Ini Perbedaan Generasi Baby Boomers, X, Y, Z dan Alpha
Mungkin selama ini kamu sering mendengar istilah baby boomers, generasi X, Y, Z, dan alpha. Apakah sebenarnya arti dari istilah tersebut dan bagaimana hubungannya dengan dunia kerja? Berikut penjelasannya!
- Baby Boomers adalah generasi yang lahir pada rentang 1946 sampai 1964.
- Generasi X adalah mereka yang lahir antara 1965 sampai 1979/80.
- Sedangkan generasi Y atau Millennials adalah mereka yang lahir antara tahun 1981 sampai 1994/6.
- Generasi Z sendiri adalah generasi terbaru yang lahir antara tahun 1997 sampai 2012/15.
- Generasi Alpha adalah mereka yang lahir setelah generasi Z.
Kenapa pembagian generasi ini menjadi cukup signifikan dalam dunia kerja, dikarenakan setiap generasi tumbuh dalam dunia teknologi yang berbeda dan memiliki preferensi unik dalam hal mengelola keuangan.
Setiap generasi tumbuh dalam iklim keuangan yang berbeda, yang telah memengaruhi sikap pengelolaan keuangan dan kepercayaan terhadap perusahaan. Belum lagi pandemi COVID-19 menjadi penyeimbang untuk semua generasi karena harus beradaptasi dengan cara baru dalam perbankan, pekerjaan, dan kehidupan secara keseluruhan.
Plus Minus Masing-Masing Generasi di Dunia Kerja
Setiap generasi punya plus minus dalam dunia kerja. Dengan memahami ini Anda dapat mengidentifikasi pelatihan dan peluang pengembangan yang akan selaras dengan kekuatan masing-masing generasi.
Ini juga akan membantu Anda mengukur di mana letak kesenjangan keterampilan sehingga Anda mengisi kekurangan dan meningkatkan potensi. Berikut adalah penjelasan jelasnya:
Baby Boomers
Generasi ini dicirikan sebagai pecandu kerja yang menikmati minggu-minggu panjang dan kerja lembur. Mereka lebih berkomitmen pada peran mereka dibandingkan generasi lain. Mereka adalah pemain tim yang baik serta mentor yang berkualitas. Sayangnya generasi ini lebih menyukai struktur dan disiplin, dan cenderung tidak menyukai perubahan.
Generasi baby boomers sangat kompetitif, jadi mereka membutuhkan pengakuan dan penghargaan agar mereka tetap termotivasi untuk mencapai lebih banyak. Baby boomers dianggap sebagai generasi yang paling tidak paham teknologi dari semua generasi, dantidak bisa mengikuti perkembangan.
Generasi X
Generasi X lebih dapat menjalani keseimbangan dalam bekerja dan kehidupan keluarga. Pata pekerja yang berasal dari generasi X mampu melakukan berbagai hal dengan cepat dan cenderung tidak menghabiskan waktu berjam-jam untuk menyelesaikan sesuatu dengan sempurna. Sayangnya, generasi ini cenderung tidak speak up alias tidak mau bicara saat mereka tidak setuju dengan manajemen.
Generasi Y
Dari semua generasi pekerja, milenial atau Y dianggap sebagai pekerja paling mandiri. Milenial peduli dengan etika dan tanggung jawab sosial organisasi tempat mereka bekerja. Generasi milenial telah tumbuh dengan mencari informasi, mereka terbiasa dengan membuat proses sendiri daripada diberi tahu apa yang harus dilakukan.
Karena sifat independen tersebut generasi ini tidak begitu tertarik pada kerja tim seperti generasi lainnya. Pun, generasi ini tidak memiliki etos kerja yang kuat bila dibandingkan dengan generasi sebelumnya. Generasi ini tidak sabar dalam hal pertumbuhan karier - 49 persen cenderung berhenti sebelum dua tahun jika mereka merasa keterampilan mereka tidak berkembang.
Generasi Z
Bisa dibilang generasi ini yang paling kompeten di bidang teknologi dari semua generasi, dan cepat beradaptasi dengan perkembangan baru dibanding generasi lainnya. Generasi ini sangat ambisius, memiliki jiwa wirausaha alami, dan lebih memilih memulai bisnis mereka sendiri dan mempekerjakan orang.Generasi ini juga dikenal dengan kemampuan multitasking-nya. Sayangnya, generasi ini sangat bergantung pada teknologi untuk menyelesaikan masalah.
Generasi Alpha
Generasi alpha adalah orang-orang yang terlahir dari generasi milenial. Generasi Alpha menjadi generasi yang paling beragam, berpendidikan, sadar dan paham teknologi, namun paling sering mengalami isu kesehatan mental.
Terkait dunia pekerjaan, generasi alpha diprediksi akan memiliki beberapa ciri etos kerja seperti tidak akan bekerja dengan perusahaan yang tidak sejalan dengan nilai-nilainya, tidak peduli dengan privasi, lebih sedikit waktu istirahat dan lebih banyak tekanan untuk bekerja, lebih memilih interaksi dengan teknologi ketimbang manusia, dan membutuhkan mental support system.