Kata Rizky Setiawan tentang Kariernya, "Saya Sudah Berada di Jalur yang Sesuai"

Author
Ditulis olehTim Loker • Update 25 Mei 2025
Rubrik Profil

rizky-setiawan-sebagai-content-editor-tahun-2024

Seberapa yakin Anda dengan jalan karier yang saat ini sedang dilakoni? Kalau Rizky Setiawan yang saat ini berprofesi sebagai sebagai Content Editor di aplikasi kesehatan sudah merasa yakin banget. "Saat ini saya sudah tidak lagi memikirkan untuk berpindah karier, karena saya merasa berada di jalur yang sesuai," demikian papar Rizky.

Diakuinya, dalam periodenya berkarier, ia pernah beberapa kali melewatkan peluang karena satu dan lain hal. Meski begitu, untuk saat ini, ia merasa sudah berada di path yang seharusnya. "Rumput tetangga memang sering kali terlihat lebih hijau. Selama saya bisa memaknai setiap langkah dan apa pun yang saya lakukan dengan baik, saya merasa itu sudah cukup," tegasnya lagi.

Seperti apa perjalanan karier Rizky dan bagaimana ia memaknai perjalanan kariernya? Yuk...simak di sini ceritanya..

Apa saja tugas dan tanggung jawab utama Anda sebagai content editor di aplikasi kesehatan?

Tugas dan tanggung jawab saya sebagai Content Editor di aplikasi kesehatan ini terus mengalami perkembangan. Sebagai bagian dari tim Growth and Performance Marketing, saya dan tim fokus pada strategi organik. Tugas utama saya mencakup perancangan dan menerapkan strategi konten untuk meningkatkan peringkat di SERP (Search Engine Result Page). Intinya, saya bertanggung jawab untuk mengembangkan artikel di website agar bisa meraih peringkat teratas di hasil pencarian Google.

Namun, konten yang saya buat harus tetap mengikuti standar yang telah ditetapkan oleh perusahaan tempat saya bekerja.

Keterampilan apa yang menurut Anda paling penting untuk menjadi seorang content editor di era digital?

Seorang Content Editor pada dasarnya harus memiliki kemampuan berbahasa yang baik, termasuk pemahaman yang kuat terhadap tata bahasa, tanda baca, dan ejaan yang sesuai dengan bahasa yang digunakan. Selain itu, Content Editor perlu mampu menyesuaikan gaya penulisan dengan tone dan brand voice. Mereka juga bertanggung jawab untuk memperbaiki kesalahan teknis, memperjelas ide, serta menyusun ulang konten agar lebih menarik dan mudah dipahami.

Bagi Content Editor yang bekerja di platform digital, pemahaman tentang cara menulis dan mengedit konten yang ramah mesin pencari sangatlah penting. Kemampuan untuk menganalisis kelemahan konten dan menawarkan solusi berupa ide-ide segar yang relevan dengan kebutuhan pengguna juga menjadi nilai tambah.

Tak hanya itu, “learning agility” atau kemampuan untuk terus belajar adalah hal yang sangat penting. Hal ini berlaku bukan hanya untuk Content Editor, tetapi juga untuk semua profesional di industri digital. Karena sifat dunia digital yang begitu dinamis, penting untuk selalu terbuka terhadap pembelajaran baru, baik itu mengenai penggunaan tools untuk analisis performa konten maupun strategi konten yang sedang tren.

pengalaman-rizky-sebagai-content-editor-tahun-2024

Bagaimana Anda memastikan konten yang Anda produksi relevan, akurat, dan menarik bagi audiens yang beragam?

Agar tetap relevan, penting untuk membedakan konten berdasarkan segmen audiens sehingga sesuai dengan kebutuhan, “search intent,” dan preferensi mereka. Saya selalu menggunakan informasi dari sumber-sumber yang kredibel, seperti jurnal akademik, laporan resmi, atau media tepercaya, baik dari dalam maupun luar negeri. Selain itu, menambahkan data statistik atau fakta pendukung menjadi langkah penting untuk membuat konten lebih meyakinkan.

Untuk meningkatkan daya tarik, saya memastikan penggunaan judul, subjudul, dan paragraf yang singkat sehingga mudah dipahami. Dalam beberapa artikel, saya juga menyertakan elemen visual seperti gambar, infografik, atau video untuk memperjelas informasi yang disampaikan. Yang tak kalah penting, melibatkan emosi pembaca melalui kisah yang inspiratif, pemberian solusi, atau mendorong interaksi dapat membuat konten menjadi lebih menarik dan memikat.

Sebelumnya Anda menulis untuk industri fashion retail,  apa perbedaan paling mencolok antara bekerja sebagai penulis di industri fashion retail dan di industri kesehatan?

Ketika bekerja di industri fashion, saya cenderung menulis dengan menonjolkan gaya “sugar coating.” Namun, hal ini tidak bisa saya terapkan sembarangan di industri kesehatan.

Dalam industri kesehatan, semua tulisan harus didasarkan pada riset dan fakta medis. Jika sebelumnya, saat bekerja di industri fashion, saya fokus memperkaya kosakata dengan berbagai “adjective” untuk mempercantik copywriting, kini saya lebih sering membaca jurnal-jurnal ilmiah untuk mendukung konten kesehatan yang saya buat.

Selain itu, aspek visual juga memiliki perbedaan signifikan di kedua industri. Dalam konten fashion, visual dirancang semenarik mungkin untuk memikat perhatian pembaca. Sementara itu, dalam konten kesehatan, visual lebih berfungsi sebagai pendukung untuk memperjelas dan memperkuat informasi yang disampaikan.

Bagaimana Anda melihat perkembangan teknologi dan tren digital memengaruhi cara kerja seorang editor?

Sebelum menjawab pertanyaan ini, perlu saya jelaskan bahwa saya tidak memiliki pengalaman bekerja di media cetak. Sejak awal karier, semua pekerjaan yang saya lakukan berbasis digital.

Sejak dipercaya untuk mengisi posisi Content Editor di tempat saya bekerja saat ini, saya diharapkan memiliki pemahaman tentang cara mengoptimasi mesin pencari (SEO). Ini termasuk penggunaan data analitik untuk menentukan gaya, kata kunci, dan struktur tulisan yang sesuai dengan preferensi audiens online.

Selain sebagai Content Editor, cakupan pekerjaan saya kini juga mencakup peran sebagai Content Strategist. Fokus pekerjaan saya tidak hanya memperbaiki tulisan, tetapi juga mencakup perencanaan kalender konten, penyesuaian tone dengan brand, serta menjaga konsistensi persona.

Teknologi dan tren digital memang memungkinkan tugas editor menjadi lebih cepat, luas, dan mendalam. Meskipun alat digital seperti AI dapat membantu meringankan pekerjaan teknis, keterampilan penting seperti interpretasi, kreativitas, dan sensitivitas terhadap audiens tetap menjadi hal yang tidak dapat digantikan.

Oleh karena itu, seorang editor yang terus belajar dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi akan tetap relevan di tengah industri yang terus berubah.

Bagaimana menurut Anda dinamika dunia kerja di industri digital saat ini, terutama dalam hal kolaborasi dan kecepatan produksi konten?

Tidak salah jika “riding the wave” dapat membantu sebuah brand meningkatkan awareness. Namun, pendekatan ini tidak selalu berlaku untuk konten berbasis SEO.

Dalam dunia SEO-content, tren biasanya tidak hanya berlangsung satu atau dua hari. Misalnya, pada konten di ranah kesehatan yang saya kerjakan setiap hari, tren cenderung bertahan cukup lama, setidaknya tiga bulan.

Untuk memenangkan persaingan di SEO, tidak cukup hanya memasukkan kata kunci ke dalam artikel. Kita juga perlu menciptakan konten berkualitas tinggi yang relevan dan mampu menjawab kebutuhan audiens. Proses menulis dan mengoptimalkan konten organik yang benar-benar bernilai membutuhkan waktu, mulai dari penelitian, penulisan, pengeditan, hingga revisi. Oleh karena itu, membuat konten berbasis SEO tidak bisa dilakukan secara asal atau terburu-buru.

Sayangnya, masih banyak pemangku kepentingan yang kurang memahami hal ini. Namun, jika ada anggaran yang memadai, akan lebih baik jika konten organik yang sedang berjuang untuk meraih peringkat 1 di SERP Google juga didukung dengan promosi melalui iklan.

Apa perubahan terbesar yang Anda lihat dalam cara perusahaan mengelola konten dan tim editorial?

Salah satu perubahan besar yang saya alami adalah ketika artikel-artikel di website yang saya dan tim buat ditargetkan untuk meraih peringkat tinggi di SERP Google, bahkan diharapkan mampu menghasilkan konversi.

Hal ini membuat saya juga harus berperan sebagai Content Strategist, bekerja lebih keras untuk menarik lebih banyak pembaca. Selain itu, kami perlu memastikan pembaca merasa puas dengan informasi yang disajikan dalam artikel, sekaligus mendorong mereka untuk mencoba layanan yang kami tawarkan.

suka-duka-menjadi-content-editor-rizky-setiawan-tahun-2024

Apa tantangan terbesar yang Anda hadapi sebagai content editor di era digital--terutama koten kesehatan--seperti misalnya menjaga kualitas konten di tengah tuntutan produktivitas yang tinggi?

Tantangan utama saya adalah memastikan setiap strategi konten yang saya susun dapat dipahami dengan jelas oleh para penulis untuk mereka implementasikan.

Selain itu, menjaga suasana kerja tetap menyenangkan dan sehat di tengah tekanan produktivitas yang tinggi menjadi tantangan tersendiri, terutama karena saya bekerja bersama tim.

Bagaimana Anda memastikan akurasi informasi dalam konten yang Anda produksi, terutama di bidang kesehatan?

Saya selalu memastikan untuk memilih sumber yang tepercaya dan didasarkan pada riset medis terbaru. Salah satu keuntungan bekerja di bidang pembuatan konten kesehatan di perusahaan saya saat ini adalah tim kami tidak bekerja sendiri. Kami didukung oleh dokter yang direkrut khusus untuk memeriksa fakta kesehatan atau me-review artikel yang saya dan tim buat. Bahkan, beberapa dokter tersebut juga memberikan informasi tambahan yang relevan untuk memperkaya isi artikel yang kami produksi.

Menurut Anda, seperti apa penerapan etika dalam pembuatan konten digital?

Dalam pembuatan konten digital, penting untuk menekankan kejujuran dan transparansi. Ini bisa diterapkan dengan menghindari informasi palsu (disinformasi), menyebutkan sumber data penelitian, menghindari strategi clickbait, menghindari fear-mongering, dan tidak mempromosikan hal-hal yang bisa membahayakan atau praktik yang tidak etis tanpa dasar ilmiah.

Pembuat konten juga harus menghormati audiens dengan menerapkan beberapa cara, seperti melindungi data pribadi mereka serta menghindari pembuatan konten yang tidak sensitif terhadap nilai-nilai budaya, agama, dan norma sosial. 

Strategi apa yang Anda gunakan untuk mengatasi rasa jenuh atau burnout?

Pastikan untuk memanfaatkan akhir pekan dengan baik, seperti dengan istirahat, menghabiskan waktu dengan orang terdekat, atau relaksasi. Selain itu, cuti beberapa hari dalam 2-3 bulan juga menjadi salah satu cara yang efektif mengatasi jenuh atau burnout yang saya alami. Intinya, manfaatkan saja fasilitas yang kantor berikan dengan sebaik-baiknya.

Bagaimana Anda memaknai profesi dan pekerjaan, apa makna bekerja buat Anda?

Bagi saya, profesi dan pekerjaan adalah bentuk kontribusi kita terhadap dunia dan cara kita berinteraksi dengan orang lain. Pekerjaan tidak hanya sekadar mencari penghidupan atau memenuhi kewajiban, tetapi juga sebuah wadah untuk mengembangkan diri, menemukan tujuan, dan berhubungan dengan orang lain melalui berbagai cara. Baik itu berkolaborasi dalam tim, memberikan solusi, atau menciptakan sesuatu yang bermanfaat.

Bekerja juga bisa menjadi proses pembelajaran berkelanjutan. Kita dapat mengeksplorasi keterampilan baru, menghadapi tantangan, dan merayakan pencapaian. Selain itu, pekerjaan sering kali memberikan rasa pencapaian pribadi dan kepuasan, terutama ketika kita merasa bahwa apa yang kita lakukan memiliki dampak positif, baik bagi diri sendiri, orang lain, atau bahkan masyarakat luas.

Namun, pekerjaan juga harus menciptakan keseimbangan. Ini bukan hanya tentang pencapaian profesional, tetapi juga tentang menjaga kesehatan mental, hubungan, dan waktu untuk diri sendiri. Makna bekerja bagi saya adalah menemukan arti dalam setiap tugas yang dilakukan, bagaimana pekerjaan itu memberi kontribusi bagi tujuan yang lebih besar, dan bagaimana kita dapat terus berkembang dalam proses tersebut.

Kisah inspiratif para expert lainnya bisa Anda baca di Rubrik Profil Loker ID!