Imron Satya: Tour Guide Bukan Sekadar Teman Jalan

Author
Ditulis olehTim Loker • Update 28 Mei 2025
Rubrik Profil

profesi-tour-guide-imron-satya-tahun-2024

Menggeluti pekerjaan dari sesuatu yang disenangi akan lebih mudah dengan pertimbangan namanya juga suka pastinya gampang kan? Itu yang dirasakan Imron Satya sebagai tour guide dengan spesialisasi wisata Sumatera Barat. Mungkin kalau kita balik ke awal tahun 2000-an, profesi tour guide masih sangat jarang di Indonesia. Open trip juga ramai di pertengahan 2000-an. Tidak seperti sekarang, setiap scroll media sosial ada saja provider wisata yang menawarkan paket-paket berkunjung ke spot hidden gem. Salah satu jualannya adalah menyediakan dokumentasi foto. Karena memang kebanyakan wisatawan zaman sekarang menjadikan foto-foto sebagai tujuan utama jalan-jalan untuk menghiasi feed media sosialnya.

"Sekarang memang lebih banyak tantangannya dibanding dulu, makanya saya sebagai tour guide juga harus memberikan sesuatu yang berbeda, pengalaman yang enggak hanya terekam difoto," jelas tour guide yang sudah merintis usaha jasa wisata sejak 2016 ini. Menurut studi yang dipublikasikan di laman pertamina.ac.id, disebutkan kalau kemampuan berkomunikasi menjadi salah satu strategi tour guide dalam menjalin relasi berkesinambungan dengan pengguna jasanya.  Tahun 2023 lalu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno memberikan pernyataan kalau profesi tour guide sulit untuk digantikan oleh AI. Ini terkait pengalaman berwisata yang membutuhkan unsur humanisme--sesuatu yang tidak bisa dilakukan oleh AI.

Jadi, meskipun di beberapa tempat seperti museum atau medium online lain menyediakan layanan wisata virtual, ini tidak sepenuhnya menggantikan bisa menggantikan wisata langsung. Wisata online semacam ini hanya menjadi pelengkap atau pun pemicu untuk wisatawan mendatangi suatu lokasi dan untuk mendapatkan cerita lebih lengkap dibutuhkan jasa tour guide.

Halo...boleh diceritakan bagaimana awalnya Anda bisa menjadi tour guide?

Sejak kecil saya memang suka menjelajah, pulang sekolah naik angkutan umum, ikut saudara kemana, dari satu kampung ke kampung lain. Saya benar-benar menikmatinya. Apalagi kampung halaman saya Sumatera Barat memang luar biasa indah, jadi ya saya benar-benar menikmatinya. Saya rasa itu si awal mula kenapa akhirnya saya bisa menjadi tour guide, karena memang hobi jalan-jalan.

Itu kan ketika kecil, tapi sebelum benar-benar akhirnya menjadi tour guide apakah pernah menekuni pekerjaan lain?

Saya pernah kerja kantoran, bahkan saya pernah tinggal di Bekasi dan kerja disana. Tapi karena beberapa pertimbangan, saya balik lagi ke Padang. Saya merasa nyaman di sini. Hidup dan tinggal di kampung halaman itu rasanya bersahaja, dan saya rasa itu lebih dari cukup.

Kemudian, sampai akhirnya jadi full time tour guide itu ceritanya bagaimana?

Diawali dari teman-teman luar Sumatera Barat yang minta ditemani liburan saat berkunjung ke Padang, lama kelamaan jadi komersil, ya sudah saya full time kan saja. Kemudian dari mulut ke mulut, lihat posting-an, akhirnya orang-orang yang menggunakan jasa saya bukan lagi teman atau kenalan, tapi orang-orang yang sama sekali enggak dikenal dan ngontak saya untuk menanyakan trip. Itu sih yang saya manage. Ada yang repeat order, ada yang tahu dari teman atau kenalannya. Tapi saya enggak mengandalkan relasi itu saja sih, saya juga harus gaul, kenalan dengan komunitas luar Sumatera Barat, dengan pemilik akomodasi lokal, nah dari situ biasanya ada informasi-informasi mengenai trip yang bisa kita join. Yah, intinya harus aktif-lah, namanya juga usaha jasa.

profesi-tour-guide-imron-satya-jalan-jalan-ke-mentawai-tahun-2024

Oh ya, trip apa saja biasanya yang Anda bawa?

Semua sudut Sumatera Barat, dari Mentawai dan gugusan pulau-pulau, seperti Pulau Pagang, Pamutusan, Pasumpahan, Sirandah, dan Mandeh. Trekking di Hutan Gamaran, camping dan memancing di  kawasan Air terjun Nyarai, Harau serta Alahan Panjang. Sumatera Barat tergolong lengkap sih koleksi wisatanya, dan semua saya bawa. Kalaupun misalnya ada yang enggak saya tahu, biasanya saya melakukan riset dulu, enggak langsung saya tolak. Ketika bawa tamu, saya juga membuka mata untuk tempat-tempat baru, aktivitas-aktivitas yang bisa dilakukan lainnya, ini bisa jadi peluang spot baru.

Pernah enggak merasa bosan mendatangi tempat yang itu-itu saja?

Sejauh ini enggak pernah bosan ya. Soalnya, walaupun tempatnya sama, orang yang saya temani kan beda ya, jadi selalu ada pengalaman baru. Ketika membawa tamu, saya juga terpapar pengalaman mereka, cerita mereka, mereka pernah kemana saja, dan enggak jarang juga mereka sharing perspektif mereka tentang tempat yang kami datangi itu bagaimana. Ini justru bisa jadi masukan dan memperkaya pengalaman saya ke depannya saat akan membawa tamu lain lagi di masa depan.

Bagaimana pengaruh perkembangan digital terhadap profesi tour guide?

Wah banyak banget ya! Yang pasti harus tetap up to date. Kalau lihat di instagram saya @imronsatya, biasanya di reels itu ada musiknya kan. Ketika saya memasang musik atau lagu tertentu, itu bukan karena saya secara pribadi suka dengan lagu tersebut, tapi lebih dikarenakan lagu itu memang lagi viral atau populer. Jadi memang harus benar-benar ngeh dengan apa yang lagi viral, bahasa yang catchy untuk media sosial. Atau mengaitkan sesuatu yang sedang ramai dibahas dengan konten traveling yang saya buat. Saya rasa semua orang yang usahanya menggunakan promosi media sosial melakukan hal yang sama.

Apa yang paling Anda sukai dari berprofesi sebagai tour guide?

Apa ya...lebih ke fleksibilitas, bisa mengatur waktu sendiri, dan karena ini usaha saya sendiri ya kalau mau maju saya harus mengupayakannya sendiri. Kebebasan itu sih yang saya senangi.

tour-guide-imron-bersama-tamunya-tahun-2024

Gimana cara Anda Nge-treat tamu ketika membawa mereka trip?

Semua tamu pasti berbeda, tinggal dilihat saja, dia ini tipikal seperti apa. Itu treat personal ya, kalau secara keseluruhan, manajemen waktu dan bisa mencari solusi alternatif ketika terjadi suatu hal yang tidak sesuai dengan rencana awal.

Menurut Anda apa yang plaing dibutuhkan untuk menjadi tour guide yang oke?

Aktif dan selalu tersedia. Karena seperti yang tadi diobrolkan sebelumnya, tour guide sekarang banyak, sebagai tour guide saya harus memberikan service yang berbeda, kedekatan, dan kepercayan, serta satu lagi responsif. Misalnya nih, tanggap membalas komen di media sosial. Aktif nge-tag, gitu-gitu sih. Nanti kan tamu akan nge-repost nah itu bisa jadi promosi lagi ke circle-nya dia.

Sebagai pelaku industri wisata di Sumatera Barat, bagaimana Anda memandang perkembangan dan peluang wisata disana?

Yah, walaupun destinasinya bisa dibilang komplet, sayangnya infrastruktur di sana belum terlalu sempurna untuk pariwisatanya. Harus ada peningkatan fasilitas lagi sih, supaya semakin maju dan menjawab kebutuhan wisata saat ini. Dan untuk itu ya perlu kerja sama dan kolaborasi semua pihak, termasuk wisatawan seperti menjaga kebersihan dan memaknai perjalanan lebih dari sekadar jalan melainkan edukasi dan bukti kita menghargai pariwisata Indonesia.

Punya saran untuk para traveler supaya lebih bisa memaknai perjalanan?

Jangan terlalu fomo sih kalau kata saya, maksudnya gini, iya enggak apa-apa datang ke suatu lokasi karena memang lagi viral, tapi jangan jadikan itu sebagai tujuan utama. Nikmati juga prosesnya, biar perjalanan tersebut bener-bener ada ceritanya, bukan hanya pengisi di media sosial.

Tertarik membaca kisah inspirasi profesional lain yang expert di bidangnya? Baca langsung di Rubrik Profil!