Kesiapan Perusahaan Menerapkan Kerja Remote
Bisa jadi ini menjadi pertanyaan buat perusahaan-perusahaan di masa pandemi. Perlu diketahui, dalam mempertimbangkan opsi tenaga kerja jarak jauh, jangan mengabaikan pertimbangan utama tentang keterampilan apa yang dibutuhkan perusahaan dan SDM di dalamnya untuk tumbuh dan beradaptasi. Terutama perkiraan kerja remote untuk jangka pendek ataupun jangka panjang.
Lantas, kesiapan seperti apa yang perlu dipertimbangkan perusahaan sebelum menerapkan kerja remote? Simak di sini!
1. Penggunaan Teknologi
Apakah perusahaan memiliki teknologi yang bisa melacak penggunaan komputer/laptop /email kantor untuk mengetahui produktivitas karyawan ataupun memantau keterlibatan dan kesejahteraan karyawan?
Bahkan sebelum pandemi, sudah semakin banyak perusahaan yang menggunakan alat pemantauan karyawan. Apapun itu, pastikan perusahaan mengikuti protokol k terbaik untuk memastikan penggunaan informasi dan analitik karyawan yang bertanggung jawab.
2. Memperbanyak Karyawan Freelance
Sejauh ini ada tren di mana perusahaan mengurangi jumlah karyawan permanen dan lebih banyak merekrut karyawan paruh waktu. Apa alasannya? Ketika perusahaan menerapkan kerja remote, perusahaan mempertimbangkan sistem kerja yang fleksibel ini bisa jadi tidak sepadan dengan status karyawan sebagai karyawan tetap.
Akan lebih “menguntungkan” bila perusahaan merekrut karyawan paruh waktu dengan plus tidak perlu menanggung fasilitas kesehatan serta benefit yang sebelumnya menjadi kewajiban untuk karyawan penuh waktu.
3. Kerja Remote Bagian dari “Memanusiakan” Karyawan
Pandemi telah membawa perubahan besar dalam sistem organisasi perusahaan. Menerapkan kerja remote sebenarnya adalah salah satu tanda kalau perusahaan “memanusiakan” karyawannya. Berhati-hatilah dengan pendekatan yang Anda ambil dan perhatikan efeknya pada karyawan secara mental. Selalu libatkan karyawan dalam mencipatkan sistem kerja yang inklusif.
4. Transisi dari Efisiensi ke Ketahanan
Adaptasi sistem kerja remote tidak hanya untuk efisiensi tetapi bentuk perusahaan mempertahankan produktivitasnya. Meskipun pendekatan ini sebagai wujud ketahanan, namun juga menciptakan kerapuhan. Tidak hanya transisi, sebaik-baiknya perusahaan juga harus siap merespons tantangan kerja remote.
Caranya? Perusahaan harus siap meningkatkan ketangkasan dan fleksibilitas. Berikan karyawan peran yang bervariasi, adaptif dan fleksibel sehingga mereka memperoleh pengetahuan dan pelatihan lintas fungsi.
Pimpinan perlu terlibat dalam desain peran dan pembuatan sistem kerja yang fleksibel untuk memastikan bahwa karyawan dari semua latar belakang dan kebutuhan dapat mengadaptasi alur kerja baru.