Indira Puliraja : "Mental, Mindset, Karakter adalah Sesuatu yang Tidak Bisa Dicontek Orang dari Kita"

Jam terbang memang tidak pernah bohong. Asam manis pahit getir pengalaman akan membentuk diri kita. Baik itu mental, karakter, mindset, integritas--sesuatu yang tidak bisa direbut oleh siapapun. Obrolan mengenai perjalanan karier bersama Indira Puliraja, Marcomm & PR Manager dari Meruorah Komodo Labuan Bajo sungguh sangat menggugah dan membangkitkan semangat buat siapa saja yang sedang merintis karier atau berada di level path career apapun.
Tidak bohong kalau masa-masa sekarang ini dunia karier penuh dengan tantangan. Menurut data dari Kemnaker, dari Januari hingga Agustus 2024 tercatat 45.762 orang terkena PHK. Belum lagi situasi toksik di industri kerja yang bisa kita spill di medsos. Apa yang harus kita lakukan? Apakah kita harus mengadu pada Yura? Hehehe...
Tentunya tetap semangat, berusaha dan menikmati serta mengisi career break--buat yang sedang berada di momen ini--dengan hal-hal positif yang membangun, meningkatkan skill, dan menyehatkan mental adalah pilihan terbaik. Seperti yang dilakukan Indira, mengisi sela-sela career break-nya dengan menulis. Pun, ketika come back, semangatnya berlipat dan siap dengan petualangan baru.
Dunia hospitality bukan sesuatu yang baru buat alumni Universitas Indonesia ini. Beberapa properti berbintang pernah dijajalnya, seperti The Sultan Hotel & Residence Jakarta, Aloft Hotels, dan Hotel Borobudur Jakarta. Saat ini di tempat baru, bagaimana Indira memaknai kembalinya ia di dunia hospitality dan perubahan apa yang dirasakannya terkait dunia yang ia geluti--dulu dan sekarang? Simak obrolan kami di sini!
Sebelumnya selamat atas peran barunya di Meruorah Komodo Labuan Bajo sebagai Marcomm & PR Manager :). Setelah career break 8 bulan Anda kembali bekerja di dunia hospitality, perubahan apa yang Anda rasakan selama 8 bulan career break dan saat ini kembali bekerja formal?
Walaupun dunia hospitality bukanlah sesuatu yang baru buat Anda, namun adakah tantangan yang berbeda yang Anda temukan selama hampir 3 bulan menjabat sebagai Marcomm & PR Manager di Meruorah? Boleh diceritakan seperti apa tantangannya dan cara Anda menanganinya?

Apa yang membedakan profesi Marcomm & PR Manager di industri hospitality dengan industri lainnya?
Bisa Anda ceritakan pengalaman paling berkesan selama lebih dari 10 tahun berkarier di industri hospitality?
Apa yang menjadi tren terbaru di dunia pariwisata yang menginspirasi Anda untuk mengembangkan strategi pemasaran yang lebih efektif?
[caption id="attachment_13842081" align="aligncenter" width="800"]
ups and down profesi pr and marcomm manager[/caption]
Bagaimana era digital mutakhir saat ini bisa memengaruhi dinamika industri hospitality?
Peluang: Di satu sisi, teknologi digital membuka banyak peluang untuk meningkatkan pengalaman tamu. Misalnya, penggunaan aplikasi mobile dan layanan digital memungkinkan personalisasi layanan yang lebih tinggi, mulai dari pemesanan kamar hingga pelayanan selama menginap. Platform review online dan media sosial juga memungkinkan hotel untuk membangun reputasi dan loyalitas pelanggan lebih cepat melalui feedback langsung dari tamu.
Tantangan: Namun, era digital juga membawa tantangan tersendiri. Tidak seperti misalnya sektor retail atau FMCG di mana transaksi dan interaksi cenderung lebih straightforward, industri hospitality harus menghadapi ekspektasi yang semakin tinggi dari tamu. Teknologi tidak hanya memudahkan tamu untuk membandingkan harga dan layanan, tetapi juga membuat mereka lebih kritis dan vokal di media sosial jika harapan mereka tidak terpenuhi. Hal ini membuat persaingan semakin ketat, dan kesalahan kecil pun bisa berdampak besar pada reputasi.
Kesimpulan: Era digital ini memang seperti dua sisi mata uang bagi industri hospitality. Sukses dalam mengadopsi teknologi digital dapat membawa keunggulan kompetitif yang besar, namun jika tidak dikelola dengan baik, dapat menjadi sumber risiko yang signifikan.
Apa yang menjadi tantangan terbesar dalam mempertahankan reputasi positif hotel/resort di tengah persaingan yang semakin ketat?
