
"Keberhasilan konten video yang kita buat juga menjadi bagian penting dari personal branding," begitu kata Monica Pieuxani, seorang Video Producer yang saat ini bekerja di media berbasis data. Sejatinya, perkembangan digital saat ini tidak hanya mendukung kinerja konten kreator ataupun profesional yang bekerja di industri kreatif, melainkan juga membantu profesional tersebut mem-branding dirinya, sehingga menemukan peluang baru dan kesempatan memperluas skill.
Kira-kira itulah yang dirasakan Monica menanggapi perkembangan profesinya di era digital saat ini. Walaupun segala kemudahan telah diberikan di era digital dengan masifnya, namun kekuatan fakta, kedalaman riset, serta keaktualan suatu informasi masih menjadi fondasi dalam pembuatan konten--termasuk konten video--dan itulah semestinya yang tetap dijaga dan dikuatkan ketika sedang mengembangkan suatu konten.
Bisa jelaskan tentang peran Anda sebagai video producer di media berbasis data? Apa saja tugas dan tanggung jawab utama Anda sehari-hari?
Sebagai Video Producer di media berbasis data, peran utama saya adalah menggabungkan kreativitas dengan data yang ada. Tugas utama meliputi mengembangkan konsep, memproduksi video yang relevan dengan tren audiens, mengoptimalkan konten dengan menampilkan data. Saya juga bertanggung jawab untuk menjaga kualitas produksi dan memastikan video memenuhi standar dari perusahaan.
Bagaimana Anda melihat perbedaan antara menjadi video producer di media berbasis data dengan media mainstream?
Menurut saya, untuk perbedaan yang sangat terlihat adalah kebanyakan media mainstream lebih jarang menggunakan 'analisis data' pada konten yang mereka miliki biasanya mereka lebih mengutamakan narasi dan estetika, sedangkan media yang berbasis data akan menampilkan berbagai data sebagai bentuk konkrit dari apa yang sudah dipaparkan dalam video mereka.
Bisa Anda gambarkan alur kerja Anda dalam memproduksi sebuah video, mulai dari tahap konsepsi hingga distribusi?
Konsepsi: Brainstorm ide, analisis tren, dan brief dari data.
Pra-Produksi: Menyusun naskah, penjadwalan.
Produksi: Proses shooting.
Pasca-Produksi: Editing, motion graphics, dan revisi berdasarkan feedback.
Distribusi: Upload ke platform YT.
Bagaimana Anda berkolaborasi dengan tim data dalam proses produksi video?
Saya bekerja sama dengan tim data untuk mendapatkan insight yang relevan dengan kebutuhan video. Biasanya, dari tim akan menjelaskan jenis data yang kita perlukan. Setelah menerima data, saya menganalisa untuk merancang konsep kreatif yang sesuai dan memastikan hasilnya menarik bagi audiens.
Apa tantangan terbesar yang Anda hadapi sebagai video producer di era digital saat ini?
Dikarenakan perubahan tren sangatlah cepat yang menjadi tantangan terbesar adalah tetap dapat mengikuti tren dan memenuhi ekspektasi audiens, begitu pula persaingan konten yang sudah semakin banyak dan kita dituntut untuk terus berinovasi.
Bagaimana Anda mengatasi tantangan dalam menerjemahkan data yang kompleks menjadi visual yang menarik dan mudah dipahami oleh audiens?
Saya fokus pada pembuatan skrip, memilih elemen visual, dan memanfaatkan infografik dalam menjelaskan data yang kompleks. Untuk menerjemahkan data yang kompleks saya biasanya berkolaborasi dengan desainer grafis dan motion artist agar data tersebut terlihat menjadi lebih menarik dan mudah dipahami oleh audiens.

Bagaimana perkembangan teknologi seperti AI, VR, dan AR telah mengubah cara Anda bekerja?
AI sangat membantu untuk mempercepat dalam menganalisis tren/berita dan AI juga membantu dalam proses transcribing di dalam pekerjaan saya. Namun, untuk teknologi seperti VR dan AR, sejauh ini belum mempengaruhi pekerjaan saya secara langsung, meskipun saya melihat potensi besar untuk digunakan di masa yang akan datang.
Teknik visualisasi data apa yang paling efektif menurut Anda?
Teknik seperti motion graphic dan, chart interaktif adalah yang paling efektif. Dalam pembuatan konten harus memberikan insight tanpa membuat bingung audiens.
Bagaimana Anda menganalisis performa video Anda untuk mendapatkan insight dan meningkatkan produksi di masa depan?
Berhubung konten video kita didistribusikan melalui
platform Youtube, biasanya saya akan men-
check performa melalui analsis youtube seperti
watch time,
views,
impressions. Hal ini dapat digunakan sebagai bahan evaluasi konten. Apakah konten tersebut berhasil atau ada yang perlu ditingkatkan kembali, seperti topik konten disukai audiens atau tidak, durasi konten tersebut dan lain sebagainya.
Menurut Anda, bagaimana peran video producer akan berkembang dalam 5 tahun ke depan? Keterampilan apa yang perlu dikuasai oleh video producer masa depan?
Mungkin untuk kedepannya peran Video Producer tidak hanya akan bertanggung jawab pada produksi konten, tetapi juga pada pengembangan strategi berbasis data, lebih dapat memanfaatkan teknologi baru yang nantinya akan ada, dan bekerja sama dengan berbagai tim untuk menciptakan sebuah konten yang lebih baik lagi.
Keterampilan yang akan perlu dikuasi menurut saya perihal pemahaman mendalam mengenai analitik data pemanfaatan teknologi seperti AI, AR, dan VR serta kemampuan storytelling yang tetap relevan di era yang terus berubah. Selain itu, mampu untuk beradaptasi agar tetap untuk dalam industri kreatif yang semakin kompetitif dan tren yang selalu berubah.

Bagaimana peran media sosial dalam mempromosikan karya Anda sebagai video producer?
Media sosial bisa dijadikan sebagai salah satu platform yang dapat menjangkau audiens, meningkatkan engagement, dan memperluas jangkauan konten.
Bagaimana Anda membangun personal branding sebagai seorang video producer di era digital?
Saya fokus membangun portofolio online, aktif di platform profesional seperti LinkedIn. Keberhasilan konten video yang kita buat juga menjadi bagian penting dari personal branding.
Tantangan utama yang dihadapi oleh Video Producer di era media digital saat ini adalah persaingan yang semakin ketat, perubahan algoritma platform digital, dan tuntutan untuk menghasilkan konten yang kreatif, berkualitas tinggi, serta relevan dalam waktu singkat.
Selain itu, Video Producer harus mampu beradaptasi dengan tren yang terus berubah, seperti penggunaan format video pendek (short-form content) yang populer di platform seperti TikTok dan Instagram Reels, serta memanfaatkan teknologi terkini seperti AI dan real-time editing.
Untuk tetap update, Video producer perlu terus mempelajari perkembangan teknologi, mengikuti tren konten yang sedang viral, dan berkolaborasi dengan kreator lain. Mereka juga harus aktif dalam menganalisis data audiens untuk memahami preferensi dan perilaku penonton, serta memanfaatkan tools analitik untuk mengoptimalkan distribusi konten. Seperti yang disampaikan Monica, fleksibilitas, kreativitas, dan kemampuan belajar cepat menjadi kunci utama untuk bertahan dan sukses di industri ini.
Peluang bagi Video Producer dalam beberapa tahun ke depan sangat menjanjikan seiring dengan terus berkembangnya platform digital, meningkatnya konsumsi konten video, dan adopsi teknologi baru. Pertumbuhan platform seperti YouTube, TikTok, Instagram, dan streaming services seperti Netflix dan Disney+ membuka ruang lebih luas untuk kreativitas dan inovasi konten.
Selain itu, permintaan akan konten video yang dipersonalisasi, interaktif, dan berbasis augmented reality (AR) atau virtual reality (VR) akan semakin meningkat, memberikan peluang bagi Video Producer untuk mengeksplorasi format baru. Industri e-learning, corporate branding, dan iklan digital juga membutuhkan konten video berkualitas tinggi, sehingga Video Producer dapat menjajaki kolaborasi di berbagai sektor.
Jika Anda sedang mencari peluang bekerja sebagai Video Producer, Anda bisa cek informasi lowongan kerjanya di
loker.id! Baca terus
Rubrik Profil untuk mendapatkan
insight menarik lainnya seputar dunia karier, langsung dari
expert-nya.