Dunia Kerja

Menghadapi Rekan Bossy

bossy-peopleNamanya kantor memang ada-ada saja yang kita hadapi dan temui. Bukan hanya kelakukan atasan yang “ajaib” tetapi juga rekan kerja yang membuat suasana kerja menjadi tak nyaman. Salah satunya adalah sikap bossy-nya.

Berikut tip yang bisa Anda lakukan agar terhindar ataupun terlepas dari sikap rekan kerja yang sok menjadi bos.

  1. Tegas

Perlu ada ketegasan dari Anda untuk memosisikan diri kalau Anda dan dia adalah sesama rekan karyawan jadi tidak sepantasnya dia berlaku demikian. Jika Anda tegas dan berani mengambil sikap, orang-orang pun akan segan dan tak mau “menindas” Anda.

  1. Bantu Seperlunya

Terkadang sikap bossy dari seseorang dilakukan untuk menutupi kekurangan. Dia butuh bantuan tetapi karena ada perasaan gengsi sehingga dia menyembunyikannya dengan bersikap sok bossy. Untuk orang-orang seperti ini sebagai pribadi dewasa bantulah rekan tersebut seperlunya tapi jangan sampai kemurahan hati Anda membuatnya jadi terbiasa sehingga selalu mengandalkan Anda.

  1. Tanggung-jawab Masing-masing

Semua karyawan sudah memiliki tugas dan tanggung-jawabnya masing-masing. Mungkin si rekan lupa atau pura-pura lupa tak ada salahnya Anda mengingatkan rekan “pelupa” tersebut mana batasan tugas Anda dan apa-apa yang menjadi tugasnya dia.

Ini perlu dilakukan supaya mengingatkan rekan tersebut, setiap kita memiliki kewajiban serta hak dan Anda tahu pasti apa yang menjadi tugas Anda.

  1. Sindiran

Ada beberapa orang yang perlu disindir supaya sadar kesalahannya karena bisa jadi dia sensitif sehingga bila Anda mengatakannya langsung—blak-blakan dengannya hanya akan membuatnya sakit hati dan memperparah kondisi.

Sindirian halus diharapkan membuatnya sadar bahwasanya sikapnya selama ini salah. Ini bisa Anda lakukan sehabis menyelesaikan”tugas” yang dimintanya untuk Anda lakukan. Jangan pernah merasa takut jika Anda merasa yakin kalau yang Anda lakukan itu benar.

  1. Atasan

Sebenarnya jika bisa diselesaikan sendiri alangkah lebih baik ketimbang memberitahukan kepada atasan betapa menjengkelkannya sikap rekan tersebut. Namun bagaimanapun, sebagai pimpinan, atasan berhak tahu apa yang terjadi pada karyawannya.

Pun begitu ini biarlah ini menjadi langkah terakhir bila semua opsi tidak membuat si rekan tersebut menghentikan kebiasaannya.