Firly Firlandi : Pentingnya Penyesuaian dalam Menghadapi Dinamika Perubahan Industri yang Ditekuni

24 tahun berkecimpung di industri komunikasi membuat Firly Firlandi sudah kenyang makan asam garam. Sudah tak terhitung berapa fase perubahan yang dialaminya. Bagaimana ia tetap bertahan? Adaptasi dan mempelajari kebiasaan masyarakat adalah kuncinya, begitu juga menerapkan pengalaman-pengalaman sebelumnya ke pekerjaan sekarang.
Simak cerita dan pengalaman Firly selaku Manager Coporate Communication di salah satu perusahaan ritel terbesar di Indonesia, dan intip tips dan triknya bertahan dalam karier panjang di sini!
Apa yang memotivasi Anda untuk beralih dari dunia jurnalistik dan PR ke posisi Manager Corporate Communication di perusahaan ritel? Apa saja tantangan terbesar yang Anda hadapi saat pertama kali beradaptasi dengan lingkungan kerja yang baru?
Saat masih bekerja sebagai jurnalis, saya banyak berinteraksi dengan kawan-kawan public relation (PR). Saya melihat mereka adalah profesional-profesional yang simpatik, jadi ini membuat saya penasaran dengan profesi PR. Selama menjadi wartawan, sedikit banyak saya
mengamati cara mereka bekerja. Setelah empat tahun menjadi jurnalis, ternyata saya berjodoh dengan pekerjaan PR. Saya menjadi PR dan Marketing di sebuah universitas swasta di Kota Bandung. Saya bekerja di kampus selama delapan tahun, sebelum bergabung ke bisnis ritel sampai saat ini.
Tantangan yang saya hadapi saat kali pertama beralih profesi atau pindah perusahaan adalah saya harus cepat memahami proses bisnis perusahaan dan meningkatkan product knowledge. Ini sangat penting karena PR terhubung langsung dengan stakeholder beserta ragam kasus yang perlu direspon dengan bijak. Bila kita tidak paham tentang proses bisnis dan produk perusahaan, maka kita tidak bisa menyampaikan informasi dengan cepat dan tepat kepada stakeholder.
Menurut Anda, apa saja keterampilan inti yang harus dimiliki oleh seorang Manager Corporate Communication, terutama bagi mereka yang memiliki latar belakang jurnalistik dan PR? Bagaimana Anda menggabungkan kedua keterampilan tersebut dalam menjalankan tugas
sehari-hari?
Berdasarkan pengamatan saya, Corcomm yang memiliki pengalaman bekerja sebagai jurnalis lebih mudah dalam mengetahui kebutuhan para pekerja media. Selain itu, komunikasinya lebih cair dengan rekan-rekan jurnalis karena persamaan pengalaman membuat mereka lebih mudah diterima. Keterampilan lain yang sangat berguna adalah menulis dan mengedit berita dan pengembangan konten. Dalam hal manajeman krisis komunikasi, jurnalis juga diuntungkan karena merupakan sosok bertipe generalis yang terbiasa mempelajari banyak topik.
Dengan berbagai kelebihan itu, praktisi Corcomm yang mantan jurnalis harus menambah keahlian dalam merancang berbagai program untuk membangun reputasi perusahaan.
Selama berkarier sebagai Manager Corporate Communication, pengalaman apa yang paling berkesan bagi Anda? Apa pelajaran berharga yang Anda dapatkan dari pengalaman tersebut?
Saat menghadapi dan menyelesaikan krisis adalah pengalaman berharga. Krisis adalah ujian yang harus dihadapi dan diselesaikan dan menjadi pembuktian atas ketangguhan praktisi Corporate Communication. Sebagai contoh, perusahaan saya pernah dihantam isu SARA dan menjadi sasaran kemarahan publik, termasuk dari organisasi kemasyarakatan. Padahal yang lalai adalah mitra bisnis kami. Namun untuk masalah ini, kami tetap merespon dengan meminta maaf atas kejadian yang tidak diiinginkan itu. Dalam waktu yang singkat sejak kejadian pecah, tim kami bergerak ke berbagai elemen masyarakat dan media massa untuk mengklarifikasi. Syukurlah, masalah tidak sampai menimbulkan kerusakan pada reputasi perusahaan.

Bagaimana menurut Anda perkembangan teknologi digital telah mengubah lanskap industri ritel secara signifikan? Apa saja tantangan dan peluang yang muncul akibat transformasi digital ini bagi perusahaan ritel?
Saya sudah 24 tahun berkecimpung di dunia komunikasi dan merasakan fase-fase perubahan yang menimbulkan tantangan sekaligus peluang. Perkembangan teknologi digital telah merevolusi industri ritel dengan mendorong pertumbuhan e-commerce yang memungkinkan belanja online dan offline yang mulus. Tantangan sekaligus peluang yang signifikan akibat tranformasi digital bagi perusahaan ritel adalah adaptasi mengikuti perubahan kebiasaan/habit di tengah masyarakat, yang menang adalah mereka yang bisa mengikuti arah perubahan di masyarakat. Persaingan global dan kebutuhan untuk adaptasi cepat memerlukan perhatian khusus.
Seberapa penting peran komunikasi dalam menghadapi perubahan yang cepat di industri ritel? Bagaimana perusahaan ritel dapat memanfaatkan komunikasi yang efektif untuk membangun brand awareness dan engagement dengan konsumen?
Komunikasi yang efektif membantu perusahaan merespons tren terkini, menyampaikan nilai dan diferensiasi merek, serta membangun
kepercayaan pelanggan. Perusahaan ritel harus aktif di media sosial. Selain itu, merespons umpan balik pelanggan dengan cepat dan
menggunakan storytelling yang menarik agar memperkuat brand awareness dan engagement. Dengan cara ini, perusahaan ritel dapat
mengikuti perubahan pasar dengan lebih baik, memperkuat posisi, dan membangun hubungan yang lebih solid dengan konsumen.
Apa saja tren konsumen terkini yang perlu diperhatikan oleh perusahaan ritel? Bagaimana perusahaan dapat menyesuaikan strategi komunikasi mereka untuk memenuhi kebutuhan dan ekspektasi konsumen yang terus berubah?
Beberapa tren konsumen terkini yang perlu diperhatikan oleh perusahaan ritel meliputi peningkatan permintaan untuk pengalaman belanja yang sesuai kebutuhan pelanggan, peningkatan tren berbelanja secara online, kesadaran yang tinggi terhadap isu keberlanjutan dan etika, serta kebutuhan akan interaksi yang cepat dan responsif melalui berbagai saluran komunikasi.
Untuk menyesuaikan strategi komunikasi dengan kebutuhan dan harapan konsumen yang terus berubah, perusahaan ritel harus memahami perilaku dan selera pelanggan dan memastikan komunikasi yang transparan dan responsif terhadap masukan dari pelanggan. Selain itu, perusahaan perlu mengadopsi praktik keberlanjutan dan etika dalam strategi mereka, serta menggunakan saluran komunikasi yang tepat untuk menjangkau pelanggan secara efektif dan membangun hubungan yang kuat.

Bagaimana Anda melihat fenomena viral marketing di era digital saat ini? Apa saja strategi yang efektif untuk menciptakan konten yang viral dan berdampak positif bagi brand?
Di era digital ini konten dapat menyebar dengan cepat melalui platform media sosial sehingga memperluas jangkauan audiens, dan menciptakan keuntungan bagi brand. Untuk menciptakan konten yang viral dan berdampak positif, perusahaan harus memahami audiens mereka secara mendalam, menciptakan konten yang emosional dan menarik, serta memanfaatkan tren dan isu yang sedang trending. Kolaborasi dengan influencer juga perlu dilakukan.
Bagaimana peran seorang Manager Corporate Communication dalam menghadapi krisis yang berpotensi viral di media sosial? Apa saja langkah-langkah yang perlu diambil untuk mengatasi situasi krisis dan meminimalkan dampak negatifnya terhadap reputasi perusahaan?
Dalam menghadapi krisis yang berpotensi viral di media sosial, perusahaan diharapkan sudah memiliki tahapan manajemen krisis. Ketika
krisis pecah, maka perusahaan dipastikan akan diserbu oleh permintaan informasi dari wartawan. Dalam situasi seperti ini Corcomm
mengendalikan komunikasi krisis. Pastikan krisis tersebut harus diketahui secara pasti titik krisisnya dengan mengumpulkan fakta, karena dari titik inilah perusahaan akan mengambil langkah serta terbuka dan bertanggungjawab ke pihak pihak terkait. Keberlanjutan komunikasi saat penanganan krisis, perlu disampaikan penjelasan/klarifikasi krisis secara terstruktur, tanpa bersifat defensif. Berikan penyelesaian atau solusi di akhir pernyataan, ini bisa berupa informasi tentang kemajuan yang telah dicapai atau janji membuat keadaan menjadi lebih baik bagi pihak yang terdampak.
Seberapa efektif influencer marketing dalam mempromosikan produk atau layanan perusahaan ritel? Bagaimana cara memilih influencer yang tepat dan mengukur keberhasilan kampanye influencer marketing?
Penting. Influencer marketing sangat efektif mempromosikan produk atau layanan perusahaan ritel karena influencer punya kemampuan untuk memengaruhi keputusan beli audiens mereka melalui kepercayaan dan hubungan yang sudah terbangun. Influencer yang tepat dapat
meningkatkan brand awareness, kredibilitas, dan engagement dengan audiens target.
Bagaimana pentingnya membangun jaringan profesional dalam dunia kerja, terutama bagi seorang Manager Corporate Communication? Tips apa yang Anda berikan untuk membangun dan menjaga hubungan yang baik dengan rekan kerja, media, dan stakeholders lainnya?
Komunikasi yang jujur dan terbuka. Menghormati dan menghargai dengan rekan kerja, pekerja media maupun stakeholder lainnya.
Bagaimana cara seorang Manager Corporate Communication dapat terus mengembangkan diri dan mengikuti perkembangan industri yang begitu cepat? Apa saja kegiatan atau pelatihan yang Anda rekomendasikan?
Untuk terus mengembangkan diri dan mengikuti perkembangan industri yang cepat, seorang Manager Corporate Communication dapat mengikuti konferensi, seminar, dan workshop juga sangat penting untuk mendapatkan wawasan tentang tren terbaru dan praktik terbaik, serta untuk memperluas jaringan profesional.
Menurut Anda, bagaimana masa depan industri ritel dan peran seorang Manager Corporate Communication dalam beberapa tahun ke depan? Apa saja keterampilan yang perlu dikuasai untuk tetap relevan di industri ini?
Industri ritel adalah usaha yang bisa bertahan di beragam situasi. Misalnya, saat terjadi pandemi Covid di Indonesia, bisnis ini masih bisa
tetap bertahan (survive). Kuncinya adalah bisa segera menyesuaikan dengan perubahan. Bisnis secara digital tumbuh bersemi ketika bencana Covid terjadi, hal ini yang menjadi peluang terbuka untuk menaikkan omzet bisnis. Tumbuh suburnya bisnis secara digital juga harus secepatnya dimbangi dengan peningkatan kemampuan tim corporate communication. Keterampilan digital dan teknologi terbaru, memahami analitik data, dan memanfaatkan media sosial untuk strategi komunikasi yang efektif. Mereka harus bisa menciptakan pengalaman yang personal bagi pelanggan, mengelola krisis dengan respons cepat, serta merancang kampanye konten yang inovatif.
Apa saran Anda untuk fresh graduate yang ingin berkarier di bidang komunikasi, khususnya di industri ritel?
Mengingat bahwa industri ritel sangat dinamis dan cepat berubah, penting untuk menguasai kompetensi dalam komunikasi digital dan pemasaran media sosial. Selain itu, fresh graduate harus aktif dalam membangun jaringan profesional, baik melalui magang, partisipasi dalam acara industri, atau bergabung dengan asosiasi profesional. Mengembangkan keterampilan analitis, kreatif, dan kemampuan untuk beradaptasi dengan cepat akan membantu mereka dalam menghadapi tantangan industri dan memanfaatkan peluang yang ada. Terakhir, tetaplah update dengan tren terbaru dalam ritel dan komunikasi untuk memastikan bahwa keterampilan dan pengetahuan mereka tetap relevan dan up-to-date.