sebagai-humanitarian-monika-pandiangan-tahun-2024

Bagaimana Anda membangun hubungan yang baik dengan masyarakat setempat, terutama di daerah yang berbeda budaya dan bahasa?

Mencoba mencari tahu tentang sejarah dan hal-hal penting serta umum di wilayah tersebut. Tentu saja menghargai budaya setempat dengan bersikap ramah sewajarnya. Juga sangat penting untuk selalu memastikan jawaban setiap pertanyaan demi menghindari miskomunikasi.

Apa pencapaian terbesar yang Anda rasakan selama bekerja di sektor kemanusiaan?

Saya pernah merasakan dua sisi pilar utama sektor kemanusiaan (program dan support). Ketika bekerja dalam peran support saya sudah melakukan solo rapid needs assessment terhadap 330 rumah tangga (suami-istri-anak) dan laporan saya membuat mereka menerima bantuan makanan (beras, minyak makan dan ikan kaleng) setiap bulan. Dalam peran support, saya selalu melakukan internal control yang terkadang tidak mudah untuk dilaksanakan misalnya saat mendapati temuan-temuan. Tetapi harus dilakukan sehingga hasil perubahan sosial yang diinginkan tidak menjadi pertanyaan.

Apa pesan Anda untuk generasi muda yang tertarik bekerja di sektor kemanusiaan?

Pastikan bahwa ketertarikan Anda memiliki komitmen. Komitmen untuk berani melakukan yang benar.

Peluang kerja apa yang saat ini Anda cari dan apa pesan yang ingin Anda sampaikan kepada recruiter?

Saya ingin segera kembali bekerja di sektor kemanusiaan dengan perspektif dan pengetahuan yang diperbaharui setelah 6 tahun tidak bekerja, meski 3,5 tahun diantaranya saya gunakan untuk menyelesaikan S1 Sosiologi, dan sekarang sedang menunggu kelulusan test untuk masuk S2 Administrasi Publik. Harapan saya adalah para recruiter mengedepankan nilai-nilai inclusiveness tepat sasaran dalam melaksanakan proses recruitment.

Jangan lupa baca terus Rubrik Profil Loker ID untuk mendapatkan perspektif menarik mengenai dunia karier dari expert-nya langsung!