Dunia Kerja

Kesalahan yang Tak Disadari Karyawan

Atasan tidak menyukainya namun tanpa disadari Anda sering melakukannya. Memang sih kelihatan sepele, namun yang namanya atasan memiliki karakter dan sifat yang berbeda-beda. Ada atasan yang santai saja untuk persoalan-persoalan kecil tetapi ada juga atasan yang memberikan perhatian khusus—bahkan menyimpannya sebagai pertimbangan karier Anda, untuk hal-hal kecil sebagai berikut.

1. Menyela

Atasan tidak suka kalau Anda menyelanya—walaupun tujuannya untuk menjelaskan maksud dari pandangan Anda. Sebaiknya, biarkan atasan menyelesaikan apa yang ingin dikatakannya sebelum Anda menjelaskan lebih lanjut apa yang ingin Anda katakan.

2. Candaan di Meeting

Bisa jadi atasan tidak berkomentas soal apa-apa mengenai candaan yang Anda lontarkan di ruang rapat. Tetapi cobalah sesekali memerhatikan bagaimana mimik atasan saat Anda bercanda ketika meeting jika dia memasang wajah datar ataupun tidak berusaha menimpali, artinya Anda harus segera menghentikan kebiasaan melempar guyonan saat pembicaraan serius. Kecuali kalau atasan yang memulainya.

3. Pulang Terlalu Cepat

Walaupun Anda masuk tepat waktu—bahkan sebelum jam kerja sudah datang, ada baiknya jangan menunjukkan antusias yang berlebihan saaat jam pulang berdentang. Misalnya dengan grasak-grusuk—yang walaupun sebenarnya Anda memang buru-buru untuk menghindari macet. Tapi lebih baik usahakan gerakan Anda sekalem mungkin sehingga tidka terkesan Anda ingin cepat-cepat meninggalkan kantor.

4. Pecicilan Dengan Klien

Atasan sangat kesal jika Anda terlihat pecicilan dengan klien. Walaupun klien tersebut memang luar biasa cakep alangkah baiknya Anda bisa menahan diri untuk tidak berusaha mendekatinya. Walaupun hanya sekadar candaan saja, sebaiknya Anda menahan diri saja kalau tak mau atasan jadi enggan mengajak Anda untuk ke pertemuan klien berikutnya.

5. Terlalu Terbuka

Atasan tidak suka kalau Anda terlalu terbuka dengannya. Misalnya membicarakan masalah pribadi, sehingga Anda menempatkan atasan sebagai rekan selevel. Entah dimanapun berada—tidak hanya di lingkungan kantor saja, atasan ingin Anda tetap mengingat kalau dia adalah atasan Anda. Jadi Anda tetap perlu menjaga perilaku dan tetap menunjukkan perbedaan jabatan kalian.