Kandidat yang Masih Bekerja Lebih Menarik Dibandingkan Kandidat yang Menganggur? Apa Iya?

Author
Ditulis olehTim Loker • Update 23 Agustus 2024
Dunia Kerja

 

kandidat-yang-masih-bekerja-tahun-2024-1-9

Dalam dunia persaingan kerja yang ketat, setiap kandidat pasti ingin menonjol. Salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah, apakah perusahaan lebih menyukai kandidat yang masih bekerja dibandingkan mereka yang sedang menganggur? Kandidat yang masih bekerja menunjukkan komitmen yang lebih tinggi terhadap pekerjaan dan memiliki motivasi internal yang kuat untuk terus berkembang.

Kemudian kandidat yang masih bekerja cenderung lebih cepat beradaptasi dengan lingkungan kerja yang baru dan memberikan kontribusi yang lebih cepat bagi perusahaan. Meskipun demikian, kandidat yang sedang menganggur juga memiliki potensi yang besar dan perlu menunjukkan kepada perusahaan bahwa mereka memiliki kualifikasi dan motivasi yang dibutuhkan.Terus harus bagaimana? Baca analisanya di sini!

Mengapa Perusahaan Lebih Memilih Kandidat yang Masih Bekerja?

Ada beberapa alasan mengapa perusahaan cenderung lebih tertarik pada kandidat yang masih bekerja:

 

kandidat-yang-masih-bekerja-memiliki-nilai-lebih-di-mata-perekrut-2

1. Motivasi dan Komitmen

Karyawan yang masih aktif bekerja biasanya memiliki motivasi internal yang kuat untuk mengembangkan karier mereka. Mereka tidak hanya mencari pekerjaan karena terpaksa, tetapi juga karena ingin terus belajar dan berkembang. Selain itu, kandidat yang masih bekerja umumnya memiliki etika kerja yang baik dan sudah memiliki riwayat pengalaman terbaru yang konsisten dan produktif.

2. Pengalaman Aktual

Kandidat yang masih bekerja memiliki pengalaman kerja yang lebih relevan dengan pasar saat ini. Mereka telah mengasah keterampilan dan pengetahuan mereka melalui pekerjaan sehari-hari. Mereka telah teruji dalam menghadapi berbagai tantangan di tempat kerja, sehingga memiliki kemampuan pemecahan masalah yang lebih baik. Selain itu, kandidat yang masih bekerja biasanya lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan kerja yang baru karena mereka telah memiliki pengalaman berinteraksi dengan berbagai jenis orang dan situasi.

3. Referensi yang Lebih Kuat

Perusahaan dapat dengan mudah memverifikasi pengalaman dan prestasi kandidat yang masih bekerja melalui atasan atau rekan kerja mereka. Referensi dari atasan atau rekan kerja dapat memberikan informasi yang lebih detail tentang kinerja, sikap, dan potensi kandidat. Kandidat yang masih bekerja biasanya membutuhkan waktu yang lebih singkat untuk beradaptasi dengan pekerjaan baru karena mereka sudah memiliki dasar yang kuat.

4. Produktivitas Lebih Cepat

Status masih bekerja menjadi indikasi kalau personal tersebut masih terbiasa atau sudah terbiasa dengan ritme aktif, sehingga tidak akan sulit untuk pindah ke tempat baru. Mereka dapat mulai berkontribusi pada perusahaan sejak awal dan tidak memerlukan waktu yang lama untuk mencapai tingkat produktivitas yang optimal. Sementara, kandidat yang sudah lama berhenti bekerja diasumsikan perlu beradaptasi kembali dengan ritme kerja baru.

5. Transisi yang Lebih Lancar

Kandidat yang masih bekerja biasanya membutuhkan waktu yang lebih singkat untuk beradaptasi dengan pekerjaan baru karena mereka sudah memiliki dasar yang kuat. Mereka dapat mulai berkontribusi pada perusahaan sejak awal dan tidak memerlukan waktu yang lama untuk mencapai tingkat produktivitas yang optimal. Hal ini sangat menguntungkan bagi perusahaan, terutama jika mereka sedang menghadapi proyek atau target yang mendesak.

Tips bagi Kandidat yang Masih Bekerja

Jika Anda sedang mencari pekerjaan sambil tetap bekerja, ada baiknya Anda memahami kekuatan dan kelemahan Anda, serta apa yang Anda cari dalam sebuah pekerjaan. Jangan sampai Anda pindah kerja tapi Anda tidak mengalami perkembangan karier sesuai dengan harapan Anda. Tak jarang, seorang karyawan pindah kerja bukan karena sudah tidak suka lagi dengan pekerjaannya, namun lebih kepada relasi dengan rekan kerja atau atasan. Supaya tidak zonk, berikut beberapa tips yang dapat Anda lakukan:

1. Manfaatkan Waktu Luang

Optimalkan waktu luang Anda untuk mencari pekerjaan. Cari lowongan pekerjaan, persiapkan resume dan surat lamaran, serta berlatih wawancara. Perbarui profil LinkedIn secara berkala dengan pencapaian terbaru, proyek yang sedang dikerjakan, dan keterampilan yang dimiliki. Jika memungkinkan, buat portofolio digital untuk menampilkan hasil kerja Anda. Ini bisa sangat berguna jika Anda bekerja di bidang kreatif atau teknis.

2. Beritahu Atasan (Jika Perlu)

Jika Anda merasa nyaman, beritahu atasan Anda bahwa Anda sedang mencari pekerjaan baru. Terbuka dan jujur akan membangun kepercayaan dan hubungan yang baik. Mungkin Anda merasa aneh dengan saran ini, namun pada faktanya, beberapa atasan cukup welcome bila bawahannya mencari pekerjaan yang lain. Apalagi jika perusahaan lama tidak bisa memberikan apa yang diinginkan karyawan.

3. Jaga Kinerja

Teruslah memberikan kinerja terbaik Anda di tempat kerja saat ini. Ini akan menjadi bukti nyata dari komitmen dan profesionalisme Anda. Jangan karena Anda ingin mencari pekerjaan baru Anda mengendurkan semangat bekerja di tempat lama. Ini akan merusak profesionalisme serta value Anda di perusahaan lama.

peluang-diterima-kandidat-yang-masih-bekerja-tahun-2024-2

4. Buat Jadwal yang Fleksibel

Buat jadwal yang fleksibel untuk mengakomodasi kegiatan mencari pekerjaan, seperti mengikuti wawancara atau menghadiri acara networking. Jangan terlalu sering meminta izin untuk wawancara kerja. Bila perlu gunakan hak cuti ataupun Anda juga bisa memilih melakukan wawancara via online untuk mempermudah proses screening kerja.

5. Manfaatkan Jaringan

Perluas jaringan Anda dengan menghubungkan diri dengan orang-orang di industri yang Anda minati. Gunakan platform seperti LinkedIn untuk terhubung dengan profesional di industri Anda. Anda juga bisa membuat akun ke situs lowongan kerja seperti Loker ID untuk memperluas jangkauan pencarian kerja ke industri profesional yang tepat.

6. Persiapkan Diri untuk Wawancara

Latih jawaban Anda untuk pertanyaan wawancara yang umum, seperti alasan Anda ingin pindah pekerjaan atau bagaimana Anda mengatasi konflik di tempat kerja.

Meskipun perusahaan cenderung lebih menyukai kandidat yang masih bekerja, bukan berarti kandidat yang sedang menganggur tidak memiliki peluang. Kunci utama adalah menunjukkan kepada perusahaan bahwa Anda memiliki kualifikasi, pengalaman, dan motivasi yang dibutuhkan untuk sukses dalam posisi tersebut.

Fokuslah pada keterampilan dan potensi yang Anda miliki. Meskipun belum memiliki pengalaman kerja formal, Anda mungkin memiliki keterampilan yang relevan, seperti hasil proyek kuliah, kegiatan organisasi, atau sertifikat pelatihan. Sorotlah keterampilan-keterampilan tersebut dalam resume dan surat lamaran Anda. Selain itu, tunjukkan antusiasme dan semangat belajar yang tinggi. Perusahaan seringkali mencari kandidat yang memiliki potensi besar dan bersedia untuk terus belajar dan berkembang.

Kemudian, bangun jaringan profesional yang kuat. Anda bisa bergabung dengan komunitas online, mengikuti seminar atau workshop, atau melakukan magang. Jaringan yang luas akan membuka peluang bagi Anda untuk mendapatkan informasi tentang lowongan pekerjaan, serta mendapatkan rekomendasi dari orang-orang yang sudah bekerja di industri tersebut. Jangan ragu untuk berdiskusi dengan para expert, bisa mentor karier, atasan atau rekan kerja sebelumnya, jejaring alumni untuk menambah preferensi dan link profesional Anda.

Dengan melakukan hal-hal di atas, Anda dapat meningkatkan daya tarik Anda sebagai kandidat bagi perusahaan, meskipun belum memiliki pengalaman kerja formal. Ingat, kepercayaan diri dan semangat yang tinggi adalah kunci untuk meraih kesuksesan dalam mencari pekerjaan. Jangan pernah menyerah dan teruslah berusaha!