Hasna Hamidah: "Pentingnya Menjadi Autentik dan Jangan Takut Bereksperimen"

Author
Ditulis olehTim Loker • Update 7 Februari 2025
Rubrik Profil

hasna-hamidah-founder-karirimpian-tahun-2025

Proses kreativitas Hasna Hamidahfounder dari KarirImpian--sebuah platform edukasi yang memberikan tips karier dan membangun personal branding, dimulai dari pencariannya ketika baru memulai perkuliahan. Ada banyak pertanyaan mengenai tips bagaimana memulai dunia kerja--yang tidak diperoleh selama berada di bangku kuliah. Kondisi ini membuat Hasna melakukan pencariannya sendiri dan membagikannya ke akun media sosialnya. Ternyata, banyak yang memiliki keluhan dan tantangan yang kurang lebih sama. Inilah yang akhirnya menjadi pemicunya untuk membangun platform, sehingga bisa memberikan input ke orang-orang lain yang juga memiliki kendala yang dialaminya.

Seiring dengan perjalanan Hasna membangun KarirImpian, ini tak luput dari adaptasi perkembangan teknologi. Bagaimana Hasna memaksimalkan media sosial dan membaca perubahan perilaku audiens. "Satu lagi, yang paling penting adalah autentik, karena menjadi autentik itu penting. Dan untuk menjadi autentik, jangan takut bereksperimen," kata Hasna.

Penasaran bagaimana isi "dapur" kreatif Hasna dalam membangun KarirImpian? Langsung baca obrolan kami di sini ya!

Bisa ceritakan sedikit tentang perjalanan karier Anda hingga akhirnya memutuskan untuk mendirikan platform persiapan karier?

Awalnya, ketika saya mulai masuk ke dunia kerja sejak semester awal. Saya melihat perbedaan yang sangat berbeda antara dunia kerja dengan kuliah. Saya mulai menyadari kalau untuk bisa kerja di suatu perusahaan harus memiliki persiapan yang matang, bahkan sejak menempuh di bangku kuliah. Dari mulai membuat CV, optimasi LinkedIn, hingga menghadapi interview, semuanya harus di siapkan sejak masih mahasiswa, jadi ketika sudah lulus dan mulai memasuki dunia kerja, kita sudah tidak mengeluarkan effort lebih.

Dari pengalaman itulah saya mulai aktif berbagi tips di media sosial. Ternyata, banyak yang merasa terbantu, dan akhirnya saya memutuskan untuk membangun KarirImpian sebagai platform yang lebih terstruktur untuk membantu mahasiswa dan job seekers mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja.

Apa yang menjadi motivasi utama Anda dalam membangun platform ini dan membantu orang lain dalam mempersiapkan karier mereka?

Motivasi utamanya adalah ingin mengurangi kesenjangan antara dunia pendidikan dan dunia kerja. Banyak lulusan yang sebenarnya punya potensi besar, tapi kurang mendapat informasi yang tepat soal bagaimana cara mendapatkan pekerjaan yang sesuai. Saya ingin memastikan bahwa mereka punya akses ke ilmu dan strategi yang bisa meningkatkan peluang mereka.

Apa visi jangka panjang Anda untuk platform ini? Bagaimana Anda melihat platform ini berkembang dalam 5 tahun ke depan?

Visi jangka panjangnya adalah menjadikan KarirImpian sebagai platform utama bagi mahasiswa dan job seekers di Indonesia dalam mempersiapkan karier mereka. Dalam 5 tahun ke depan, saya ingin mengembangkan lebih banyak program offline, kolaborasi dengan perusahaan untuk talent development, serta menghadirkan teknologi seperti AI untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih personal bagi pengguna.

pengalaman-hasna-sebbagai-founder-karir-impian-tahun-2025

Apa nilai-nilai inti yang Anda tanamkan dalam platform dan dalam semua kegiatan yang Anda lakukan?

Nilai inti yang saya pegang adalah aksesibilitas, relevansi, dan dampak nyata. Saya ingin semua orang, tanpa melihat latar belakangnya, bisa mendapatkan manfaat dari konten dan program yang saya buat. Saya juga selalu berusaha agar materi yang disajikan sesuai dengan tren industri dan benar-benar bisa diterapkan langsung.

Siapa target pengguna utama platform Anda? Apa saja manfaat yang sudah dirasakan oleh pengguna setelah menggunakan platform ini?

Target utama saya adalah mahasiswa tingkat akhir dan fresh graduates yang sedang mencari pekerjaan pertama mereka. Banyak yang sudah merasakan manfaat setelah mengikuti program di KarirImpian, seperti mendapat pekerjaan lebih cepat, berhasil lolos interview di perusahaan impian, dan lebih percaya diri dalam membangun personal branding mereka.

Bagaimana Anda memastikan bahwa konten dan fitur yang ada di platform relevan dan bermanfaat bagi pengguna?

Saya selalu melakukan riset, baik dengan mengikuti tren industri, berbicara langsung dengan pengguna, maupun berkolaborasi dengan HR dan recruiter untuk memahami kebutuhan mereka. Selain itu, saya juga sering mengadakan survei atau sesi tanya-jawab dengan beberapa orang di komunitas atau sekedar teman dekat agar konten yang dibuat benar-benar sesuai dengan tantangan yang mereka hadapi.

Terkait aktivitas profesional Anda sebagai strategi content marketing, langkah apa yang Anda terapkan, baik untuk personal branding maupun untuk klien?

Saya selalu fokus pada value-driven content. Setiap konten yang saya buat harus memberikan manfaat nyata bagi audiens. Selain itu, saya juga mengutamakan konsistensi dalam branding dan komunikasi agar pesan yang disampaikan lebih kuat dan mudah dikenali. Untuk klien, saya selalu menyesuaikan strategi dengan audiens target mereka, baik dari segi format, platform, maupun gaya komunikasi.

Bagaimana Anda menentukan topik dan format konten yang paling efektif untuk menarik perhatian audiens?

Saya menggabungkan data dan observasi langsung. Dari insight media sosial, saya melihat jenis konten apa yang paling banyak menarik perhatian. Selain itu, saya juga sering mendengarkan pertanyaan dan masalah yang dihadapi audiens untuk menentukan topik yang relevan. Formatnya saya sesuaikan dengan kebiasaan konsumsi konten—misalnya, kalau targetnya Gen Z, maka video pendek dan carousel di Instagram atau LinkedIn biasanya lebih efektif.

Apa kunci utama dalam membangun engagement yang kuat dengan audiens di media sosial?

Engagement yang kuat datang dari interaksi yang autentik. Saya selalu berusaha untuk benar-benar mendengarkan dan membalas komentar atau DM dari audiens. Selain itu, konsistensi dalam posting dan membangun komunitas juga sangat penting. Bukan hanya sekadar berbagi informasi, tapi juga membuka ruang diskusi dan berbagi pengalaman.

Apa tren terbaru dalam dunia content marketing dan media sosial yang perlu diperhatikan?

Tren saat ini mengarah ke konten yang lebih personal dan interaktif. Misalnya, video pendek tetap mendominasi, tapi kini storytelling dan edukasi lebih ditekankan. Selain itu, AI dalam content creation juga semakin berkembang, baik untuk riset topik, pembuatan skrip, maupun analisis performa.

pentingnya-otentik-dan-eksperimen-tahun-2025

Apa tantangan terbesar yang Anda hadapi dalam mempertahankan engagement audiens di tengah persaingan konten yang sangat tinggi?

Tantangan terbesar adalah perubahan algoritma dan kejenuhan audiens. Algoritma media sosial sering berubah, jadi strategi yang berhasil hari ini bisa jadi kurang efektif di kemudian hari. Selain itu, karena jumlah konten yang sangat banyak, tantangannya adalah bagaimana membuat sesuatu yang tetap relevan dan menarik perhatian tanpa kehilangan esensi edukatifnya.

Apa saran Anda untuk mereka yang baru memulai karier di bidang content marketing atau ingin membangun personal branding mereka?

Mulailah dengan fokus pada satu niche dan satu platform dulu. Jangan terlalu terburu-buru ingin aktif di semua tempat, karena itu bisa membuat kewalahan. Bangun kredibilitas dengan konsisten berbagi insight yang bermanfaat, bukan sekadar ikut tren. Yang paling penting, tetap autentik dan jangan takut untuk eksperimen sampai menemukan gaya komunikasi yang paling sesuai dengan audiens targetmu.

Cerita inspiratif dari expert lainnya bisa Anda baca di Rubrik Profil Loker ID!