Haryo Suryosumarto : Perekrutan Berkelanjutan Bukan Sekadar Mengisi Kekosongan Posisi

Author
Ditulis olehTim Loker • Update 21 Maret 2025
Rubrik Profil

founder-managing-director-haryo-tahun-2024

"Wah pertanyaannya mirip ujian sertifikasi," komentar Haryo Suryosumarto saat Loker ID menyodorkan list pertanyaan untuk Rubrik Profil. Meski begitu pakar headhunting Indonesia ini memberikan jawaban yang lengkap, komplet, dan komprehensif. Yang dengan membacanya kita bisa tahu kisi-kisi lanskap perkembangan dan update industri perekrutan di Indonesia.

Lewat obrolan bersama Founder & Managing Director di PT Headhunter Indonesia, semakin terkukuhkan kalau perekrutan bukan hanya soal mengisi kekosongan,  "Rekrutmen berkelanjutan adalah tentang menciptakan ekosistem yang mendukung pertumbuhan perusahaan dan komunitas secara bersamaan," tegas Haryo. Baca langsung penjelasan yang bukan kaleng-kaleng ini, di sini!

Bagaimana menurut Anda perubahan signifikan dalam lanskap pasar kerja saat ini, terutama dalam hal keterampilan yang dibutuhkan, ekspektasi karyawan, dan model kerja yang fleksibel?

Perubahan yang cukup signifikan belakangan ini, terutama dalam hal:

1. Keterampilan yang Dibutuhkan: Ada peningkatan permintaan, tidak hanya dari perusahaan yang bergerak di tech industry untuk kandidat yang menguasai keterampilan di era digital seperti data analytics, AI, dan kemampuan adaptasi teknologi. Soft skills seperti komunikasi, kepemimpinan, dan kemampuan bekerja dalam tim lintas fungsi juga semakin dihargai.

2. Ekspektasi Karyawan: Generasi pekerja saat ini, terutama Milenial dan Gen Z, mengutamakan fleksibilitas, work/life balance (bahkan dalam beberapa hal work/life integration menjadi hal yang mutlak), dan juga budaya perusahaan yang sehat serta inklusif. Mereka juga mencari makna lebih dalam pekerjaan, bukan lagi sekedar sebagai sarana untuk mendapatkan penghasilan, tapi apakah pekerjaan mereka memiliki dampak yang positif bagi masyarakat luas.

3. Model Kerja Fleksibel: Remote dan hybrid working kini sepertinya sudah menjadi norma bagi banyak perusahaan yang memang memiliki privilege untuk menerapkannya. Di satu sisi, ini memberikan kebebasan bagi karyawan, tetapi di sisi lain juga menuntut perusahaan untuk beradaptasi dengan teknologi kolaborasi dan pendekatan manajemen serta metode kepemimpinan yang harus menyesuaikan dengan model kerja seperti ini.

Apa saja tren rekrutmen terbaru yang menurut Anda paling menonjol saat ini? Bagaimana tren-tren ini memengaruhi strategi perekrutan perusahaan?

Dalam dua sampai tiga tahun terakhir, tren yang menonjol dalam proses rekrutmen diantaranya adalah:

1. Data-Driven Recruitment: Menggunakan analitik untuk mengidentifikasi kandidat terbaik.

2. Employer Branding: Perusahaan perlu menarik talenta dengan membangun reputasi sebagai tempat kerja yang ideal, sehingga media sosial kini menjadi arena “perang” bagi perusahaan untuk menunjukkan budaya internal mereka yang dirasa akan menarik bagi kandidat, khususnya Milenial dan Gen Z.

3. Candidate Experience: Terkait erat dengan employer branding di atas, pengalaman positif yang dirasakan kandidat sepanjang proses rekrutmen akan meningkatkan citra perusahaan.

4. AI dan Automasi: Meski masih di fase awal, dan menurut saya lebih cocok untuk rekrutmen posisi entry-level, tapi pemanfaatan teknologi untuk menyaring sekian banyak kandidat yang melamar demi membuat proses rekrutmen lebih efisien kini juga mulai diterapkan di berbagai perusahaan.

5. Remote Work: Perusahaan yang bisa menawarkan opsi kerja jarak jauh atau model kerja hybrid kini dinilai lebih menarik dan bisa menjadi nilai plus dari sudut pandang kandidat berkualitas.

Munculnya beberapa tren yang saya sebutkan diatas tentunya mendorong perusahaan untuk melakukan adaptasi dengan mengadopsi pendekatan rekrutmen yang lebih modern, efisien, dan berpusat pada kandidat, untuk menarik dan juga mempertahankan talenta terbaik di pasar tenaga kerja yang semakin kompetitif.

Bagaimana pandemi COVID-19 telah mengubah cara kita bekerja dan merekrut? Menurut Anda, apa saja dampak jangka panjang dari pandemi terhadap dunia kerja?

Pandemi mengubah cara kita bekerja dan merekrut melalui:

1. Adopsi Teknologi: Peningkatan penggunaan platform digital atau berbasis komputasi awan (cloud computing) untuk bekerja dan juga wawancara.

2. Remote Hiring: Proses rekrutmen kini lebih sering dilakukan secara virtual, terutama untuk proses wawancara di tahap awal demi efisiensi waktu, tenaga, dan biaya dari semua pihak yang terlibat.

Dampak jangka panjang salah satunya tentu saja model kerja hybrid atau remote semakin menjadi sebuah norma, yang kemudian membuka kompetisi global (sekaligus peluang global) karena berbagai perusahaan di berbagai belahan dunia kini dapat merekrut kandidat tanpa batas geografis untuk turut berkontribusi dalam proyek yang mereka kerjakan, khususnya untuk bisnis berbasis digital.

Dengan semakin baik dan meluasnya akses internet kecepatan tinggi di berbagai kota, kesempatan menjadi terbuka lebar untuk para kandidat berkualitas menjadi bagian dari talenta global, yang bekerja untuk perusahaan asing tapi tetap berdomisili di Indonesia (penghasilan dalam Dollar atau Euro, tapi pengeluaran dalam Rupiah).

perspektif-haryo-memandang-perekrutan-tahun-2024

Apa saja tantangan terbesar yang Anda hadapi saat pertama kali membangun perusahaan headhunting? Bagaimana Anda mengatasi tantangan-tantangan tersebut?

Ketika saya memulai perjalanan saya di industri ini sebagai pemain baru di Indonesia pada bulan Mei 2009, tantangan terbesar yang saya hadapi adalah membangun kepercayaan. Banyak klien awalnya ragu untuk bekerja sama dengan perusahaan baru seperti yang saya dirikan. Mereka mempertanyakan apakah saya benar-benar bisa memberikan solusi yang mereka cari atau apakah saya memiliki pengalaman yang cukup untuk membantu mereka mencapai tujuan mereka.

Di sisi lain, persaingan di industri ini juga tidak main-main. Pada saat saya memulai pada waktu itu di tahun 2009, berbagai perusahaan di industri headhunting di Indonesia boleh dibilang 90% didominasi oleh perusahaan yang berafiliasi dengan pemain global dan/atau pemain lama yang sudah cukup eksis dan mapan, dengan nama besar dan reputasi yang sudah terbangun selama bertahun-tahun. Saya harus berpikir keras dan mencari cara agar PT Headhunter Indonesia bisa menonjol, memberikan sesuatu yang berbeda, dan akhirnya mendapatkan kepercayaan dari klien.

Dua hal yang saya tekankan ke calon klien di awal untuk menjadi pembeda bagi kami sebagai pemain baru adalah, “Better Service. More Affordable,” dan “Think Globally. Act Locally.”

Memang bukan perjalanan yang mudah, tapi justru di situlah saya belajar banyak hal penting yang alhamdulillah membuat PT Headhunter Indonesia bisa bertahan sampai memasuki tahun ke-16 kami di industri ini, meski awalnya boleh dibilang dibangun dengan modal seadanya alias modal dengkul.

Bagaimana Anda membangun dan mempertahankan jaringan yang kuat dengan klien dan kandidat? Strategi apa yang paling efektif?

Salah satu pelajaran terbesar yang saya sadari dalam perjalanan ini adalah pentingnya membangun dan mempertahankan jaringan yang kuat. Saya mulai menyadari bahwa keberhasilan tidak hanya bergantung pada kemampuan teknis, tetapi juga pada hubungan jangka panjang yang saya bangun dengan klien dan kandidat.

Saya berusaha menjaga komunikasi yang aktif, memastikan mereka merasa didengar dan diperhatikan, bukan hanya saat mereka membutuhkan bantuan, tetapi juga dalam situasi sehari-hari yang terkait dengan kehidupan mereka. Selain itu, saya mulai fokus pada personal branding, terutama melalui platform seperti LinkedIn. Di sana, saya berbagi wawasan, pemikiran, dan pengalaman, bukan hanya untuk memperluas jangkauan saya, tetapi juga sedikit banyak untuk menegaskan kompetensi, prinsip, serta nilai-nilai yang saya pegang sebagai seorang profesional.

Hal ini juga saya dukung dengan memberikan solusi yang tepat waktu dan sesuai dengan kebutuhan klien sambil terus berupaya melakukan perbaikan berkelanjutan. Dengan cara ini alhamdulillah saya berhasil menciptakan hubungan yang tidak hanya profesional, tetapi juga saling menghargai dan mendukung.

Sebagai pemimpin perusahaan headhunting, bagaimana Anda membangun dan mengembangkan tim yang solid dan berprestasi?

Membangun tim yang solid dan berkontribusi positif di PT Headhunter Indonesia adalah cerminan nyata dari nilai-nilai perusahaan kami: Care, Friendly, Professional, dan Deliver Results.

Filosofi saya dalam merekrut anggota tim relatif sederhana tetapi menurut saya cukup efektif: "Hire for Attitude, Train for Skills." Saya percaya bahwa sikap dan karakter adalah fondasi yang lebih penting daripada pengalaman semata. Oleh karena itu, saya lebih suka merekrut fresh graduates atau profesional yang minim pengalaman di dunia rekrutmen tetapi memiliki potensi besar untuk berkembang.

Lingkungan kerja yang kami bangun dirancang untuk mendukung pengembangan ini. Kami menciptakan suasana penuh rasa peduli (Care) dan ramah (Friendly) yang memungkinkan anggota tim merasa nyaman untuk belajar dan bertumbuh. Coaching dan mentoring menjadi elemen kunci dalam perjalanan pengembangan mereka. Melalui coaching, saya membantu mereka menemukan solusi atas tantangan yang mereka hadapi dan menggali potensi terbaik mereka. Sementara itu, mentoring memberikan arahan strategis dan transfer pengalaman untuk mempercepat proses pembelajaran mereka.

Pelatihan yang kami berikan difokuskan pada peningkatan keterampilan profesional (Professional) yang relevan, sehingga mereka tidak hanya memiliki kemampuan teknis tetapi juga pemahaman yang mendalam tentang industri. Lebih dari itu, kami memastikan bahwa setiap individu mampu memberikan hasil nyata (Deliver Results) yang berdampak pada klien, kandidat, dan perusahaan.

Kami juga selalu menekankan keseimbangan antara tujuan individu dan tujuan perusahaan. Dengan menyelaraskan KPI setiap anggota tim dengan visi besar perusahaan, kami memastikan bahwa setiap kontribusi mereka mendukung kesuksesan bersama. Pendekatan ini bukan hanya tentang membangun tim yang kompeten, tetapi juga menciptakan lingkungan kerja yang memberdayakan, di mana setiap individu merasa didukung untuk mencapai potensi maksimalnya.

Apa yang paling Anda sukai dari bekerja sebagai seorang rekruter? Apa yang membuat pekerjaan ini begitu memuaskan?

Salah satu hal yang paling saya sukai dalam pekerjaan sebagai rekruter adalah dampak positif yang dapat saya ciptakan, terutama dalam mewujudkan purpose yang saya susun untuk PT Headhunter Indonesia: "We aspire to become the trusted advisor for CEOs and corporate leaders, helping organizations not just fill vacancies, but build thriving workplaces where talent, culture, and leadership are aligned with the company's vision for sustainable growth."

Pekerjaan ini bukan hanya tentang menemukan kandidat untuk mengisi posisi kosong, tetapi tentang menciptakan dampak strategis bagi organisasi. Saya merasa sangat puas ketika berhasil membantu klien menemukan talenta terbaik yang bukan hanya memenuhi kebutuhan saat ini, tetapi juga mampu berkontribusi pada pertumbuhan jangka panjang mereka.

Di sisi lain, ada kebahagiaan tersendiri ketika kandidat menemukan karier yang tidak hanya sesuai dengan passion mereka, tetapi juga mendukung potensi penuh yang mereka miliki. Momen terbaik dalam pekerjaan ini adalah ketika saya melihat organisasi klien tumbuh menjadi tempat kerja yang lebih baik—di mana talenta, budaya perusahaan, dan kepemimpinan benar-benar selaras dengan visi besar perusahaan mereka.

Sama halnya, kepuasan saya semakin lengkap ketika kandidat merasakan bahwa langkah karier yang mereka ambil benar-benar mengubah hidup mereka secara positif. Inilah yang membuat pekerjaan saya di PT Headhunter Indonesia menjadi terasa jauh lebih bermakna: menjadi bagian dari perjalanan menciptakan tempat kerja yang tidak hanya tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan dari aspek bisnis, tetapi juga memberdayakan para karyawannya untuk menjadi profesional yang lebih kompeten dan individu yang lebih baik.

Apa tantangan terbesar yang Anda hadapi dalam pekerjaan sehari-hari sebagai rekruter? Bagaimana Anda mengatasi tantangan-tantangan tersebut?

Tantangan terbesar yang saya hadapi seringkali terkait dengan berbagai dinamika dalam proses rekrutmen yang tidak selalu bisa diprediksi. Saya selalu mengatakan kalau dunia rekrutmen yang berhubungan dengan manusia ini memiliki banyak sekali apa yang saya sebut sebagai “Faktor X”.

Salah satu tantangan utama yang sesekali ditemui adalah kandidat yang tidak konsisten. Kadang kandidat tiba-tiba bisa berubah pikiran pada saat-saat terakhir dalam proses negosiasi gaji atau pembahasan ketentuan di kontrak kerja. Hal ini membutuhkan fleksibilitas dan kemampuan untuk segera menemukan solusi, terutama ketika waktu adalah faktor yang sangat penting bagi klien.

Tantangan lainnya adalah mengelola harapan klien. Banyak klien memiliki ekspektasi tinggi yang kadang tidak realistis, terutama jika dibandingkan dengan kondisi pasar tenaga kerja saat ini.

Fenomena yang sering saya temui adalah apa yang saya sebut sebagai "purple unicorn." Ini adalah situasi di mana klien berharap menemukan kandidat dengan kualifikasi yang sangat luar biasa—seolah-olah kandidat ini memiliki semua keterampilan teknis, pengalaman luas, kepribadian yang sempurna, dan bahkan wawasan strategis yang jarang dimiliki oleh kebanyakan orang. Namun, harapan ini sering kali tidak sejalan dengan anggaran yang mereka siapkan atau mekanisme rekrutmen di internal perusahaan yang masih ketinggalan zaman dan sangat tidak efisien.

Menjembatani kesenjangan ini menjadi tugas yang menantang, tetapi juga sangat penting. Di PT Headhunter Indonesia, kami berusaha menjadi trusted advisor bagi klien kami dengan memberikan gambaran pasar yang realistis sekaligus membantu mereka menyesuaikan harapan dengan kondisi nyata. Kami tidak hanya bekerja untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek, tetapi juga membantu klien membangun strategi rekrutmen yang lebih efektif dan relevan untuk jangka panjang.

Jadi boleh dibilang pada prinsipnya kami berusaha keras membantu klien memahami bahwa membangun tim yang kuat tidak hanya tentang menemukan kandidat sempurna, tetapi juga tentang menciptakan lingkungan kerja yang menarik dan mendukung kandidat untuk tumbuh dan berkembang bersama perusahaan dalam jangka panjang.

Mengubah paradigma lama dari klien terkait hal tersebut memang menjadi sebuah tantangan tersendiri. Tantangan ini, meskipun lumayan berat, di sisi lain memberikan kesempatan bagi PT Headhunter Indonesia untuk menonjolkan kapabilitas kami sebagai sebuah perusahaan konsultasi yang tidak hanya fokus pada upaya mencarikan orang yang tepat bagi klien kami, tapi juga bisa membuat kondisi atau lingkungan kerja di perusahaan klien yang akan mampu menarik orang yang tepat untuk mau bergabung dan bertahan lama bekerja di perusahaan klien sekaligus memberikan kontribusi positif bagi kemajuan perusahaan di masa depan.

perekrutan-bukan-hanya-mengisi-kekosangan-kata-haryo-tahun-2024

Bagaimana Anda menjaga etika dalam proses rekrutmen? Apa pentingnya menjaga hubungan yang baik dengan baik klien maupun kandidat?

Menjaga etika dalam rekrutmen adalah salah satu prinsip utama yang saya pegang teguh, terutama dalam posisi saya sebagai Founder & Managing Director di PT Headhunter Indonesia. Dalam posisi sebagai seorang rekruter, saya percaya bahwa keberhasilan tidak hanya diukur dari hasil rekrutmen itu sendiri, tetapi juga dari bagaimana proses tersebut dilakukan.

Etika adalah fondasi dari semua tindakan kami, dan saya selalu memastikan bahwa setiap langkah yang saya ambil mencerminkan tidak hanya nilai-nilai profesionalisme dan integritas, tapi juga nilai-nilai perusahaan kami (Care, Friendly, Professional, Deliver Results) yang juga berlaku dalam interaksi kami dengan klien.

Salah satu aspek terpenting yang saya tekankan adalah transparansi. Saya selalu berusaha untuk berkomunikasi secara jujur dan terbuka kepada klien maupun kandidat. Bagi klien, transparansi berarti memberikan gambaran yang realistis tentang kondisi pasar tenaga kerja, tantangan yang mungkin dihadapi, dan potensi dari kandidat yang disajikan. Sementara bagi kandidat, transparansi berarti memberikan informasi yang jelas tentang posisi yang mereka lamar, proses rekrutmen, hingga ekspektasi dari perusahaan klien dan melihat kesesuaiannya dengan aspirasi karier kandidat di masa depan.

Selain itu, kepercayaan adalah elemen kunci dalam setiap hubungan profesional yang saya bangun. Saya selalu menjaga kerahasiaan informasi, baik dari klien maupun kandidat. Dalam dunia rekrutmen, informasi seperti rencana ekspansi perusahaan atau alasan seorang kandidat mencari peluang baru sering kali bersifat sensitif. Oleh karena itu, menjaga kepercayaan berarti memastikan bahwa informasi tersebut hanya digunakan untuk kepentingan proses rekrutmen dan tidak disalahgunakan.

Bagi saya, menjaga etika bukan hanya tentang menjalankan pekerjaan dengan benar, tetapi juga tentang membangun reputasi yang dapat diandalkan. Dengan etika yang kuat, kami di PT Headhunter Indonesia berusaha sejak awal didirikan sampai hari ini terus berupaya menciptakan standar tinggi dalam dunia rekrutmen yang dapat dijadikan teladan.

Ini adalah komitmen kami untuk memastikan bahwa setiap proses rekrutmen tidak hanya memberikan hasil, tetapi juga dilakukan dengan cara yang benar dan bermartabat.

Bagaimana rekrutmen yang baik dapat berkontribusi pada keberhasilan jangka panjang sebuah perusahaan? Apa saja manfaat yang dapat diperoleh perusahaan dari rekrutmen yang efektif?

Ketika saya memulai perjalanan sebagai seorang rekruter, saya mulai memahami betapa pentingnya proses rekrutmen yang efektif bagi keberhasilan jangka panjang sebuah perusahaan. Saya jadi teringat ketika diminta membantu salah satu merek dari sports apparel terkemuka di dunia yang ingin masuk ke Indonesia untuk membangun kantor perwakilannya di Jakarta pada tahun 2013.

Mereka menghadapi tantangan besar—posisi kunci (ketika itu adalah Country Manager) harus segera diisi, tetapi mereka tidak ingin merekrut sembarang orang. Mereka butuh individu yang tidak hanya memiliki keterampilan teknis dan pemahaman pasar retail yang mendalam di Indonesia, khususnya untuk produk sejenis, tetapi mereka juga menginginkan seseorang yang dapat mudah beradaptasi dengan budaya kerja mereka yang dinamis dan memiliki visi untuk tumbuh bersama perusahaan.

Prosesnya tidak mudah. Saya berdiskusi panjang dengan tim manajemen dari regional office mereka di Hong Kong untuk benar-benar memahami kebutuhan mereka, bukan hanya dari sisi teknis tetapi juga dari sisi budaya.

Kandidat yang akhirnya terpilih untuk posisi Country Manager ini bukanlah yang memiliki pengalaman paling panjang, tetapi beliau memiliki skills dan pengalaman yang sesuai kebutuhan klien, sikap yang tepat, semangat belajar tinggi, serta pemahaman mendalam tentang visi perusahaan.

Hasilnya? Dalam waktu kurang dari dua tahun, perusahaan tersebut mulai meluncurkan beberapa produk baru yang sukses di pasar. Bahkan, pertumbuhan penjualan di Indonesia boleh dibilang menjadi salah satu yang tertinggi di Asia. Kandidat yang direkrut tersebut tidak hanya mengisi posisi kosong, tetapi juga membawa energi baru yang menginspirasi tim di sekitarnya. Bahkan beliau masih bekerja di sana sampai hari ini, yang artinya beliau sudah sekitar 10 tahun bertahan di perusahaan klien – yang juga masih menjadi salah satu klien setia kami sampai hari ini.

Bagi saya, kisah ini adalah contoh nyata bagaimana rekrutmen yang efektif dapat memberikan dampak luar biasa. Ketika perusahaan mampu merekrut individu yang tepat—yang selaras dengan budaya dan tujuan jangka panjangnya—mereka tidak hanya mendapatkan karyawan, tetapi juga mitra strategis untuk menghadapi masa depan.

Bagaimana rekrutmen yang berkelanjutan dapat membantu perusahaan mencapai tujuan keberlanjutan? Apa saja praktik-praktik rekrutmen yang berkelanjutan yang dapat diterapkan?

Saya pernah bekerja dengan sebuah perusahaan manufaktur di sebuah kota di Jawa Tengah yang ingin meningkatkan keberlanjutan operasionalnya. Salah satu tantangan besar mereka adalah menemukan cara untuk merekrut karyawan yang tidak hanya memiliki keterampilan yang sesuai dengan industri mereka yang cukup spesifik, tetapi juga memiliki komitmen jangka panjang terhadap visi perusahaan. Mereka ingin memastikan bahwa tim mereka terdiri dari individu-individu yang tidak hanya bekerja untuk saat ini, tetapi juga tumbuh bersama perusahaan.

Kami memulai dengan mendesain proses rekrutmen yang lebih berfokus pada keberlanjutan. Salah satu langkah pertama adalah memprioritaskan karyawan lokal. Ini bukan hanya membantu mendukung komunitas sekitar, tetapi juga memberikan stabilitas tenaga kerja karena karyawan lokal cenderung memiliki ikatan yang lebih kuat dengan daerah mereka.

Kami juga menekankan pentingnya memahami tujuan jangka panjang perusahaan dan memilih kandidat yang selaras dengan visi tersebut. Melalui wawancara mendalam, kami menggali tidak hanya keterampilan teknis mereka, tetapi juga bagaimana mereka melihat kontribusi mereka terhadap pertumbuhan perusahaan di masa depan.

Untuk memastikan proses ini berkelanjutan, kami menerapkan praktik seperti evaluasi berkelanjutan. Setiap kandidat yang diterima terus dipantau perkembangan kinerjanya, dan kami memberikan pelatihan tambahan untuk membantu mereka tumbuh sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

Kami juga bekerja keras untuk mengurangi bias dalam proses rekrutmen, memastikan bahwa setiap individu dinilai berdasarkan kemampuan dan potensinya, bukan sekadar latar belakang atau pengalaman masa lalu.

Hasilnya sangat menggembirakan. Tidak hanya perusahaan berhasil membangun tim yang solid dan berdedikasi, tetapi mereka juga menjadi bagian yang lebih terintegrasi dalam komunitas lokal.

Tingkat retensi meningkat, dan tim merasa lebih termotivasi karena mereka tahu mereka adalah bagian dari sesuatu yang lebih besar—sebuah perusahaan yang benar-benar peduli terhadap keberlanjutan jangka panjang, baik dari sisi bisnis maupun dampaknya terhadap masyarakat.

Bagi saya, inilah inti dari rekrutmen berkelanjutan. Ini bukan hanya tentang mengisi posisi kosong, tetapi tentang menciptakan ekosistem yang mendukung pertumbuhan perusahaan dan komunitas secara bersamaan.

Rekrutmen yang dilakukan dengan fokus pada keberlanjutan tidak hanya membantu perusahaan mencapai tujuannya, tetapi juga memastikan bahwa mereka memberikan dampak positif yang nyata bagi masyarakat luas, khususnya yang berada di lingkungan terdekat mereka.

tantangan-menjadi-headhunter-haryo-tahun-2024

Bagaimana Anda melihat masa depan profesi headhunter? Apa saja keterampilan yang harus dimiliki oleh seorang headhunter di masa depan?

Bagaimana saya melihat masa depan profesi headhunter? Saya melihat masa depan profesi headhunter akan semakin strategis dan berbasis nilai tambah. Di tengah perkembangan teknologi seperti AI dan platform rekrutmen digital, peran headhunter tidak lagi sekadar mencocokkan kandidat dengan kebutuhan klien, tetapi lebih kepada menjadi trusted advisor bagi organisasi.

Klien akan mencari headhunter yang mampu memberikan wawasan strategis, memahami dinamika pasar tenaga kerja secara mendalam, dan membantu mereka membangun tempat kerja yang selaras antara talenta, budaya, dan kepemimpinan dengan visi perusahaan untuk pertumbuhan berkelanjutan.

Profesi ini juga akan semakin fokus pada personalisasi, di mana headhunter harus memahami kebutuhan spesifik klien dan kandidat, bukan hanya dari sisi teknis tetapi juga dari segi soft skills dan kecocokan budaya. Selain itu, headhunter masa depan akan berperan sebagai mitra strategis dalam membangun strategi talent acquisition yang lebih efisien dan relevan untuk menjawab tantangan industri.

Apa saja keterampilan yang harus dimiliki oleh seorang headhunter di masa depan?

Untuk tetap relevan di masa depan, dari sudut pandang saya pribadi, seorang headhunter yang baik perlu menguasai beberapa keterampilan kunci:

1. Kemampuan Analisis Data

Menggunakan data untuk memahami tren pasar tenaga kerja, mengidentifikasi kebutuhan klien, dan memberikan wawasan strategis. Data-driven decision-making akan menjadi bagian integral dalam proses rekrutmen.

2. Pemahaman Teknologi

Menguasai tools dan teknologi rekrutmen seperti AI, ATS (Applicant Tracking Systems), dan platform digital lainnya untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi proses pencarian kandidat.

3. Keterampilan Komunikasi dan Negosiasi

Dalam peran sebagai advisor, kemampuan untuk berkomunikasi dengan jelas, meyakinkan, dan menjembatani harapan klien dengan kenyataan pasar akan semakin penting.

4. Pemahaman Psikologi dan Budaya Organisasi

Memahami dinamika interpersonal, budaya organisasi, dan motivasi individu agar dapat mencocokkan kandidat dengan posisi yang tidak hanya cocok secara teknis tetapi juga secara budaya.

5. Adaptabilitas dan Pembelajaran Berkelanjutan

Dengan perubahan pasar tenaga kerja yang cepat, seorang headhunter harus selalu belajar, beradaptasi, dan mengembangkan diri untuk tetap relevan dengan kebutuhan klien dan kandidat.

6. Etika dan Kepercayaan

Di masa depan, menjaga etika akan semakin penting untuk membangun hubungan jangka panjang dengan klien dan kandidat. Transparansi, kerahasiaan, dan keandalan akan menjadi faktor pembeda utama.

Profesi headhunter di masa depan bukan hanya tentang mengisi posisi kosong di perusahaan klien, tetapi tentang membantu organisasi menciptakan tempat kerja yang mendukung pertumbuhan berkelanjutan.

Headhunter yang mampu menguasai keterampilan ini akan menjadi mitra yang sangat berharga bagi klien dan kandidat.

Insight menarik lainnya dari pakar karier profesional bisa Anda baca di Rubrik Profil Loker ID!