Jenis-jenis Akuntan dan Peranannya di Dunia Kerja Saat Ini

Author
Ditulis olehTim Loker • Update 19 Mei 2025
Profesi

Profesi Akuntan

Warren Buffett, orang terkaya keenam di dunia pernah berkata, “Accounting is the language of business. If you don’t understand accounting, don’t invest yourself or manage a business”. Maknanya, akuntansi adalah dasar dalam memahami kesehatan dan kinerja sebuah bisnis. Sama seperti tidak mungkin dapat berkomunikasi di negara asing tanpa menguasai bahasanya, keputusan bisnis yang tepat tidak bisa dibuat jika tidak memahami laporan keuangan dan prinsip-prinsip akuntansi.

Namun, banyak orang yang mengira bahwa pekerjaan akuntan hanya mencatat angka. Padahal, tugasnya lebih dari itu. Tugas akuntan sendiri meliputi perencanaan, pembukuan, hingga penyusunan laporan keuangan.

Hingga kini, profesi akuntan sangat dibutuhkan di berbagai sektor industri. Dimulai dari pendidikan, bisnis, pemerintahan, hingga organisasi nirlaba. Hal ini tentu saja membuat profesi akuntan memiliki prospek karier yang cerah. Lalu, apa saja jenis-jenis profesi akuntan? Bagaimana cara memilih jenisnya agar sesuai dengan kemampuan yang dimiliki? Simak jawaban lengkapnya di artikel ini!

Kenapa Profesi Akuntan Sangat Dibutuhkan?

Profesi Akuntan

Memiliki peran mencatat, mengklasifikasikan, dan menganalisis transaksi keuangan, membuat profesi akuntan sangat vital di berbagai industri. Dengan pencatatan yang jelas, seorang akuntan dapat membantu pemilik bisnis, investor, kreditur, dan pihak yang berkepentingan lainnya dalam mendapat informasi seputar sehat atau tidaknya kondisi keuangan sebuah entitas.

Selain itu, akuntan juga memiliki peran dalam: perencanaan keuangan, pengambilan keputusan keuangan, analisis biaya, hingga pengelolaan aset dan sumber daya lainnya dengan efisien. Dengan memahami prinsip-prinsip akuntansi dengan baik, suatu entitas dapat terhindar dari penggelapan, penipuan, hingga kecurangan keuangan.

Dikutip dari Jurnal Undip E-Journal, Systematic Literature Review: Penyebab Kecurangan, Menurut ACFE dalam Report to The Nations 2020, seiring perkembangan zaman dan perubahan pembayaran ke arah pembayaran digital dan bisnis berbasis teknologi, cara yang digunakan oleh para pelaku dalam mendapatkan keuntungan yang ilegal melalui 3 skema kecurangan, yang terdiri dari penyalahgunaan aset (asset misappropriation), korupsi (corruption), dan kecurangan laporan keuangan (fraudulent financial reporting).

Jenis-jenis Akuntan dan Tugas Utamanya

Karier Akuntan

1. Akuntan Publik

Akuntan merupakan profesi yang memberikan pelayanan berupa jasa profesional dan mengantongi izin resmi untuk membuka praktik secara independen sesuai dengan Undang-Undang yang berlaku.

Tugas akuntan publik adalah memeriksa kesesuaian laporan keuangan suatu perusahaan dengan standar keuangan Indonesia. Setelah memeriksanya, akuntan publik juga akan memberikan ketentuan pajak sesuai Undang-Undang Perpajakan yang harus dibayar entitas tersebut agar terhindar dari penyitaan aset.

Selain itu akuntan publik juga memiliki tugas untuk memberikan saran keuangan sesuai dengan kondisi ekonomi yang terjadi. Misal, jika terjadi inflasi, seorang akuntan publik akan menyarankan entitas untuk menjaga stabilitas keuangan dan tetap patuh pada prinsip akuntansi.

2. Akuntan Internal

Merupakan sebuah tim di suatu entitas  yang melakukan aktivitas operasional akuntansi.

Berbeda dengan akuntan publik, jika akuntan publik bekerja untuk banyak klien, seorang akuntan internal bekerja untuk entitas mereka sendiri. Meskipun demikian, tugas akuntan internal sama seperti akuntan yang mengelola manajemen keuangan pada umumnya, seperti:

  • Menyiapkan laporan keuangan
  • Pembukuan
  • Melakukan analisis pendapatan, pengeluaran, dan laba
  • Memberikan masukan berbasis keuangan kepada manajemen

Kehadiran akuntan internal membuat suatu entitas memiliki konrol penuh terhadap data keuangannya, sehingga tidak membutuhkan waktu yang lama untuk membuat keputusan keuangan. Namun, yang menjadi kekurangan akuntan internal ini adalah kemungkinan tim internal tidak memiliki keahlian khusus, seperti konsultasi pajak. Dengan demikian entitas perlu memberikan anggaran untuk biaya pelatihan tim internal tersebut.

3. Akuntan Manajemen

Akuntan manajemen berfungsi menyediakan data informasi bagi entitas untuk mengambil keputusan strategis bagi mereka.

Profesi ini bertanggung jawab sebagai alat analisis, sumber data dan informasi, koordinasi, dan monitoring kinerja perusahaan, sehingga lahirlah keputusan yang strategis. Untuk lahir keputusan strategis tersebut, membutuhkan beberapa proses, seperti:

  • Budgeting
  • Cost Analysis
  • Forecasting
  • Pengambilan Keputusan

Dikarenakan kompleksnya proses yang harus dilalui, akuntan manajemen ini harus melintasi berbagai manajemen, seperti manajer produksi, manajer pemasaran, manajer keuangan, manajemen puncak, hingga investor entitas.

Jika Anda tertarik untuk berkarir di bidang ini, Loker sedang membuka beberapa posisi akuntan manajemen.

4. Akuntan Forensik

Memiliki fungsi sebagai auditor sistem keuangan, akuntan forensik bertugas mendeteksi hingga menyelesaikan permasalahan keuangan, seperti kecurangan, penipuan, hingga pelanggaran hukum lainnya.

Selain itu, akuntan forensik juga memiliki tugas untuk mengidentifikasi bukti hingga kesaksian dalam masalah hukum, seperti: penggelapan dana, manipulasi laporan keuangan, korupsi dan suap, atau penipuan pajak.

5. Akuntan Pajak

Akuntan pajak memiliki tugas menghimpun data, menganalisis dan kemudian memberikan laporan berupa besaran wajib pajak yang harus dibayarkan suatu entitas berdasarkan laporan keuangan dan transaksi yang terjadi.

Hal ini akan membantu dalam mencegah terjadinya potensi denda akibat kesalahan dalam laporan, sehingga turut memastikan bahwa entitas mentaati hukum pajak yang berlaku.

Jika Anda tertarik dengan posisi akuntan pajak, Anda harus memiliki skill analisis dan perhitungan pajak yang baik. Selain itu, ketelitian dan kemampuan untuk menjelaskan pajak kepada non-akuntan juga sangat dibutuhkan dalam tugasnya.

Untuk kesempatan berkarirnya kunjungi loker akuntan perpajakan.

6. Akuntan Pemerintah

Akuntan pemerintah memiliki peran dalam mengelola uang negara untuk dipergunakan sebagaimana mestinya. Akuntan pemerintah jelas bekerja di lembaga pemerintahan dengan maksud menjaga akuntabilitas dan kepercayaan publik.

Tugas akuntan pemerintahan meliputi memeriksa dan mengawasi arus keuangan negara, menyusun laporan realisasi anggaran, neraca, dan laporan arus kas dengan mengikuti standar akuntansi pemerintahan.

Karena bertujuan melayani publik, akuntan pemerintah tidak berorientasi pada keuntungan, karena targetnya adalah memberikan pelayanan dan kepuasan untuk publik.

7. Akuntan Akademisi

Akuntan akademisi merupakan akuntan yang bekerja di ranah pendidikan. Perannya adalah menjaga mutu pendidikan akuntansi. Kontribusi mereka tidak hanya pada angka, tapi juga dunia bisnis melalui ilmu.

Akuntan jenis ini bekerja di berbagai lembaga pendidikan, seperti sekolah tinggi, universitas, atau sebagai pembicara di berbagai forum ilmiah akuntansi.

Untuk informasi lengkapnya, Anda bisa membaca Guru Akuntansi: Gaji, Skill yang Diperlukan, dan Tugas Tanggung Jawabnya.

Tips Memilih Jenis Profesi Akuntan yang Sesuai

Memilih Karier Akuntan

Setelah Anda mengetahui jenis-jenis akuntan yang ada, mungkin Anda akan bertanya, bagaimana cara memilih jenis akuntan yang sesuai supaya meminimalisir risiko terjadinya stress dalam kerja?

Anda perlu melakukan langkah-langkah di bawah ini:

1. Kenali Minat dan Kelebihan Diri Sendiri. Berikan pertanyaan kepada diri sendiri, jenis pekerjaan apa yang menjadi preferensi Anda?

Contoh, jika Anda tertarik di dunia pengajaran, pertimbangkan menjadi akuntan akademisi.

2. Pertimbangkan Latar Belakang Pendidikan dan Sertifikasi. Setelah mengetahui preferensi kerja, cari tahu kualifikasi dari jenis akuntan yang Anda inginkan.

Misal, untuk akuntan pendidik umumnya memerlukan gelar pendidikan S2 atau S3. Lalu beberapa akuntan publik atau pajak membutuhkan sertifikasi khusus (CPA, CA, Brevet).

Bagi Anda yang sedang di bangku sekolah menengah, Anda bisa mempertimbangkan sekolah menengah kejuruan jurusan akuntansi.

3. Tentukan Tujuan Karier Jangka Panjang. Tuliskan visi karier Anda dalam 5–10 tahun ke depan untuk membantu membuat pilihan lebih jelas.

Contoh, jika Anda tertarik untuk bekerja di lembaga negara, pertimbangkan untuk menjadi akuntan pemerinta. Jika Anda ingin membuka praktik independen, pertimbangkan menjadi akuntan publik.

Kesimpulan

Memilih jalur karier sebagai seorang akuntan memiliki banyak pilihan bidang. Walaupun tugas utamanya dalam ranah yang sama yaitu, keuangan, tapi yang membedakan adalah lingkup kerjanya.

Sebagai akuntan, Anda bisa bekerja di berbagai sektor. Seperti bisnis, pendidikan, pemerintahan, bahkan bisa memilih membuka praktik independen. Anda dapat menentukan sektor mana yang sesuai setelah mengevaluasi potensi diri sendiri kemudian mempertimbangkan latar belakang dan selanjutnya menentukan tujuan karier jangka panjang Anda.

Selanjutnya, temukan lowongan kerja akuntansi finansial dan bidang keuangan lainnya hanya di portal lowongan kerja terbaru dan terpercaya.