Kenal Lebih Jauh Dunia K3 Bersama Edwin Armanda

"Bila tujuan utama bekerja adalah mendapatkan upah, maka penting bagi tenaga kerja untuk tetap selamat," kata Edwin Armanda, HSE Supervisor dari PT Ajinomoto Indonesia saat memberikan penjelasan sederhana mengenai lingkup pekerjaannya di bidang K3. Banyak yang masih beranggapan bahwa K3 hanya terkait dengan penggunaan alat pelindung diri atau penanganan kecelakaan, padahal cakupannya jauh lebih luas, mulai dari analisis risiko hingga promosi kesehatan kerja. Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan masih banyak orang, baik karyawan maupun masyarakat umum, yang kurang familiar dengan departemen K3 dalam perusahaan. Pertama, kurangnya sosialisasi mengenai pentingnya K3 seringkali membuat departemen ini kurang terlihat dan dianggap sebagai bagian yang kurang penting dibandingkan departemen produksi atau pemasaran. Kedua, pemahaman yang terbatas tentang lingkup kerja K3 juga menjadi kendala minimnya informasi mengenai divisi ini.
Berbincang dengan Edwin memberikan pencerahan mengenai seluk-beluk dunia kerja K3. Bagaimana tugas tanggung jawab, pentingnya keberadaan K3 di lingkungan kerja, serta peluang karier di bidang ini. Bekerja di departemen K3, Anda tidak hanya tentang karier dan kepuasan pengalaman pribadi melainkan juga dapat berkontribusi dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat bagi karyawan.
Tertarik mengetahui lebih lanjut seluk-beluk bekerja di divisi K3? Yuk, baca langsung ceritanya dari expert-nya langsung di sini!
Bisa Anda ceritakan sedikit tentang perjalanan karier Anda hingga menjadi HSE Supervisor? Apa yang mendorong Anda untuk memilih bidang keselamatan kerja?
Saat kuliah, saya fokus dalam pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (limbah B3) industri. Di dalam prosesnya, saya memahami bahwa untuk mengelola limbah B3 industri secara kontinu, maka aspek keselamatan harus diutamakan. Beranjak dari situ, perlahan saya mulai mendalami bidang keselamatan sejak lulus kuliah sampai saat ini.
Apa yang membuat Anda tertarik untuk bekerja di industri makanan, khususnya produsen bumbu masak?
Pada perusahaan manufaktur, terdapat banyak proses dan melibatkan mesin-mesin produksi. Perusahaan zaman now tidak bisa lepas dari mesin-mesin modern. Saya tertarik untuk mengoptimalkan penggunaan mesin, dalam upaya mengendalikan risiko keselamatan. Dengan meng-subtitusi proses dari orang ke mesin, maka dapat meningkatkan angka keselamatan di perusahaan.
Mengapa Anda tertarik dengan bidang keselamatan dan kesehatan kerja (K3)? Apakah ada pengalaman pribadi atau peristiwa tertentu yang memotivasi Anda?
Bila bekerja adalah ibadah, maka mengingatkan dan menjaga tenaga kerja untuk selamat juga termasuk ibadah. Dengan memastikan keselamatan tenaga kerja, maka menjamin pula tenaga kerja dapat terus bekerja dan mendapatkan upah untuk menghidupi keluarganya.
Apa yang menurut Anda paling penting dalam menjaga keselamatan dan kesehatan pekerja di lingkungan industri makanan?
Komitmen dari pimpinan sangat penting dalam upaya keselamatan. Pemimpin yang menjadikan zero accident sebagai target perusahaan dan melibatkan partisipasi pekerja di dalamnya, merupakan kunci utama dalam penerapan keselamatan di perusahaan.

Bisa Anda gambarkan secara singkat tugas dan tanggung jawab sehari-hari Anda sebagai HSE Supervisor?
Sebagai ahli K3 perusahaan, saya memberi masukan terkait keselamatan kepada seluruh divisi, baik diminta maupun tidak diminta. Dengan komunikasi dan konsultasi, seluruh divisi melakukan tindakan perbaikan dan pencegahan, dalam upaya mencegah kecelakaan di tempat kerja.
Apa saja kegiatan rutin yang Anda lakukan untuk memastikan lingkungan kerja yang aman dan sehat?
Saya melakukan inspeksi area kerja minimal 1x dalam 1 hari. Dengan melihat kondisi aktual, saya dapat menilai, menimbang dan memberi masukan terhadap kondisi dan kemungkinan yang dapat terjadi. Dengan melakukan prediksi berbasis data, saya memberikan masukan untuk mencegah kecelakaan di tempat kerja.
Apa tantangan terbesar yang Anda hadapi dalam menerapkan standar K3 di perusahaan produsen bumbu masak?
Mempertahankan budaya K3 menjadi tantangan, karena mood tenaga kerja dapat berubah, bisa disebabkan oleh faktor pekerjaan maupun masalah di rumah. Untuk itu, peran pimpinan dalam monitoring tenaga kerja menjadi penting, untuk memastikan setiap tenaga kerja tetap menjalankan prosedur kerja aman.
Apakah ada kasus atau kejadian yang paling berkesan selama Anda bekerja di bidang HSE? Bagaimana Anda mengatasinya.
Bulan K3 diselenggarakan setiap tahun, dalam upaya menaikkan kesadaran K3 melalui kegiatan yang menyenangkan, seperti lomba memadamkan api. Setiap divisi mengirimkan tim 5 orang yang terampil, untuk unjuk kebolehan dalam memadamkan api. Bulan K3 menjadi event penting karena menjadi program kerja dari manajeen dan momen bagi manajemen untuk memberikan reward bagi divisi yang aktif dalam mengupayakan keselamatan kerja.
Bagaimana menurut Anda perkembangan bidang HSE di Indonesia, khususnya di industri makanan, dalam beberapa tahun terakhir?
Semakin berkembang teknologi, maka semakin banyak proses baru yang melibatkan mesin. Ini merupakan peluang sekaligus risiko. Dengan memanfaatkan teknologi baru, maka muncul pula risiko yang mengancam keselamatan dan harus dikelola.
Seberapa penting menurut Anda peran departemen HSE dalam sebuah perusahaan, terutama di industri makanan?
Divisi saya merupakan perpanjangan tanganan pimpinan pabrik untuk memastikan stable operation dengan cara mencegah kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja. Dengan inspeksi, komunikasi dan koordinasi secara rutin, harapannya potensi bahaya di tempat kerja dapat diidentifikasi dan dikendalikan.

Bagaimana Anda menjelaskan pentingnya K3 kepada karyawan yang mungkin belum sepenuhnya memahami?
Bila tujuan utama bekerja adalah mendapatkan upah, maka penting bagi tenaga kerja untuk tetap selamat. Dengan demikian, pekerja dapat bekerja setiap hari dan mendapatkan upah untuk menghidupi keluarganya. Dengan motivasi secara konsisten, menjadi pengingat bagi pekerja untuk menjaga keselamatan saat bekerja.
Bagaimana Anda melihat peran regulasi pemerintah dalam meningkatkan standar K3 di Indonesia?
Regulasi menjadi acuan dalam penerapan K3 di tempat kerja. Selain dalam upaya penaatan ketentuan, regulasi menjadi pedoman dalam penerapan K3. Dengan memenuhi persyaratan minimal yang dipersyaratkan, harapannya risiko kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja dapat dikendalikan.
Seberapa penting sertifikasi untuk meningkatkan kompetensi sebagai seorang profesional yang bekerja di departemen K3?
Aspek K3 sangatlah luas. Mulai dari bahan baku diterima, proses produksi, sampai produk dikirim ke pelanggan. Di setiap lini produksi, dibutuhkan personel yang kompeten (ditandai dengan sertifikasi kompentesi dari kementerian) untuk memastikan bahwa tenaga kerja memahami persyaratan dasar dalam bekerja, termasuk kemampuan mengidentifikasi bahaya yang dapat mengancam keselamatan.
Menurut Anda, apa tren terbaru dalam bidang HSE yang perlu diperhatikan oleh perusahaan?
Pasca pandemi, isu bekerja dengan nyaman dimana saja menjadi hangat bagi praktisi K3. Posisi bekerja di meja komputer (ergonomi) dan menjaga kesehatan mental saat work from home merupakan isu yang saat ini banyak ditelaah, mengingat cara bekerja yang semakin variatif dan terdapat potensi K3 pada cara baru tersebut.
Bagaimana teknologi dapat membantu meningkatkan standar K3 di masa depan?
Dalam upaya mengambil peluang, selalu ada risiko yang harus dipertimbangkan. Dengan berkembangnya teknologi, ketika diterapkan di tempat kerja dalam upaya peluang, maka risiko yang timbul dari ketidaktahuan terhadap perkembangan teknologi harus dikelola. Maka dari itu, praktisi K3 harus selalu aktif dalam melakukan inspeksi dan memberi masukan terkait aspek keselamatan kerja.
Itu tadi pengalaman Edwin Armanda bekerja di departemen K3, baca pengalaman expert lainnya di Rubrik Profil Loker ID ya!