Jonathan Krisyadi : Ketekunan, Semangat, dan Dedikasi pada Kualitas Karya adalah Kunci Bertumbuh

Author
Ditulis olehTim Loker • Update 3 Januari 2025
Rubrik Profil

jonathan-krisyadi-ceo-tahun-2024

 Bekerja di sebuah perusahaan desain terkemuka di Indonesia tidak lantas membuat Jonathan Krisyadi berpuas diri. Ia bermimpi untuk membawa pendekatan yang lebih fleksibel, personal, dan inovatif ke dalam setiap proyek desain. Untuk itulah Jonathan akhirnya mendirikan Artmosphere Design, supaya brand tidak hanya sekadar branding melainkan medium bercerita.

Tentunya sejak merintis agency ini sejak 2012, ada banyak tantangan yang ia dan tim alami. Bukan hanya finansial, melainkan meyakinkan klien untuk menggunakan jasa mereka, sementara portofolio yang dipunya belum terlalu banyak. Bagaimana Jonathan meyakinkan klien dan menjadi "lem" untuk timnya? Serta seperti apa mimpi idealnya mengenai produk desain dan branding? Langsung baca penuturannya dengan Loker ID, di sini!

Apa yang memotivasi Anda untuk mendirikan branding dan design agency?

Motivasi utama saya untuk mendirikan branding dan design agency adalah keinginan untuk menciptakan karya yang tidak hanya indah secara visual, tetapi juga memiliki dampak yang signifikan terhadap perkembangan bisnis klien. Saat bekerja di perusahaan desain ternama, saya menyadari betapa pentingnya desain yang baik dalam membangun identitas dan kepercayaan sebuah brand. Namun, saya juga melihat adanya peluang untuk membawa pendekatan yang lebih personal dan fleksibel dalam memberikan solusi desain yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan klien.

Dengan pengalaman yang saya peroleh dan hasrat yang mendalam terhadap branding, saya merasa terpanggil untuk membangun sesuatu yang bisa menjadi medium bagi klien dalam mewujudkan visi mereka. Artmosphere Design lahir dari keyakinan itu, dan hingga saat ini, motivasi saya tetap sama: membantu brand untuk bercerita, berkomunikasi, dan tumbuh melalui desain yang bermakna.

Bagaimana  latar belakang pendidikan dan pengalaman kerja sebelumnya memberikan inspirasi dan pengalaman dalam mendirikan agensi ini?

Latar belakang saya di jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) memberikan fondasi yang kokoh dalam memahami prinsip desain, komunikasi visual, dan strategi branding. Selama masa kuliah, saya tidak hanya belajar tentang teori desain, tetapi juga bagaimana menciptakan solusi kreatif yang relevan dengan kebutuhan audiens.

Setelah lulus, saya bekerja di sebuah perusahaan desain terkemuka di Indonesia. Pengalaman ini memberikan wawasan mendalam tentang industri kreatif, proses kerja, dan pentingnya kolaborasi dengan klien untuk menghasilkan hasil yang maksimal.

Kombinasi antara pendidikan formal dan pengalaman praktis inilah yang menginspirasi saya untuk mendirikan Artmosphere Design. Saya ingin membawa pendekatan yang lebih fleksibel, personal, dan inovatif ke dalam setiap proyek, sambil terus belajar dan berkembang bersama tim dan klien kami.

Apa tantangan terbesar yang Anda hadapi saat pertama kali memulai agensi ini?

Ketika saya memulai Artmosphere Design, tantangan terbesar datang dari keterbatasan fasilitas dan sumber daya. Agensi ini lahir dari sebuah kamar berukuran 3x3 meter di rumah partner saya. Dengan ruang kerja yang sangat sederhana, salah satu tantangan awal adalah meyakinkan karyawan untuk bergabung dan bekerja di lingkungan yang jauh dari kesan formal atau profesional seperti kantor pada umumnya.

Selain itu, tantangan finansial juga menjadi hal yang harus diatasi. Memulai bisnis tanpa modal besar memaksa kami untuk berpikir kreatif dan cermat dalam mengelola anggaran, mulai dari operasional harian hingga investasi pada perangkat dan teknologi yang mendukung pekerjaan.

Hal lain yang tidak kalah menantang adalah membangun kredibilitas tanpa banyak portfolio. Di masa-masa awal, kami harus bekerja keras untuk meyakinkan calon klien bahwa meskipun kami baru, kami memiliki potensi besar dan komitmen untuk memberikan hasil terbaik. Kami sering mengerjakan proyek-proyek kecil dengan maksimal untuk membangun rekam jejak dan reputasi yang akhirnya menjadi fondasi utama bagi perjalanan kami ke depan.

Tantangan-tantangan ini tidak hanya menguji ketahanan kami tetapi juga membentuk karakter Artmosphere Design. Dari ruang kecil tersebut, kami belajar bahwa ketekunan, semangat, dan dedikasi pada kualitas karya adalah kunci untuk melewati hambatan dan terus bertumbuh hingga seperti sekarang.

Bisakah diceritakan  tentang layanan utama yang ditawarkan oleh agensi Anda?

1. Branding

Kami membantu menciptakan identitas brand yang otentik, mulai dari logo, tagline, hingga panduan visual yang mencerminkan nilai dan tujuan bisnis klien.

2. Graphic Design

Layanan desain grafis kami mencakup berbagai kebutuhan, seperti desain untuk materi promosi, annual report, kalender, company profile, dan banyak lagi.

jonathan-krisyadi-dan-tim-tahun-2025

Bercerita mengenai branding dan design agency yang sudah Anda dirikan sejak 2012 ini, siapa target klien utama agensi Anda? Dan mengapa memilih spesifikasi klien yang demikian?

Sejak mendirikan Artmosphere Design pada 2012, target utama kami adalah perusahaan dan organisasi yang memahami pentingnya membangun identitas brand yang kuat, baik itu perusahaan swasta, BUMN, maupun institusi yang memerlukan solusi desain untuk komunikasi strategis mereka.

Kami fokus pada klien yang menghargai desain sebagai alat untuk mencapai tujuan bisnis mereka, seperti meningkatkan kesadaran merek, membangun citra positif, atau menyampaikan pesan yang kompleks dengan cara yang efektif. Banyak dari klien kami berasal dari sektor korporasi, industri kreatif, dan layanan publik yang membutuhkan layanan branding, desain grafis, serta solusi cetak dan digital yang berkualitas tinggi.

Alasan kami memilih spesifikasi klien tersebut adalah karena kami percaya pada pentingnya kolaborasi strategis dengan klien yang memiliki visi jangka panjang untuk berkembang melalui desain. Kami ingin menjadi mitra yang tidak hanya memberikan hasil estetis, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan brand mereka.

Apa proyek atau kampanye yang paling berkesan selama Anda menjalankan agensi ini? Boleh diceritakan?

Salah satu proyek yang paling berkesan bagi saya adalah pembuatan Brand Identity untuk Bumi Linggah, sebuah villa yang terletak di Batubulan, Bali. Proyek ini istimewa karena memberikan tantangan sekaligus kesempatan untuk mengangkat nama Batubulan, sebuah daerah yang jarang dikenal dibandingkan dengan destinasi populer lainnya di Bali seperti Ubud, Seminyak, atau Nusa Dua.

Saya merasa terinspirasi karena proyek ini memungkinkan saya untuk menggali dan merayakan kekayaan budaya lokal, sesuatu yang selalu saya cintai dan hargai. Dengan pendekatan desain yang menghormati kearifan lokal dan memadukannya dengan strategi branding yang modern, saya merasa bangga bisa membantu memperkenalkan Batubulan sebagai destinasi yang memiliki daya tarik tersendiri di Bali.

Bagaimana Anda mengatasi persaingan yang semakin ketat di industri kreatif saat ini?

Menghadapi persaingan yang semakin ketat di industri kreatif, saya percaya bahwa kunci utama adalah fokus pada keunikan dan nilai tambah yang kami tawarkan. Di Artmosphere Design, kami berkomitmen untuk memberikan solusi desain yang tidak hanya estetis tetapi juga strategis, selalu didasarkan pada pemahaman mendalam terhadap kebutuhan klien dan target audiens mereka.

Kami juga terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan tren industri. Tim kami selalu belajar hal-hal baru, mulai dari eksplorasi teknik desain terbaru hingga memanfaatkan alat digital untuk meningkatkan efisiensi dan hasil kerja.

Selain itu, kami menempatkan hubungan yang baik dengan klien sebagai prioritas. Dengan mendengarkan, berkolaborasi, dan memberikan layanan yang personal, kami mampu menciptakan pengalaman kerja yang berkesan dan hasil yang memenuhi harapan. Pendekatan ini membantu kami membangun kepercayaan dan loyalitas yang menjadi pembeda utama kami di tengah persaingan.

Yang tidak kalah penting, kami tetap setia pada filosofi kami: desain dengan dampak. Kami percaya bahwa desain yang kuat bukan hanya soal terlihat bagus, tetapi mampu menciptakan perubahan nyata bagi brand dan bisnis klien kami.

usaha-jonathan-krisyadi-tahun-2025

Apa pendapat Anda tentang perkembangan teknologi AI (Artificial Intelligence) dan bagaimana hal itu akan mempengaruhi industri kreatif, khususnya branding dan design?

Perkembangan teknologi AI membawa dampak besar pada industri kreatif, termasuk branding dan desain. AI memungkinkan efisiensi yang luar biasa dalam berbagai aspek, seperti menghasilkan ide desain, otomatisasi tugas-tugas teknis, dan menganalisis data audiens untuk menciptakan strategi yang lebih akurat.

Namun, saya percaya bahwa AI bukan pengganti kreativitas manusia, melainkan alat yang dapat memperkaya proses kreatif. Dalam branding dan desain, aspek human touch—emosi, intuisi, dan kemampuan memahami konteks budaya—tetap menjadi elemen penting yang sulit ditiru oleh AI.

Kami di Artmosphere Design melihat AI sebagai peluang untuk meningkatkan produktivitas dan memberikan nilai tambah kepada klien. Contohnya, kami dapat menggunakan AI untuk mempercepat eksplorasi konsep awal, menciptakan variasi desain, atau bahkan memprediksi tren desain yang relevan. Dengan begitu, tim kami dapat lebih fokus pada tahap-tahap strategis dan konseptual yang membutuhkan sentuhan kreatif manusia.

Saya optimis bahwa kolaborasi antara manusia dan teknologi AI akan menciptakan masa depan yang lebih inovatif bagi industri kreatif, asalkan kita bijak dalam memanfaatkannya dan tetap setia pada nilai-nilai desain yang bermakna.

Apa visi jangka panjang Anda untuk agensi ini?

Visi jangka panjang saya untuk Artmosphere Design adalah menjadi agensi yang unggul dalam dua hal utama: estetika dan etika—'Excellent in Aesthetic and Ethic.'

Di bidang estetika, kami berkomitmen untuk terus menghasilkan karya desain yang inovatif, relevan, dan memiliki daya tarik visual yang tinggi. Kami ingin menjadi pelopor dalam menciptakan solusi desain yang tidak hanya mengikuti tren, tetapi juga menciptakan standar baru dalam industri kreatif.

Di sisi lain, etika adalah pilar utama yang kami junjung tinggi. Kami percaya bahwa desain yang baik tidak hanya soal hasil akhir, tetapi juga tentang bagaimana prosesnya dilakukan. Mulai dari cara kami bekerja sama dengan klien, menghormati nilai-nilai mereka, hingga memastikan setiap karya kami mendukung komunikasi yang jujur, bertanggung jawab, dan bermakna.

Dengan visi ini, kami ingin Artmosphere Design menjadi mitra strategis yang tidak hanya membantu klien mencapai tujuan mereka, tetapi juga memberikan kontribusi positif kepada industri kreatif dan masyarakat luas.

Bagaimana Anda melihat peran seorang Co-Founder dalam mengembangkan bisnis kreatif seperti ini? 

Sebagai seorang Co-Founder, peran saya dalam mengembangkan bisnis kreatif seperti Artmosphere Design mencakup berbagai aspek yang saling melengkapi.

Pertama, saya bertanggung jawab untuk menetapkan visi dan arah strategis perusahaan. Saya memastikan bahwa setiap langkah yang kami ambil, baik dalam hal pengembangan layanan, kolaborasi dengan klien, maupun manajemen internal, selalu selaras dengan tujuan jangka panjang kami, yaitu 'Excellent in Aesthetic and Ethic.'

Kedua, saya berperan sebagai pemimpin yang mendorong kreativitas dan inovasi. Dalam industri kreatif, penting untuk terus berkembang, mengikuti tren, dan mengeksplorasi ide-ide baru yang dapat memberikan nilai tambah bagi klien. Saya berusaha menciptakan lingkungan kerja yang mendukung tim untuk berpikir bebas, berkolaborasi, dan menghasilkan karya terbaik mereka.

Ketiga, saya melihat peran ini sebagai jembatan antara bisnis dan klien. Saya harus mampu memahami kebutuhan klien, menerjemahkannya ke dalam strategi desain, dan memastikan bahwa kami memberikan solusi yang tidak hanya estetik tetapi juga strategis.

Akhirnya, sebagai Co-Founder, saya juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga keberlanjutan bisnis. Ini mencakup pengelolaan sumber daya, membangun hubungan yang baik dengan mitra dan klien, serta memastikan Artmosphere tetap relevan dan kompetitif di industri kreatif yang terus berkembang.

Keterampilan apa yang menurut Anda paling penting bagi seorang Co-Founder di bidang branding dan design?

Sebagai seorang Co-Founder di bidang branding dan desain, ada beberapa keterampilan utama yang menurut saya sangat penting:

1. Kreativitas Strategis

Di bidang branding dan desain, kreativitas bukan hanya soal estetika, tetapi juga kemampuan untuk memecahkan masalah secara strategis. Seorang Co-Founder harus mampu menghubungkan visi klien dengan solusi desain yang inovatif dan relevan dengan pasar.

2. Kepemimpinan

Mengelola tim kreatif membutuhkan kepemimpinan yang tidak hanya menginspirasi tetapi juga memfasilitasi. Seorang Co-Founder harus bisa membangun budaya kerja yang mendukung inovasi, kolaborasi, dan produktivitas.

3. Kemampuan Komunikasi

Memahami kebutuhan klien dan menyampaikan ide secara jelas adalah keterampilan esensial. Seorang Co-Founder harus bisa menjadi jembatan antara tim kreatif dan klien, memastikan semua pihak memiliki pemahaman yang sama tentang tujuan proyek.

4. Pemahaman Bisnis

Di luar aspek kreatif, penting juga memiliki pemahaman tentang bagaimana bisnis berjalan. Seorang Co-Founder harus mampu mengelola anggaran, merancang strategi pemasaran, dan mengambil keputusan berdasarkan analisis pasar dan tren industri.

5. Adaptabilitas dan Pembelajaran Berkelanjutan

Industri kreatif terus berubah dengan cepat, terutama dengan perkembangan teknologi seperti AI. Seorang Co-Founder harus terbuka untuk belajar dan beradaptasi agar dapat tetap relevan dan kompetitif.

Terus baca Rubrik Profil Loker ID untuk mendapatkan insight menarik sepurtar dunia kerja dari para expert lainnya!