Mengenal Seluk Beluk Dunia Data/AI Bareng Affandy Fahrizain

Perkembangan data dan kecerdasan buatan (AI) saat ini sangat krusial dalam dunia kerja. Keduanya telah merombak lanskap bisnis dengan cara yang signifikan. Data, sebagai aset berharga, memungkinkan perusahaan untuk membuat keputusan yang lebih baik, mempersonalisasi layanan, dan meningkatkan efisiensi operasional. AI, dengan kemampuannya dalam menganalisis data secara kompleks dan melakukan tugas-tugas otomatis, telah membuka peluang baru dalam berbagai sektor. Kombinasi data dan AI tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga mendorong inovasi dan transformasi digital yang lebih cepat. Singkatnya, penguasaan data dan AI menjadi keterampilan yang sangat dibutuhkan di era modern ini, baik bagi individu maupun organisasi.
Penasaran dengan seluk-beluk dunia data dan AI, yuk ngobrol langsung dengan Affandy Fahrizain, pakarnya langsung!
Apa yang menarik Anda untuk terjun ke dunia Data/AI?
Awalnya iseng ikut-ikutan tren aja alias FOMO, karena sekitar tahun 2019 itu lagi hype banget. Kebetulan juga ada senior di kampus yang lagi menekuni dunia data science. Dari situ saya putuskan juga untuk mengikuti jejak langkahnya mendalami dunia Data dan AI.
Bagaimana perjalanan pendidikan Anda hingga akhirnya memilih fokus ke bidang ini?
Saya kuliah S1 di Universitas Airlangga jurusan Sistem Informasi, kemudian mengambil topik skripsi yang berkaitan dengan Natural Language Processing (NLP). Ketika saya lulus, saya merasa masih dangkal sekali pemahaman di bidang Data/AI. sedangkan saya selalu memimpikan bekerja di bidang ini. Akhirnya, saya putuskan untuk melanjutkan jenjang S2 di National Research University ITMO, Rusia. Di sana saya mengambil jurusan Big Data and Machine Learning, dan mengambil topik thesis yang juga berkaitan dengan NLP untuk memitigasi hate speech dan toxic comment di media sosial.
Apakah ada pengalaman atau proyek tertentu yang menjadi titik balik dalam karier Anda?
Mungkin thesis saya bisa dibilang menjadi titik balik karier saya, karena di momen tersebut saya akhirnya merasa sedikit lebih paham mengenai dunia AI yang selama ini selalu meninggalkan rasa penasaran dalam benak saya.
Apa yang membedakan Data Engineer dengan Data/AI Engineer?
Data Engineer berfokus pada pengembangan data pipeline yang bertujuan untuk otomasi pemrosesan data dalam jumlah besar (big data). Sedangkan AI Engineer berfokus pada pengembangan model AI / Machine Learning / Deep Learning sehingga kita bisa menghadirkan fitur-fitur canggih dalam aplikasi (misalnya face recognition pada smartphone, semantic search engine pada Google, atau rekomendasi produk pada ecommerce) atau juga bisa membantu pemangku kepentingan (C-Level, pemerintah, dll) dalam mengambil keputusan.
Bisa ceritakan sedikit tentang perjalanan karier Anda dari awal hingga mencapai posisi saat ini?
Setelah lulus dari S1, saya sempat bekerja sebagai Data Engineer, yang merupakan pekerjaan pertama saya sebagai fresh graduate. kemudian, ketika menjalani S2, saya juga sempat intern / magang di salah satu laboratorium kampus sebagai Researcher di bidang NLP. Dalam waktu yang bersamaan pula, saya bekerja secara remote di perusahaan Indonesia, kata.ai sebagai Data Engineer. Kemudian, saya juga diamanahi untuk berkontribusi juga sebagai AI Engineer, dan jadilah saya memegang 2 role yakni Data dan AI Engineer sampai sekarang.
Tantangan apa saja yang Anda hadapi selama perjalanan karier Anda? Bagaimana Anda mengatasinya?
Salah satunya yaitu perkembangan teknologi AI yang belakangan ini melesat cukup pesat. Satu-satunya cara untuk mengatasinya yaitu untuk tidak pernah berhenti belajar. Karena sekarang hanya dalam hitungan hari, sebuah perkembangan di dunia AI bisa terjadi.
Proyek apa yang paling berkesan bagi Anda? Mengapa?
Yang paling berkesan tentunya proyek-proyek yang saya kerjakan di kata.ai, karena disini saya belajar banyak sekali hal baru. Dan disinilah saya belajar banyak terkait best-practice dalam mengembangkan sistem atau aplikasi yang nantinya akan digunakan oleh end-user yang jumlahnya cukup banyak.

Bagaimana cara Anda mengelola data dalam skala besar?
Untuk mengelola big data, tentunya kita perlu menggunakan teknologi yang mendukung pula. Biasanya kita menggunakan data warehouse untuk menyimpan big data secara historikal, contohnya seperti BigQuery, Snowflake, Clickhouse, dll. Data warehouse ini berbeda dengan database pada umumnya seperti MySQL atau PostgreSQL, karena data warehouse biasanya didesain secara spesifik untuk mengolah data (melakukan operasi query) terhadap jumlah data yang sangat banyak namun dengan waktu yang relatif cepat. Operasi pengolahan data tersebut biasanya berhubungan erat dengan proses analisis data yang kemudian disajikan dalam bentuk report atau dashboard kepada stakeholder.
Apa pendekatan Anda dalam membangun model machine learning?
Saya menggunakan framework CRISP-DM (CRoss Industry Standard Processing for Data Mining) yang sering diterapkan dalam dunia Data Science. Pendekatan tersebut dimulai dengan proses business understanding, dimana kita perlu memahami domain serta masalah apa yang hendak diselesaikan. Kemudian dilanjutkan dengan pengumpulan dan pemrosesan data. Setelah data yang dikumpulkan cukup bersih, kemudian data tersebut akan digunakan untuk melatih model machine learning. Jika evaluasi dari model tersebut cukup baik, maka langkah selanjutnya ialah mempersiapkan model tersebut untuk di-deploy dan digunakan oleh end user.
Keahlian teknis apa yang menurut Anda paling penting bagi seorang data/AI engineer?
Menurut saya, skill software engineering sangat penting untuk dikuasai. Karena menurut saya, data pipeline atau model machine learning itu adalah layer tambahan di atas sistem atau aplikasi utama yang saat ini telah berjalan dan telah digunakan oleh end user. Pada akhirnya, data pipeline atau model machine learning yang kita kembangkan pun akan diintegrasikan dengan sistem yang ada. Sehingga, dengan menerapkan prinsip-prinsip pada software engineering akan memudahkan proses integrasi tersebut.
Bagaimana Anda terus mengembangkan skill dan pengetahuan Anda di bidang ini?
Terus belajar, perbanyak praktik, serta aktif dalam berkomunitas.
Apa yang Anda ketahui tentang perkembangan terbaru di bidang AI, seperti deep learning atau reinforcement learning?
Large Language Model (LLM) atau yang salah satunya sering kita sebut, yaitu ChatGPT, merupakan perkembangan termutakhir di bidang AI. Teknologi ini memungkinkan hal-hal yang sebelumnya sangat susah dilakukan menjadi mudah. Contoh sederhananya, mungkin 2-3 tahun lalu ketika kita ingin mencari informasi di internet, pertama-tama kita harus tahu keyword apa yang harus dimasukkan agar mesin pencarian bisa menampilkan berbagai informasi yang kita butuhkan. Selanjutnya, kita perlu membaca berbagai sumber dan merangkumnya dengan baik, dengan begitu kita bisa mendapatkan banyak perspektif mengenai informasi yang kita butuhkan. Sedangkan hari ini, hanya bermodalkan pertanyaan layaknya bertanya pada manusia ke ChatGPT, kita sudah bisa dengan mudah mendapatkan rangkuman informasi yang kita butuhkan, dan disajikan dalam bahasa sehari-hari yang mudah dimengerti.

Bagaimana Anda melihat perkembangan industri data/AI di Indonesia saat ini?
Menurut saya, hari ini sudah mulai banyak industri di Indonesia yang cukup aware dengan adanya teknologi LLM. Saya juga mengamati sudah banyak perusahaan yang mulai mengadopsi teknologi tersebut kedalam produk mereka, dan mulai mencari kandidat-kandidat yang mumpuni untuk mengisi posisi tersebut.
Apa tantangan terbesar yang dihadapi industri data/AI saat ini?
Spesifik untuk teknologi LLM, para peneliti dan praktisi di dunia saat ini sedang berlomba untuk menjadikan teknologi ini mampu berjalan di device yang memiliki keterbatasan hardware, misalnya smartphone. Sebagai gambaran, OpenAI, perusahaan pembuat ChatGPT menggunakan supercomputer untuk melatih model ChatGPT dan memerlukan proses yang lama hingga teknologinya bisa kita gunakan dengan mudah dan “pintar” saat ini. Oleh karena itu, jika nanti teknologi ini bisa berjalan di smartphone, menurut saya akan lebih banyak lagi potensi-potensi yang bisa diberikan dari kemajuan teknologi ini.
Menurut Anda, apa dampak positif dan negatif dari perkembangan AI terhadap kehidupan manusia?
Dampak positifnya, tentu saja memudahkan hidup manusia. banyak pekerjaan repetitif bisa diotomasi dan di-handle oleh AI. Kita sebagai manusia cukup memberikan konfirmasi untuk setiap aksi yang hendak dieksekusi oleh AI tersebut. Dampak negatifnya, berpotensial untuk mendisrupsi lapangan pekerjaan. Contohnya, customer service yang jumlahnya sangat mungkin untuk direduksi dengan adanya chatbot. Walaupun demikian, tetap saja pasti akan ada lapangan pekerjaan baru nantinya. Namun, kita sebagai manusia juga tidak boleh berdiam diri, sebaliknya, kita harus terus mengupgrade diri agar tetap bisa mengikuti permintaan pasar jasa.
Bagaimana AI dapat dimanfaatkan untuk menyelesaikan masalah-masalah sosial?
Tentunya banyak cara memanfaatkan AI untuk menyelesaikan masalah sosial. Salah satunya, kita bisa menggunakan AI untuk memitigasi hate speech dan toxic comment di sosial media. misalnya,
1. Mendeteksi secara otomatis komentar-komentar ofensif.
2. Memberikan alternatif kalimat yang tidak ofensif pada pengguna sebelum komentar tersebut dikirim
3. Memparafase komentar ofensif yang beredar menjadi tidak ofensif agar tidak menyakiti penerima komentar tersebut.
Apakah ada kekhawatiran tertentu mengenai perkembangan AI yang perlu kita waspadai?
Menurut saya kita perlu khawatir dengan pesatnya perkembangan teknologi hari ini terutama di bidang pendidikan. Tidak sedikit kasus beredar dimana generasi muda kita menyalahgunakan teknologi untuk menjawab soal-soal ujian misalnya. Tentunya hal ini perlu diregulasi. selain itu, baik pengajar, orang tua, maupun siswa/mahasiswa kita perlu diedukasi agar teknologi yang sedemikian maju ini tidak disalahgunakan, melainkan digali potensinya.
Bagaimana pandangan Anda tentang etika dalam pengembangan dan penerapan AI?
Pengembangan dan penerapan AI pastinya harus mengedepankan keamanan privasi data para pengguna. Sebagai developer, sebaiknya kita mulai aware dengan hal-hal yang menyangkut data privasi. dan alangkah baiknya jika kita mulai menerapkan metode atau teknik yang bisa digunakan untuk melindungi data pengguna kita.
Saran apa yang ingin Anda berikan kepada mereka yang ingin memulai karier di bidang ini?
Saran saya, perkuat basic software engineering Anda terlebih dahulu. Karena bagaimanapun skill tersebut akan sangat memudahkan kita dalam tahap pengembangan dan integrasi nantinya. Selain itu, semakin lengkap dan dalam skill yang kita miliki, tentunya akan semakin tinggi pula value kita di job market.
Baca kisah inspiratif dari expert lainnya di Rubrik Profil Loker ID!