Guru Pendamping: Definisi, Gaji, Skill yang Diperlukan, dan Tugas Tanggung Jawabnya

Author
Ditulis olehTim Loker • Update 16 Juni 2024
Profesi

Profesi Guru Pendamping (GP) merupakan program baru yang diluncurkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) pada tahun 2021. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah-sekolah yang mengalami kesulitan dalam mencapai standar pendidikan nasional.

Pengertian Guru Pendamping

Guru Pendamping (GP) adalah tenaga pendidik profesional yang ditugaskan untuk membantu dan membimbing guru-guru di sekolah-sekolah yang mengalami kesulitan dalam mencapai standar pendidikan nasional. GP bekerja secara berpasangan dengan guru-guru di kelas dan membantu mereka dalam berbagai aspek pembelajaran, seperti:

  • Mengembangkan rencana pembelajaran yang efektif.
  • Menerapkan strategi pembelajaran yang inovatif.
  • Meningkatkan kualitas penilaian.
  • Memberikan dukungan kepada siswa yang mengalami kesulitan belajar.
  • Membangun komunikasi yang efektif dengan orang tua.

Tugas dan Tanggung Jawab Guru Pendamping

Guru Pendamping (GP) memiliki peran penting dalam membantu dan membimbing guru-guru di sekolah-sekolah yang mengalami kesulitan dalam mencapai standar pendidikan nasional. Berikut adalah beberapa tugas dan tanggung jawab utama GP:

  • Membantu guru dalam mengembangkan rencana pembelajaran yang efektif.
  • Memberikan masukan dan saran kepada guru dalam melaksanakan pembelajaran di kelas.
  • Membantu guru dalam menggunakan berbagai metode dan strategi pembelajaran yang inovatif.
  • Membantu guru dalam memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
  • Membantu guru dalam melakukan penilaian dan evaluasi pembelajaran.
  • Mengikuti pelatihan dan pengembangan profesional bersama guru.
  • Berbagi pengetahuan dan pengalaman dengan guru.
  • Memberikan bimbingan dan mentoring kepada guru.
  • Membantu guru dalam menyelesaikan permasalahan yang dihadapi dalam mengajar.
  • Memfasilitasi diskusi dan kolaborasi antar guru.
  • Membantu guru dalam membangun komunitas belajar yang positif.
  • Mendorong guru untuk saling berbagi ide dan pengalaman.
  • Memberikan masukan dan saran kepada kepala sekolah terkait kebijakan dan program sekolah.
  • Membantu kepala sekolah dalam melaksanakan kebijakan dan program sekolah.
  • Melakukan supervisi dan evaluasi terhadap pelaksanaan kebijakan dan program sekolah.
  • Berkomunikasi dengan orang tua tentang kemajuan belajar siswa.
  • Melibatkan orang tua dalam proses pembelajaran di sekolah.
  • Membangun kerjasama dengan masyarakat sekitar sekolah untuk mendukung pendidikan.

Latar Belakang Pendidikan Guru Pendamping

Untuk menjadi Guru Pendamping (GP) di Indonesia, latar belakang pendidikan yang diperlukan adalah sebagai berikut:

  • Minimal bergelar sarjana (S1) Pendidikan dari perguruan tinggi yang terakreditasi.
  • Memiliki Ijazah Sarjana Pendidikan (S1) yang relevan dengan mata pelajaran yang akan dibimbing.
  • Memiliki Akta Mengajar (AM) atau Sertifikat Profesi Guru (SPG) yang sesuai dengan mata pelajaran yang akan dibimbing.

Skill yang Harus Dimiliki Guru Pendamping

Guru Pendamping (GP) memiliki peran penting dalam membantu dan membimbing guru di sekolah yang mengalami kesulitan. Untuk menjalankan fungsinya secara efektif, GP perlu memiliki beberapa keterampilan (skill) berikut:

  1. Penyusunan Rencana Pembelajaran (RPP)

    Mampu mengembangkan RPP yang efektif, menarik, dan sesuai dengan kurikulum serta karakteristik siswa.

  2. Strategi Pembelajaran Inovatif

    Menguasai berbagai metode dan strategi pembelajaran inovatif untuk meningkatkan keterlibatan dan pemahaman siswa.

  3. Penilaian dan Evaluasi

    Mampu melakukan penilaian dan evaluasi pembelajaran secara objektif, komprehensif, dan berkelanjutan untuk mengukur pencapaian belajar.

  4. Coaching dan Mentoring

    Mampu membimbing dan memberi arahan kepada guru lain dalam mengembangkan kemampuan mengajar mereka.

  5. Komunikasi Efektif

    Mampu berkomunikasi dengan jelas dan persuasif dengan guru, kepala sekolah, siswa, orang tua, dan pemangku kepentingan lainnya.

  6. Fasilitasi Diskusi

    Mampu memfasilitasi diskusi dan kolaborasi yang efektif di antara guru untuk saling berbagi pengalaman dan praktik terbaik.

  7. Integrasi Teknologi

    Mampu mengintegrasikan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam proses pembelajaran untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi belajar.

  8. Pemanfaatan Platform Pendidikan

    Menguasai platform dan aplikasi pendidikan yang dapat menunjang kegiatan belajar mengajar.

  9. Troubleshooting Teknologi

    Mampu mengatasi kendala teknis terkait penggunaan teknologi dalam pembelajaran.

  10. Membangun Hubungan Positif

    Mampu membangun hubungan yang saling percaya dan supportif dengan guru lain, siswa, dan orang tua.

  11. Aktif Mendengar

    Mampu mendengarkan keluhan dan permasalahan guru lain dengan penuh perhatian dan empati.

  12. Pemberian Feedback yang Konstruktif

    Memberikan umpan balik yang membangun dan memotivasi guru lain untuk terus berkembang.

Jenjang Karier Guru Pendamping

Jenjang karier Guru Pendamping (GP) di Indonesia masih tergolong baru dan dalam tahap pengembangan. Oleh karena itu, belum ada skema jenjang karier yang terstruktur secara resmi. Namun demikian, kemungkinan jenjang karier GP bisa digambarkan sebagai berikut:

  1. Guru Pendamping

    Merupakan tingkatan awal bagi GP yang baru lulus seleksi dan ditugaskan di sekolah-sekolah yang mengalami kesulitan. Pada tingkatan ini, GP fokus pada tugas utama yaitu membantu dan membimbing guru-guru di sekolah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.

  2. Guru Pembelajar

    Setelah beberapa tahun mengabdi sebagai GP dan menunjukkan kinerja yang baik, GP dapat berjenjang menjadi Guru Pembelajar. Guru Pembelajar memiliki peran yang lebih luas dalam pengembangan pembelajaran di sekolah, tidak hanya sebatas membimbing guru lain. Guru Pembelajar dapat terlibat dalam pengembangan kurikulum, pelatihan guru, dan penelitian pendidikan.

  3. Instruktur Ahli

    Guru Pembelajar yang berprestasi tinggi dan memiliki keahlian khusus dalam bidang pedagogi dan kepemimpinan pendidikan dapat berjenjang menjadi Instruktur Ahli. Instruktur Ahli berperan dalam melatih dan membimbing GP baru, serta menjadi narasumber dalam berbagai kegiatan pengembangan pendidikan. Instruktur Ahli memiliki posisi yang strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

  4. Jabatan Fungsional Tertentu

    GP yang memiliki kualifikasi dan kompetensi yang sesuai juga dapat mengikuti seleksi untuk menduduki Jabatan Fungsional Tertentu (JFT) di bidang pendidikan. JFT yang dapat ditempati oleh GP antara lain: Pengawas Sekolah, Kepala Sekolah, Widyaiswara, dan Pengembang Kurikulum.Perlu diingat bahwa jenjang karier di atas hanyalah kemungkinan dan belum tentu berlaku untuk semua GP. Skema jenjang karier GP yang resmi masih dalam tahap pengembangan dan kemungkinan akan berubah di masa depan.

Kisaran Gaji Guru Pendamping

Kisaran gaji Guru Pendamping di Indonesia adalah sebagai berikut:

  • Gaji Minimum: Rp1.942.586 per bulan.
  • Gaji Rata-rata: Rp3.672.986 per bulan
  • Gaji Maksimum: Rp5.000.000 per bulan (tergantung daerah, sumber pendanaan, masa kerja, dan kinerja)

Profesi yang Masih Relevan dengan Guru Pendamping

Berikut adalah beberapa profesi yang masih relevan dengan Guru Pendamping:

  • Instruktur/Widyaiswara.
  • Konsultan Pendidikan.
  • Pengembang Kurikulum dan Pembelajaran.
  • Supervisor Pendidikan.
  • Peneliti Pendidikan.