Michael Wehandy: Misi Membawa Metode Pembelajaran to The Next Level

Semua bermula dari pengalaman mengecap pendidikan di masa lalu yang tidak terlalu mengena di hati, sehingga Michael Wehandy memutuskan untuk mengejar passion-nya di bidang pendidikan dan pembelajaran. Sempat mengajar di universitas, sampai akhirnya Michael menempati posisi eksekutif sebagai VP Business Management dan Senior Principal di Prasetiya Mulya Executive Learning Institute. Posisi ini membuatnya bisa memberikan dampak lebih besar mulai dari sistem sampai ke praktik yang lebih masif.
Bagaimana Michael memaknai perjalanan kariernya, seperti apa pandangannya terkait dunia pendidikan formal dan alternatif saat ini? Yuk, langsung baca pencerahan dari Michael di sini!
Bisa Anda jelaskan mengenai peran Anda sebagai VP Business Management di lembaga pembelajaran ini? Apa saja tanggung jawab utama Anda dalam mengelola bisnis lembaga?
Peran saya hari ini di Prasetiya Mulya Executive Learning Institute (prasmul eli) memimpin tim business partnership dan brand & marketing yang bertanggung jawab atas penjualan perusahaan.
Bagaimana Anda menyeimbangkan antara peran sebagai VP Business Management dengan peran sebagai konsultan manajemen dan perencanaan bisnis?
Saya mengatur dengan jadwal yang diatur berdasarkan prioritas. Pada umumnya terkait membangun hubungan dengan partner yang bekerja sama dengan prasmul eli dan membuat development program yang sesuai dengan kebutuhan. Saya beruntung memiliki tim yang solid dan capable, sehingga kegiatan yang sifatnya teknis sudah sangat sedikit dan lebih kepada meeting koordinasi yang strategis.
Strategi bisnis apa yang telah Anda terapkan selama bekerja di lembaga pembelajaran ini? Bagaimana Anda menilai efektivitas strategi tersebut dalam mencapai tujuan lembaga?
Strategi kami sangat sederhana, yaitu bagaimana kami dapat melayani partner-partner prasmul eli dengan sebaik mungkin, menjadi perusahaan yang customer centric. Hal ini kami lihat berjalan dengan baik, terlihat dengan ada banyak perusahaan yang bekerja sama dengan prasmul eli secara jangka panjang, bertahun-tahun hingga hari ini. Hal ini menunjukan bagaimana perusahaan yang bekerja sama dengan prasmul eli mendapatkan value yang baik dan puas sehingga terus melanjutkan kerjasama secara berkelanjutan.
Tantangan apa yang paling sering Anda hadapi dalam merumuskan dan menjalankan strategi bisnis di sektor pendidikan? Bagaimana Anda mengatasinya?
Sektor pendidikan cukup unik, bentuk-bentuk pembelajaran terus berubah, dan selalu ada ilmu baru yang perlu dipelajari. Kami mencoba untuk terus selalu relevan dengan secara rutin melakukan riset dan pengembangan topik-topik baru yang relevan dengan kebutuhan dari segmen customer kami.
Menurut Anda, inovasi apa saja yang paling penting dalam dunia pendidikan saat ini? Bagaimana lembaga pembelajaran yang Anda wakili merespons inovasi-inovasi tersebut?
Dunia hari ini tidak kekurangan ilmu dan informasi, justru kondisinya menjadi terbalik, terlalu banyak informasi yang ada sehingga terjadi information overload. Tantangan utama hari ini yang kami lihat lebih pada bagaimana memilih materi yang sesuai kebutuhan kompetensi peserta. Di prasmul eli kami berusaha untuk membuat kemasan program yang relevan dan dapat diimplementasikan, dengan metode pembelajaran yang menarik, misalnya dengan adanya variasi study case, study langsung ke lapangan, workshop, hingga gamification yang dapat membuat pembelajaran lebih menarik.

Bagaimana Anda melihat peran teknologi dalam mengubah lanskap pendidikan?
Teknologi berfungsi sebagai enabler, yaitu alat yang dapat membantu pendidikan menjadi lebih baik. Namun teknologi seperti pedang bermata dua, bisa memberikan manfaat sekaligus ancaman. Di sisi positif, teknologi dalam pendidikan dapat membantu pembelajaran, misalnya dengan adanya metode pembelajaran online, dan tersedianya alat pembelajaran digital yang menarik. Di sisi lain, bila tidak digunakan dengan bijaksana justru bisa menjadi ancaman serius, misalnya penyalahgunaan AI untuk membuat tugas, yang justru berpotensi menurunkan kualitas intelejensi seseorang.
Bagaimana menurut Anda perkembangan industri pembelajaran di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir? Apa tren yang paling menonjol?
Industri pembelajaran di Indonesia beberapa tahun terakhir banyak berkembang di area online learning, dengan variasi topik yang semakin variatif. Saat ini semua orang bisa belajar sesuatu yang baru, dan orang yang memiliki pengalaman tertentu juga dapat membagikan pengalaman/ilmunya melalui media online learning. Kami melihat ini sebagai sesuatu yang positif untuk memajukan pendidikan di Indonesia.
Tantangan apa saja yang dihadapi oleh lembaga pembelajaran di era digital ini?
Tantangan yag kami lihat di era digital ini adalah berkurangnya ‘attention span’ dari peserta, terutama disebabkan oleh ketergantungan orang kepada gadget, sehingga kemampuan seseorang untuk fokus jauh lebih berkurang bila dibandingkan dengan era sebelum teknologi semaju saat ini, apalagi dalam pembelajaran dengan metode online, dimana peserta memiliki lebih banyak godaan untuk terdistraksi dengan hal lain.
Apa peluang-peluang baru yang muncul di industri pembelajaran?
Peluang ke depan yang cukup menarik adalah berkembangnya non degree online learning dimana semua orang dapat membuat ‘online course'-nya masing-masing.
Model bisnis apa yang menurut Anda paling efektif untuk lembaga pembelajaran di masa depan? Mengapa?
Kami percaya metode pembelajaran in class konvensional tetap belum dapat menggantikan peranan teknologi, karena teknologi tidak dapat menggantikan suasana dan kehangatan diskusi di dalam kelas, sehingga walaupun perkembangan online learning terus maju, metode in class tetap menjadi metode utama yang kami lihat untuk terus ada dan relevan di masa depan.
Bagaimana lembaga pembelajaran dapat tetap relevan dan kompetitif di tengah persaingan yang semakin ketat?
Lembaga pembelajaran perlu tetap update dengan perkembangan topik terbaru, serta selalu terus meningkatkan kompetensi pengajarnya. Di tengah persaingan yang semakin ketat, lembaga pembelajaran akan bisa terus berkembang selama memiliki keunikan bisnis (value proposition) yang jelas untuk segmen market yang dituju.

Bagaimana lembaga pembelajaran dapat mempersiapkan para lulusannya untuk menghadapi tantangan dunia kerja yang terus berubah?
Saat ini lembaga pembelajaran tidak lagi cukup memberikan teori di dalam kelas, namun perlu ada implementasi yang relevan, sehingga setiap program perlu diperlengkapi dengan studi kasus dan praktek, bagaimana cara menerapkan materi/ framework yang dipelajari di dalam pekerjaan.
Apa yang membuat Anda tertarik untuk menjadi konsultan manajemen selain bekerja di lembaga pembelajaran?
Saya terpanggil untuk berada di dunia pendidikan sudah sejak saat masih duduk di bangku sekolah, yang berawal dari kegelisahan melihat banyak guru tempat saya bersekolah dahulu, yang tanpa mengurangi rasa hormat, namun memiliki latar belakang menjadi guru bukan karena panggilan, namun karena tidak ada pilihan yang lain.
Di zaman itu, sekolah guru merupakan jurusan dengan biaya paling murah dibandingkan dengan jurusan lain. Dari kegelisahan ini saya terpanggil untuk berada di dunia pendidikan, dimulai dari mengajar di S1 hingga saat ini berada di executive learning institute. Ini merupakan sebuah proses yang berkelanjutan, dimana dari bentuk kelas berkembang menjadi format konsultasi, coaching dan bentuk lainnya.
Tantangan apa yang paling sering Anda hadapi dalam memberikan konsultasi manajemen kepada klien di sektor pendidikan?
Prasmul eli saat ini tidak memberikan konsultasi manajemen di sektor pendidikan.
Jangan lewatkan kisah inspiratif lainnya, hanya di Rubrik Profil Loker ID!