Ketahui Beda Influencer dengan Brand Ambassador

Author
Ditulis olehTim Loker • Update 19 Mei 2024
Dunia Kerja

Walaupun sama-sama mempromosikan produk, brand ambassador dan influencer memiliki perbedaan. Influencer adalah seseorang yang memiliki pengaruh atas opini pasar atau industri tertentu. Sedangkan brand ambassador adalah duta merek yang mewakili perusahaan dan dapat berbicara dengan media atas nama merek tersebut. 

1. Mempromosikan Merek

Brand ambassador juga memiliki tanggung jawab seperti mempromosikan merek secara publik, membuat konten untuk platform media sosial, dan melakukan penelitian media sosial. Brand ambassador perlu memiliki pemahaman mengenai berbagai platform dan cara terbaik untuk mempromosikan bisnis perusahaan.

Seorang brand ambassador sejatinya mirip dengan influencer—dimana keduanya memiliki kekuatan untuk memengaruhi keputusan atau perspektif orang, namun perbedaan utamanya terletak pada kemitraannya.

2. Kemitraan

Cara termudah untuk memisahkan brand ambassador dari influencer adalah bahwa influencer mewakili merek atau perusahaan dengan caranya sendiri yang unik untuk waktu yang singkat, seringkali satu atau dua postingan. 

Lebih dari itu, brand ambassador lebih seperti perwakilan perusahaan yang memiliki ambisi lebih besar, mereka mengoordinasikan bagaimana merek disajikan dan diwakili. Selama kontrak mereka juga perlu menghindari kolaborasi dengan pesaing terkait merek dan lebih cenderung bertahan dalam jangka panjang, hingga satu tahun atau lebih.

3. Influencer Tidak Perlu Memiliki Banyak Followers

Tidak seperti brand ambassador, influencer yang tepat tidak perlu memiliki banyak pengikut. Sebenarnya, ada tiga jenis utama influencer:

  • Selebriti: Kategori selebriti juga mencakup bintang media sosial dengan jutaan pengikut. Selebriti memiliki jangkauan yang luas, tetapi biasanya memiliki keterlibatan yang rendah dengan pengikut, dimana tidak sering membalas komentar dan pertanyaan.
  • Makro-influencer: Kepribadian ini memiliki lebih dari seratus ribu pengikut (di media sosial atau blog mereka), tetapi kurang dari satu juta pengikut. Makro-influencer memiliki tingkat jangkauan dan keterlibatan sedang.
  • Mikro-influencer: Influencer ini memiliki audiens yang lebih kecil, dalam ribuan atau puluhan ribu, dengan jangkauan paling sedikit. Namun, mereka biasanya memiliki keterlibatan yang lebih tinggi dengan pengikut mereka, dan otoritas tinggi di ceruk pasar mereka (seperti makanan, mode, kebugaran, atau pengasuhan anak). Hal ini memungkinkan mereka untuk berbicara dengan pengikut mereka seperti teman.

4. Sesuaikan dengan Target Kampanye

Mana yang lebih baik brand ambassador atau influencer, pada akhirnya dikembalikan pada tujuan kampanye perusahaan. Apakah perusahaan ingin jangkauan yang lebih luas? Atau membangun loyalitas pelanggan? Jangkauan yang lebih luas mungkin lebih cocok menggunakan brand ambassador tapi kalau loyalitas lebih cocok influencer.