Ketahui 11 Tanda Eksploitasi Karyawan Magang

Intern, magang, unpaid adalah istilah yang sering kita baca di informasi deskripsi lowongan kerja. Dengan menjanjikan pengalaman kerja, tempat pembelajaran dan hal-hal "positif" lainnya, banyak kandidat yang tergiur untuk mencoba peluang ini. Mungkin dalam pertimbangannya, kapan lagi bisa dapat pengalaman langsung? Atau siapa tahu pengalaman bekerja magang di sini bisa jadi portofolio untuk mendapatkan pekerjaan di masa yang akan datang.
Namun yang terjadi adalah bukan pengalaman yang didapatkan melainkan tindakan eksploitasi atas nama magang. Beban kerja berlebihan yang tak ubahnya seperti karyawan tetap, jam kerja yang over, dan upah yang tak layak adalah tanda-tanda eksploitasi karyawan magang. Ingin tahu lebih lanjut mengenai fenomena eksploitasi karyawan magang? Baca langsung di sini!
Aturan Magang di Indonesia
Program magang seringkali dianggap sebagai jalan pintas untuk mendapatkan pengalaman kerja sebelum terjun ke dunia profesional. Namun, banyak yang belum memahami secara jelas aturan main dalam program magang. Seringkali terjadi kesalahpahaman antara perusahaan, mahasiswa, dan pihak terkait lainnya mengenai hak dan kewajiban masing-masing.
Sejatinya program magang merupakan peluang yang baik untuk memperoleh pengalaman kerja dan memperluas jaringan. Namun, agar program magang berjalan dengan lancar dan bermanfaat bagi semua pihak, maka penting untuk memahami aturan yang berlaku. Dengan mengetahui hak dan kewajiban masing-masing, baik perusahaan maupun peserta magang dapat memaksimalkan manfaat dari program magang.
Dilansir dari hukum online, aturan mengenai regulasi magang di Indonesia diatur dalam Pasal 21 - Pasal 29 UU No. 13 Tahun 2023 tentang Ketenagakerjaan. Selain itu, aturan mengenai magang juga ditetapkan dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) No. 6 Tahun 2020 tentang Penyenggaraan Pemagangan di Dalam Negeri. Seperti apa bentuk aturannya?
1. Program magang dibuat atas persetujuan peserta magang dan perusahaan, dan kesepakatan ini tertuang secara tertulis.
2. Dalam surat perjanjian, tertuang hak dan kewajiban peserta magang dan perusahaan, serta jangka waktu keikutsertaan dalam program magang.
3. Magang dianggap tidak sah bila tidak ada perjanjian tertulis mengenai proses magang tersebut.
4. Peserta magang berhak memperoleh bimbingan, pemenuhan hak sesuai perjanjian, serta fasilitas keselamatan dan kesehatan.
5. Peserta magang juga memperoleh uang saku meliputi biaya transportasi, uang makan, dan insentif.
6. Peserta magang harus menaati perjanjian, mengikuti program magang sampai selesai, dan menaati tata tertib yang berlaku.
Apa Tanda-Tanda Perusahaan Melakukan Eksploitasi Terhadap Karyawan Magang

Eksploitasi terhadap karyawan magang merupakan tindakan yang tidak adil dan melanggar hak-hak pekerja. Seringkali, eksploitasi ini dilakukan secara terselubung sehingga sulit dideteksi. Berikut adalah beberapa tanda-tanda yang mengindikasikan bahwa sebuah perusahaan mungkin sedang mengeksploitasi karyawan magang:
1. Beban kerja yang tidak seimbang
Diberikan tugas yang jauh melebihi kapasitas atau kompetensi mereka, seringkali menggantikan pekerjaan karyawan tetap.
2. Jam kerja yang tidak wajar
Dipaksa bekerja melebihi jam kerja yang telah ditetapkan, termasuk bekerja di luar hari kerja atau libur.
3. Tidak adanya kompensasi yang layak
Tidak diberikan upah atau uang saku yang sesuai dengan pekerjaan yang dilakukan, atau bahkan sama sekali tidak dibayar.
4. Kurangnya pengawasan dan bimbingan
Tidak mendapatkan bimbingan yang cukup dari mentor atau atasan, sehingga sulit untuk mengembangkan keterampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan.
5. Lingkungan kerja yang tidak aman atau tidak sehat
Ditempatkan di lingkungan kerja yang tidak aman, tidak sehat, atau tidak nyaman, seperti tempat kerja yang kotor, bising, atau berisiko.
6. Diskriminasi atau pelecehan
Mengalami perlakuan diskriminasi atau pelecehan, baik secara fisik, verbal, maupun psikologis.
7. Tidak adanya kontrak kerja yang jelas
Tidak adanya perjanjian tertulis yang mengatur hak dan kewajiban antara perusahaan dan peserta magang.
8. Pekerjaan yang tidak relevan
Dipaksa melakukan pekerjaan yang tidak relevan dengan bidang studi atau pengalaman mereka, atau bahkan diminta untuk melakukan pekerjaan pribadi atasan.
9. Perusahaan seringkali mengganti peserta magang
Tingkat pergantian peserta magang yang tinggi bisa menjadi indikasi adanya masalah dalam program magang.
10. Ulasan negatif dari mantan peserta magang
Cari tahu ulasan atau testimoni dari mantan peserta magang mengenai perusahaan tersebut.
11. Kebijakan perusahaan yang tidak transparan
Perusahaan tidak memberikan informasi yang jelas mengenai program magang, seperti durasi, tugas, dan benefit yang akan didapatkan.
Cek Perusahaan "Green Flag" untuk Magang

Sangat bagus sekali jika Anda memperhatikan aspek "green flag" dalam memilih perusahaan untuk magang. Ini menunjukkan bahwa Anda tidak hanya mencari pengalaman kerja, tetapi juga lingkungan kerja yang positif dan mendukung. Bagaimana cara mengetahui perusahaan adalah "green flag" untuk magang? Untuk mengetahui apakah sebuah perusahaan adalah "green flag" untuk magang, Anda bisa melakukan beberapa hal berikut:
1. Riset Mendalam tentang Perusahaan
Pelajari tentang visi, misi, dan nilai-nilai perusahaan. Apakah sejalan dengan nilai-nilai yang kamu percaya? Lihat posting-an mereka. Apakah mereka sering membagikan informasi tentang kegiatan CSR, keberagaman, atau kesejahteraan karyawan? Cari tahu pendapat karyawan yang pernah bekerja di sana melalui platform seperti Glassdoor, LinkedIn, atau forum diskusi online.
2. Proses Rekrutmen
Apakah perusahaan responsif terhadap pertanyaanmu? Apakah mereka memberikan informasi yang jelas dan transparan tentang proses magang? Apakah tes yang diberikan relevan dengan posisi magang yang kamu lamar? Apakah ada unsur diskriminasi dalam tes tersebut?Apakah suasana wawancara nyaman dan profesional? Apakah kamu merasa dihargai sebagai calon magang?
3. Program Magang
Apakah program magang memiliki struktur yang jelas, termasuk tugas, mentor, dan evaluasi kinerja? Apakah perusahaan menawarkan pelatihan atau pengembangan diri selama magang? Apakah ada kompensasi yang diberikan, baik berupa gaji, tunjangan, atau sertifikat?
4. Budaya Perusahaan
Apakah nilai-nilai perusahaan tercermin dalam perilaku karyawan dan pimpinan? Apakah perusahaan mendorong keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi? Apakah perusahaan menghargai keberagaman dan menciptakan lingkungan kerja yang inklusif?
5. Fokus pada Pengembangan Karyawan
Perusahaan yang baik akan memberikan kesempatan bagi magang untuk belajar dan berkembang.
6. Komunikasi yang Terbuka
7. Lingkungan Kerja yang Positif
8. Visi yang Jelas
Selain tanda-tanda "green flag" iniPertanyaan yang Bisa Kamu Ajukan saat Wawancara:
- Bagaimana perusahaan mendukung pengembangan karyawan?
- Apa saja tantangan terbesar yang dihadapi oleh magang di perusahaan ini?
- Bagaimana budaya kerja di perusahaan ini?
- Apa yang membuat perusahaan ini berbeda dari perusahaan lain?
Jangan ragu untuk bertanya dan melakukan riset lebih lanjut sebelum memutuskan untuk menerima tawaran magang. Memilih perusahaan yang tepat akan sangat berpengaruh pada pengalaman dan masa depan kariermu. Semoga tips ini bermanfaat dan Anda bisa menemukan tempat magang yang sesuai dengan value Anda! Informasi mengenai magang dan loker terbaru bisa Anda dapatkan di loker.id!