Kesalahan yang Dilakukan HRD saat Wawancara Online
Tidak hanya jobseeker, tetapi HRD ataupun tim SDM juga kerap melakukan kesalahan saat wawancara online. Keterampilan pewawancara yang efektif sangat penting untuk kesuksesan perekrutan.
Namun, di banyak perusahaan, wawancara dilakukan dengan buruk dan pewawancara tidak memiliki keterampilan untuk memprediksi kesuksesan karyawan secara akurat. Mempekerjakan tim SDM ataupun perekrut yang salah dapat merugikan perusahaan. Belum lagi potensi dampak negatif pada moral dan produktivitas staf.
Sebagai seorang profesional HR, Anda memiliki banyak tanggung jawab di pundak Anda, jadi Anda perlu memastikan bahwa Anda sudah dipersiapkan dengan baik. Berikut adalah kesalahan pewawancara paling umum yang harus Anda coba hindari:
1. Tidak Tahu Apa yang Anda Cari.
Bahkan sebelum Anda mulai mencari kandidat, Anda harus mengembangkan poin-poin untuk menentukan kualifikasi dan kompetensi yang Anda cari. Ini akan membantu Anda menentukan pertanyaan yang ingin Anda tanyakan, atau lebih baik lagi, jawaban yang ingin Anda dengar.
2. Mengarang Pertanyaan
Disadari atau tidak pertanyaan wawancara tidak berguna untuk menguji kemampuan kandidat akan berhasil dalam pekerjaan. Sebaliknya, pertanyaan-pertanyaan ini dapat menghancurkan pengalaman kandidat dan memengaruhi kemampuan perekrutan Anda. Alih-alih, Anda harus mengajukan pertanyaan kuat yang memberi Anda informasi paling banyak tentang seorang kandidat bukan pertanyaan basa-basi yang bisa Anda temukan di resume.
3. Bermain Sebagai Psikolog Amatir
Menjadi terlalu yakin dengan kemampuan Anda untuk secara akurat "menilai seseorang" dapat menyebabkan asumsi yang tidak benar. Sebaliknya, jadilah pendengar yang kuat, tunjukkan minat Anda pada kandidat dan berpikiranlah terbuka.
4. Menerapkan Filosofi Anda sendiri.
Anda tidak perlu memiliki "gaya wawancara" yang spesifik. Tugas Anda adalah menemukan kandidat potensial dan menyampaikan wawancara secara profesional. Beberapa perusahaan menetapkan standar wawancara untuk memandu manajer SDM dalam proses ini.
5. Tidak Memiliki Strategi Evaluasi Respon
Strategi evaluasi tanggapan sama pentingnya dengan mengajukan pertanyaan yang tepat. Sebelum mencari kandidat, Anda harus bertanya pada diri sendiri dan anggota tim lainnya apa yang merupakan respons yang baik dari pertanyaan tersebut. Apa yang ingin Anda dengar dari seorang kandidat? Tanggapan alternatif apa yang masih Anda anggap sebagai tanggapan yang baik?
6. Percakapan Satu Arah
Jangan memonopoli wawancara. Pastikan Anda memberikan waktu kepada kandidat untuk menanggapi dan mengajukan pertanyaan sepenuhnya. Pedoman umumnya adalah menggunakan 80 persen waktu Anda untuk mendengarkan dan 20 persen berbicara.